Pengukuhan Guru Besar ke-15 IAIN Kendari, Rektor Dorong Pengembangan Kurikulum Berbasis Cinta

1 week ago 20

SULTRAKINI.COM : KENDARI – Rektor Institut Agama Islam Negeri Kendari, Prof. Dr. Husain Insawan, M.Ag, menegaskan bahwa jabatan guru besar merupakan puncak capaian akademik tertinggi yang diraih melalui proses panjang, penuh ketekunan, konsistensi, serta disiplin ilmiah dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, meliputi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Penegasan tersebut disampaikan Rektor dalam sambutan penutup Sidang Senat Terbuka Pengukuhan Guru Besar Prof. Dr. KH. Moh. Yahya Obaid, M.Ag, yang berlangsung di Ballroom IAIN Kendari, Senin (19/1/2026), pukul 08.00 WITA. Kegiatan akademik tersebut menjadi momentum penting dalam penguatan sumber daya manusia unggul di lingkungan perguruan tinggi keagamaan Islam di Sulawesi Tenggara.

Sidang senat terbuka ini dihadiri ratusan tamu undangan dan berlangsung khidmat serta sarat nuansa haru. Hadir dalam kesempatan tersebut Ketua Senat IAIN Kendari beserta jajaran, Kapolda Sulawesi Tenggara, Ketua Pengadilan Tinggi Agama Sultra, serta para pimpinan perguruan tinggi, antara lain Rektor Universitas Mandala, Rektor Institut Sains dan Teknologi Kendari, Rektor UMK, dan Rektor Universitas Nahdlatul Ulama Sultra. Turut hadir pula jajaran pimpinan IAIN Kendari, tokoh masyarakat, dan unsur Forkopimda.

Selain itu, tampak hadir Bupati Buton Utara periode sebelumnya, Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi Sulawesi Tenggara, Kapolres Kota Kendari, Ketua Majelis Utama Provinsi Sultra, Kepala BAZNAS, Kepala BPMP, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama, serta pimpinan perbankan, di antaranya BSI Kota Kendari, BNI, dan Bank Muamalat, bersama sejumlah undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Prof. Husain Insawan menyampaikan ucapan selamat kepada Prof. Dr. KH. Moh. Yahya Obaid, M.Ag yang resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar dalam bidang Ilmu Pengembangan Kurikulum Pendidikan Agama Islam pada Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Kendari. Menurutnya, pengukuhan tersebut merupakan buah dari dedikasi akademik yang panjang, disiplin tinggi, serta komitmen kuat dalam pengembangan keilmuan.

“Guru besar adalah jabatan fungsional tertinggi dalam dunia akademik yang menuntut integritas moral, kedalaman keilmuan, serta konsistensi dalam pengabdian,” tegas Rektor.

Ia menambahkan, guru besar memiliki peran strategis sebagai motor penggerak pengembangan kurikulum, riset inovatif, serta pengabdian kepada masyarakat yang berdampak luas, baik pada level nasional maupun internasional. Selain itu, guru besar diharapkan mampu menjadi pembina bagi dosen muda, memperkuat tradisi akademik, serta menghadirkan gagasan keilmuan yang moderat, inklusif, dan mencerahkan.

Rektor juga menyinggung pentingnya integrasi keilmuan di IAIN Kendari, khususnya penguatan sains dan teknologi di tengah pesatnya perkembangan era digital, seperti kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), realitas virtual, dan teknologi digital lainnya, tanpa mengabaikan nilai-nilai kearifan lokal, budaya, dan spiritualitas keislaman.

Terkait kebijakan Kementerian Agama tentang kurikulum berbasis cinta (love-based curriculum), Prof. Husain Insawan menilai kebijakan tersebut sebagai peluang strategis bagi perguruan tinggi keagamaan Islam. Ia optimistis Prof. Yahya Obaid memiliki kapasitas, kapabilitas, dan kompetensi akademik untuk merancang dan mengembangkan kurikulum berbasis cinta di tingkat perguruan tinggi yang ke depan dapat menjadi model serta proyek percontohan nasional.

Dalam kesempatan tersebut, Rektor mengungkapkan bahwa Prof. Yahya Obaid merupakan Guru Besar ke-15 di IAIN Kendari. Dari jumlah tersebut, sebanyak 11 guru besar berhasil dikukuhkan dalam kurun waktu dua tahun terakhir sebagai hasil dari program fasilitasi, pendampingan, dan transformasi akademik yang dijalankan secara berkelanjutan oleh institusi.

Rektor juga mendorong para dosen yang telah memenuhi persyaratan akademik dan angka kredit untuk segera mengajukan usulan guru besar. Ia menegaskan komitmen pimpinan IAIN Kendari dalam memberikan fasilitasi, pendampingan, dan mediasi pada setiap tahapan proses pengusulan jabatan fungsional akademik.

Menutup sambutannya, Prof. Husain Insawan berpesan agar seorang guru besar mampu menjadi payung yang mengayomi, obor yang menerangi, serta sumber kesejukan dan kedamaian, tidak hanya bagi sivitas akademika, tetapi juga bagi masyarakat luas.

Laporan: Andi Mahfud

Read Entire Article
Finance | Berita| Koran| Selebritis|