SULTRAKINI.COM: KONAWE SELATAN – Ribuan masyarakat dari 6 desa di Kecamatan Laeya dan Palangga Selatan yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Lingkar Tambang PT Wijaya Inti Nusantara (WIN) menggelar aksi damai longmarch, Rabu (26/8/2025). Aksi ini dilakukan sebagai bentuk dukungan masyarakat atas operasional pertambangan PT WIN di Desa Torobulu, Kecamatan Laeya.
Longmarch ini dilakukan mulai dari simpang tiga Desa Torobulu, menuju ke arah pelabuhan dan kembali ke kantor PT WIN. Masa aksi meminta dan menegaskan kepada perusahaan agar bisa terus beroperasi di Desa Torobulu maupun di sekitarnya.
Masyarakat menilai kehadiran PT WIN di Torobulu sangat memberikan dampak positif bagi kelangsungan hidup. Di sisi lain, kehadiran perusahaan PT WIN juga memberikan dampak infrastruktur di Desa Torobulu dan sekitarnya.
Aksi damai masyarakat lingkar tambang dari Desa Torobulu, Desa Wonua Kongga, Desa Labokeo, Desa Puulo, Desa Parasi, Desa Mondoe, dan Desa Wawo Wonua dilakukan atas inisiatif sendiri tanpa ada mobilisasi dari pihak tertentu mengingat pentingnya kehadiran perusahaan ini dan sudah dirasakan manfaatnya.
“Kehadiran PT WIN di sini sangat memberikan manfaat dan dampak positif agi kami. Terutama bagi warga yang tadinya belum dapat kerja sekarang sudah bisa bekerja. Dahulu mungkin warga hanya bisa beli beras satu-dua liter sekarang sudah bisa beli satu karung. Dahulu tidak punya kendaraan tapi sejak kerja di perusahaan sudah bisa beli kendaraan,” kata Suniati (52) salah satu warga yang merasakan dampak kehadiran PT WIN.
Suniati yang juga merupakan pemilik lahan di sekitar pemukiman mengaku tidak keberatan jika lahannya dilakukan penambangan oleh perusahaan karena bisa diratakan dan bisa difungsikan untuk kegiatan lain seperti pembangunan rumah.
“Saya sebagai warga Torobulu sangat mendukung PT WIN kalau mengolah di atas lahanku, karena apa? Menginginkan lahanku di ratakan, apalagi ada rencana dari perusahaan nanti lokasi bekas tambang akan di tanami Sawit itukan sangat bagus,” ujarnya.
Warga sangat menyayangkan ada pihak-pihak yang merasa keberatan dengan aktifitas perusahaan yang melakukan pengolahan lahan warga yang secara kebetulan ada di sekitar pemukiman. Padahal bukan miliknya.
“Saya juga merupakan salah satu pemilik lahan sangat setuju dan mendukung perusahaan PT WIN melakukan penambangan dan mau meratakan lahan kami, karena kita sangat terdampak ketika hujan turun,” sambung warga lain Hardin yang juga pemilik lahan.
Sukirman, adalah salah satu pemilik lahan di Desa Torobulu juga meminta kepada perusahaan agar bisa mengolah dan meratakan gunung tepat di belakang rumahnya. Pasalnya, ketika hujan turun rumahnya kerap jadi korban banjir. Sehingga ia berharap perusahaan bisa secepatnya mengeruk bukit di dekat rumahnya.
“Kami sangat mendukung keberadaan PT WIN bukan karena ada dampak, tetapi sejak dulu kita dukung keberadaan perusahaan ini di sini. Kalau nanti perusahaan mau buatkan kami drainase itu lebih baik lagi,” tuturnya.
Jenderal Lapangan Aksi Damai Aliansi Masyarakat Lingkar Tambang PT WIN, Agustinus, mengungkapkan bahwa aksi yang digelar oleh ribuan masyarakat dari desa-desa sekitar lingkar PT WIN ini sebagai bentuk prihatin dan kepedulian untuk menunjukkan kepada publik tuduhan dan isu-isu yang berkembang selama ini bahwa perusahaan hanya merusak lingkungan, baik melalui media sosial maupun media massa itu tidak benar.
“Masyarakat di Torobulu maupun desa-desa sekitarnya justru sangat merasakan manfaat kehadiran PT WIN selama ini,” katanya.
Agustinus menyebutkan, nilai manfaat yang sudah dirasakan masyarakat atas kehadiran PT WIN, diantaranya angka pengangguran menurun. Bahkan tadinya masyarakat hanya sebagai pekerja non skill, kini sudah punya keahlian atau skill berkat pelatihan-pelatihan yang diberikan oleh perusahaan. Kabar baiknya lagi, setelah punya keahlian masyarakat sudah bisa bekerja di tempat lain.
“Alhamdulillah hari ini sudah banyak masyarakat di Torobulu dan sekitarnya yang sudah memiliki skill, contohnya di operator alat Excavator,” terangnya kepada media.
Selain itu, lanjut Agustinus, kehadiran PT WIN juga membangkitkan perputaran perekonomian di Desa Torobulu dan sekitarnya.
“Alhamdulillah hadirnya PT WIN juga tak bisa kita pungkiri, perputaran perekonomian yang ada di lingkar tambang jauh meningkat dibanding tahun-tahun sebelumnya. Begitu pula dengan pembangunan infrastruktur. Tentu ini membawa kesejahteraan bagi masyarakat,” pungkas Agustinus.
Project Manager PT WIN, Muhamad Nuriman Djalani, ST, menyatakan perusahaan sangat berterima kasih atas dukungan masyarakat atas kegiatan operasional yang dijalankan di Desa Torobulu dan sekitarnya.
“Kami PT WIN tetap bergerak untuk masyarakat. Intinya kami sebagai perusahaan yang ada di Desa Torobulu dan sekitarnya berkomitmen memberikan sumbangsih positif kepada masyarakat sekitar dan mendukung penuh semua kegiatan positif masyarakat,” tegasnya.
Dikesempatan baik itu, dirinya juga menyampaikan komitmen akan membangun fasilitas apa-apa yang diinginkan masyarakat, baik infrastruktur maupun sosial.
“Saya ucapkan terima kasih. Kedepan kami akan koordinasi dengan pemerintah desa bila ada kegiatan di desa kami siap bantu. PT WIN tidak hanya datang beroperasi, tapi kami membawa manfaat bagi masyatakat lingkar tambang,” ungkapnya.
Nuriman menyebut, dari total pekerja atau karyawan yang bekerja saat ini di perusahaan mencapai kurang lebih 400 orang 90 persen diantaranya adalah warga masyarakat lingkar tambang.
“Mayoritas pekerja adalah masyarakat lingkar tambang. Malahan kepada karyawan kami melakukan training atau up skill, sehingga bisa kerja sebagai operator dan grit kontrol,” terangnya.
PT WIN juga akan mengupayakan apa yang menjadi usulan-usulan dari masyarakat untuk mengolah lahan mereka dan diratakan dengan tujuan kenyamanan dan rencana pembangunan lain.