SULTRAKINI.COM: KENDARI – Harga kedelai impor sebagai bahan baku utama pembuatan tempe dan tahu di Kota Kendari mengalami kenaikan dalam beberapa pekan terakhir. Meski demikian, pedagang tempe dan tahu di Pasar Mandonga masih mempertahankan harga jual produknya kepada konsumen.
Kenaikan harga kedelai tersebut diduga dipengaruhi kondisi geopolitik global serta melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. Di Pasar Mandonga, harga kedelai impor kini mencapai Rp15 ribu per kilogram, naik dari kisaran Rp12 ribu hingga Rp13 ribu per kilogram dua pekan lalu.
Salah seorang pedagang kedelai di Pasar Mandonga mengatakan kenaikan harga terjadi secara bertahap dalam beberapa minggu terakhir. Menurutnya, pasokan masih tersedia, namun harga terus mengalami penyesuaian.
Sementara itu, pedagang tempe dan tahu, Mahrani, mengaku hingga saat ini belum menaikkan harga jual meskipun harga bahan baku mengalami kenaikan. Ia memilih mempertahankan harga agar pelanggan tetap bisa membeli kebutuhan sehari-hari.
“Kalau yang besar tetap Rp5.000 per bungkus. Yang kecil ada 4 Rp5.000 perbungkus, Tahu sendiri 15 Biji Rp5.000 kalo lagi mahal sekali itu sekitar 10 biji Rp5.000 dan sekarang ini harganya 15 biji 5 ribu itu harga stabilnya biasanya. Walaupun harga kedelai naik, kami masih bertahan dengan harga yang sama,” ujar Mahrani saat ditemui di Pasar Mandonga, Jumat (5/6/2026).
Menurutnya, kenaikan harga kedelai memang berpengaruh terhadap keuntungan pedagang. Namun sejauh ini usaha penjualan tempe dan tahu masih memberikan keuntungan sehingga harga belum perlu disesuaikan.
“Masih untung. Memang kedelai mahal, tetapi kami masih jual seperti biasa dan pelanggan juga masih membeli,” katanya.
Mahrani mengungkapkan harga tempe dan tahu berpotensi mengalami kenaikan apabila harga kedelai terus merangkak naik dan pasokan semakin sulit diperoleh. Kondisi tersebut dikhawatirkan akan berdampak langsung pada biaya produksi para perajin dan pedagang.
Meski demikian, para pedagang berharap harga kedelai dapat kembali stabil sehingga daya beli masyarakat tetap terjaga. Hingga awal Juni 2026, harga tempe dan tahu di Pasar Mandonga masih bertahan di kisaran harga normal meski tekanan kenaikan bahan baku terus terjadi.
Laporan: Andi Mahfud

5 hours ago
2

















































