MAFINDO Kendari dan Dikbud Sultra Gelar Kelas Kecerdasan Artifisial, Dorong Guru Adaptif di Era Digital

8 hours ago 3

SULTRAKINI.COM: KENDARI – MAFINDO Kendari bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Tenggara resmi melaksanakan kegiatan Kelas Kecerdasan Artifisial (AI Goes To School) sebagai bagian dari program nasional Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (MAFINDO) dalam memperkuat literasi digital tenaga pendidik.

Program ini menjadi salah satu langkah strategis untuk mendampingi 10.000 guru di 40 kota selama 18 bulan melalui penguatan kapasitas pemanfaatan teknologi kecerdasan artifisial (AI) di dunia pendidikan.

Kegiatan yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting pada Minggu, 24 Mei 2026 tersebut diikuti sebanyak 247 guru dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) di Sulawesi Tenggara.

Program AI Goes To School mendapat dukungan dari berbagai mitra strategis internasional seperti Google.org, AVPN, dan Asian Development Bank (ADB), serta melibatkan berbagai pemangku kepentingan daerah guna memastikan implementasi program berjalan efektif dan tepat sasaran.

Dalam pelatihan ini, para peserta mendapatkan materi mengenai pengenalan teknologi kecerdasan artifisial, etika pemanfaatan AI, manajemen prompt, penggunaan AI untuk pembelajaran kreatif, pengelolaan kelas berbasis digital, hingga pemanfaatan AI untuk meningkatkan efektivitas administrasi guru.

Selain sesi materi, peserta juga diberikan akses ke platform Learning Management System (LMS) yang memungkinkan guru mengakses bahan pelatihan secara fleksibel dan berkelanjutan, sehingga proses belajar tidak berhenti setelah kegiatan selesai.

Koordinator MAFINDO Wilayah Kendari, Marsia Sumule G, secara resmi membuka kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya penguatan literasi digital bagi tenaga pendidik di tengah pesatnya perkembangan teknologi saat ini.

Menurutnya, guru memiliki peran penting dalam membentuk generasi yang tidak hanya mampu menggunakan teknologi, tetapi juga memiliki kemampuan berpikir kritis, bijak, dan bertanggung jawab dalam menghadapi arus informasi digital.

“Guru harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan artifisial. Kehadiran AI bukan untuk menggantikan guru, tetapi menjadi alat bantu yang dapat mendukung proses pembelajaran agar lebih kreatif, efektif, dan relevan dengan kebutuhan siswa saat ini,” ujarnya.

Pelatihan ini menghadirkan trainer dari Relawan MAFINDO Kendari, yakni Fadli Ansar dan Muhamad Ricky Ramadhan Rasyd, yang didukung lima co-trainer. Para pemateri menyampaikan materi secara sistematis dan aplikatif agar mudah dipahami oleh peserta dari berbagai latar belakang pendidikan.

Selama kegiatan berlangsung, antusiasme peserta terlihat tinggi. Para guru aktif mengikuti sesi diskusi, praktik penggunaan perangkat berbasis AI, hingga berbagi pengalaman terkait tantangan pembelajaran di era digital.

Tidak hanya memperkuat pemahaman konseptual, kegiatan ini juga memberikan pengalaman praktis kepada peserta dalam memanfaatkan teknologi AI untuk menunjang proses belajar mengajar di kelas.

Melalui program AI Goes To School, MAFINDO Kendari berharap para guru mampu menciptakan lingkungan pembelajaran yang lebih inovatif, adaptif, dan sesuai dengan perkembangan zaman, sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan berbasis teknologi di Sulawesi Tenggara.

Read Entire Article
Finance | Berita| Koran| Selebritis|