SULTRAKINI.COM: KENDARI – Kepala UPA Laboratorium Terpadu Universitas Halu Oleo (UHO), Muhammad Alim Marhadi, memaparkan capaian serta arah program kerja UPA Laboratorium Terpadu untuk periode 2025–2026. Hal tersebut disampaikan usai acara utama Rapat Kerja (Raker) UHO 2026 yang berlangsung di Hotel Claro Kendari, Selasa (13/1/2026).
Alim menjelaskan dalam wawancaranya bahwa sepanjang tahun 2025, UPA Laboratorium Terpadu UHO secara kualitatif telah menyelesaikan program kerja hingga 100 persen, meskipun secara kuantitatif masih terdapat beberapa target yang belum sepenuhnya tercapai.
“Secara kualitatif, alhamdulillah program kerja 2025 itu selesai 100 persen. Namun memang secara kuantitatif ada beberapa target yang belum terpenuhi, misalnya target jumlah mahasiswa riset yang ditetapkan 55 orang, tetapi yang terealisasi sekitar 30 orang,” jelas Alim.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa pemenuhan sarana dan prasarana laboratorium tetap berjalan dengan baik. Salah satunya adalah ketersediaan fasilitas penyimpanan mikrobiologi berupa kulkas khusus yang telah disiapkan sesuai kebutuhan pengujian.
Lebih lanjut, Alim mengungkapkan bahwa UPA Laboratorium Terpadu UHO telah memperoleh pengakuan nasional dan internasional melalui sertifikasi ISO/IEC 17025 sejak tahun 2017. Sertifikasi tersebut menetapkan UPA Laboratorium Terpadu sebagai laboratorium uji dengan ruang lingkup pengujian tanah.
“Sertifikasi ISO 17025 ini menjadi pengakuan bahwa laboratorium kami memenuhi standar nasional dan internasional, khususnya sebagai laboratorium uji tanah,” ungkapnya.
Selain itu, secara nasional UPA Laboratorium Terpadu UHO juga memperoleh Surat Keputusan Menteri Pertanian sebagai laboratorium penguji mutu dan efektivitas pupuk organik, pupuk hayati, serta pembenah tanah, khususnya untuk wilayah Sulawesi Tenggara.
“Untuk Sulawesi Tenggara, alhamdulillah UPA Laboratorium Terpadu UHO yang ditetapkan. Ini juga menjadi pengakuan bahwa laboratorium universitas memiliki peran strategis secara nasional,” tambahnya.
Memasuki tahun 2026, Alim menyebutkan bahwa salah satu fokus utama program kerja adalah melakukan profiling seluruh peralatan laboratorium yang dimiliki UPA Laboratorium Terpadu UHO.
Profiling tersebut meliputi pendataan nama alat, prinsip kerja, serta jenis pengujian yang dapat dilakukan oleh masing-masing peralatan.
“Kami akan menyusun profil lengkap seluruh alat, mulai dari nama alat, prinsip kerjanya, sampai jenis pengujian apa saja yang bisa dilakukan. Hasil profiling ini akan kami sosialisasikan kepada masyarakat,” jelasnya.
Menurut Alim, sosialisasi ini penting agar masyarakat dan pelaku usaha mengetahui layanan pengujian yang tersedia di UPA Laboratorium Terpadu UHO, termasuk dalam pengujian kualitas air dan produk pangan.
“Misalnya masyarakat ingin mengetahui kualitas air minum atau air galon, termasuk parameter seperti E. coli pada air mineral, itu bisa dilihat dan diuji di laboratorium kami.
Uji mikrobiologi air minum dilakukan untuk memastikan tidak adanya bakteri Escherichia coli (E. coli) sebagai indikator pencemaran. pungkasnya.
Laporan: Andi Mahfud

1 week ago
28
















































