Mahasiswa Papua UHO Angkat Budaya Lewat Karya Kerajinan Kulit Kayu di Festival P2WK 2025

2 weeks ago 22

SULTRAKINI.COM: KENDARI — Suasana Festival Produk Mahasiswa Wirausaha (PMW) 2025 Universitas Halu Oleo (UHO) semakin berwarna dengan kehadiran stan Himpunan Mahasiswa Papua (HMP) UHO yang menampilkan berbagai hasil kerajinan etnik khas tanah Papua. Produk yang mereka bawa antara lain tas, dompet, kalung, dan pernak-pernik hias yang dibuat dari kulit kayu genemo, anggrek kering, hingga taring babi.

Nita Dari Fakultas Fisip, Program Studi, Jurusan Administrasi Bisnis UHO yang juga mewakili kelas kewirausahaan HMP UHO menjelaskan, setiap produk dibuat dengan proses yang panjang dan penuh ketelatenan, terutama untuk bahan dasar dari kulit kayu.

“Kayunya itu tidak sembarang, biasanya kami pakai kayu genemo. Setelah diambil kulitnya, dijemur dulu sampai kering. Kalau cuaca bagus bisa cepat, tapi kalau hujan bisa lama. Kadang juga dijemur di dekat api, baru dikupas tipis-tipis dan dipintal,” jelasnya.

Menurutnya, waktu pembuatan bahan bisa mencapai tiga hingga tujuh hari tergantung kondisi cuaca, sementara proses merajut produk dapat diselesaikan dalam satu hingga dua hari.

Produk yang dipamerkan pun beragam, mulai dari tas dan dompet kulit kayu seharga Rp300 ribu hingga Rp150 ribu, gantungan korek api dari bahan serupa dengan harga Rp15 ribu, hingga kalung taring babi yang dijual Rp100 ribu. Setiap karya memiliki keunikan tersendiri karena dibuat manual tanpa mesin.

“Yang ini Rp300 ribu karena besar dan ada hiasan dari anggrek. Kalau yang kulit kayunya mulai Rp200 ribu, Rp150 ribu, sampai Rp75 ribu. Yang kecil ini Rp15 ribu, bisa diisi korek. Sedangkan kalungnya itu punya adik saya, harganya Rp100 ribu karena asli dari taring babi dan hiasan anggrek di atasnya,” ungkapnya sambil menunjukkan produknya.

Mahasiswa Papua itu juga mengungkapkan rasa bangganya dapat diundang mengikuti festival kewirausahaan tahunan UHO tersebut. Ia menilai kegiatan ini menjadi ruang promosi yang sangat baik bagi mahasiswa untuk memperkenalkan budaya dan kreativitas daerah asal mereka.

“Senang sekali bisa diundang, karena di sini kami bisa promosi dan memperkenalkan budaya Papua lewat produk kami. Bahannya dari kulit kayu, berbeda dari produk lain,” katanya.

Ia berharap melalui kegiatan seperti ini, semakin banyak mahasiswa yang tertarik menekuni dunia usaha dan mengembangkan potensi lokal mereka.

“Harapannya semoga bisa laku dan ke depan semakin banyak mahasiswa, baik perempuan maupun laki-laki, yang mau buka usaha seperti ini. Supaya kita bisa berkembang dan mandiri,” tutupnya.

Festival Produk Mahasiswa Wirausaha (PMW) 2025 yang digelar oleh Pusat Pengembangan Karir dan Wirausaha Kemahasiswaan (P2WK) UHO diikuti oleh 35 stan dari 13 fakultas. Kegiatan ini menjadi ajang pembinaan dan promosi ide bisnis mahasiswa yang menonjolkan kreativitas, kemandirian, serta semangat wirausaha di lingkungan kampus.

Laporan: Andi Mahfud

Read Entire Article
Finance | Berita| Koran| Selebritis|