La Siara Tekankan Pentingnya Aksi dalam Bahan Presentasi serta Bukti Dampak yang Meyakinkan dalam Penilaian Nasional

3 weeks ago 36

SULTRAKINI.COM: KENDARI— Dalam rangkaian kegiatan Apresiasi Guru dan Tenaga Kependidikan Provinsi Sulawesi Tenggara 2025, salah satu juri penilai, La Siara, menyampaikan arahan teknis dan penekanan penting bagi para peserta yang akan melanjutkan ke tingkat nasional. Kegiatan yang berlangsung di Hotel Claro Kendari pada Jumat, 7 November 2025 tersebut dihadiri oleh para finalis dari berbagai kategori yang siap berkompetisi membawa praktik baik dari satuan pendidikan masing-masing.

Dalam pemaparannya, La Siara menekankan bahwa keaslian karya, bukti dampak nyata, serta penyajian video aksi pembelajaran menjadi komponen utama yang akan sangat menentukan skor penilaian.

“Ketika suatu karya terlihat ‘wow’, juri akan menelusuri bagaimana prosesnya, langkah-langkahnya, hingga bagaimana dampaknya. Bukan hanya bagus di naskah, tapi harus terbukti dilaksanakan,” jelasnya.

Ia menegaskan, salah satu kelemahan yang sering ditemukan ialah praktik baik yang terkesan hanya berbentuk proposal, belum memiliki bukti pelaksanaan, seperti dokumentasi video, foto, atau instrumen penilaian yang menyertai proses pembelajaran.

“Kalau videonya tidak menggambarkan aksi nyata, dan tidak ada bukti pendukung, tentu juri akan ragu. Keaslian karya sangat terlihat dari penguasaan materi saat wawancara dan kelengkapan bukti lapangan,” tambahnya.

La Siara menjelaskan bahwa poin utama penilaian di tingkat nasional bukan hanya pada gagasan, tetapi pada dampak dan perubahan yang terjadi.

Ia memaparkan bahwa peserta harus menunjukkan:

Kondisi awal yang jelas (data, fakta lapangan)

Tindakan atau strategi yang dilakukan

Perubahan nyata yang terukur

Refleksi terhadap keberhasilan dan tantangan

Selain itu, judul karya juga perlu lebih fokus dan tidak melebar.

“Judul sebaiknya mencerminkan apa yang ditingkatkan dan strategi yang digunakan. Jangan terlalu umum,” ujarnya.

La Siara menjelaskan bahwa poin utama yang menjadi perhatian juri pada ajang nasional nantinya adalah kualitas paparan atau presentasi peserta yang menampilkan praktik baik secara jelas.

“Poin pentingnya adalah bahwa di tingkat nasional nanti penilai akan fokus pada paparan atau presentasi. Presentasi yang kemarin sudah ditampilkan itu akan kembali dilihat. Setelah sesi refleksi hari ini, peserta bisa mengetahui bagian mana yang masih perlu diperbaiki. Kekurangan itu masih dapat direvisi. Harapannya, saat tampil di nasional nanti, hasilnya bisa lebih maksimal dan lebih sesuai dengan kriteria penilaian,” jelasnya.

Dalam wawancaranya ia menambahkan bahwa memastikan karya peserta benar-benar asli.

“Keaslian bisa terlihat dari bagaimana peserta menjelaskan dan menguasai karya mereka. Kalau hanya hasil dari AI tanpa proses nyata, itu terlihat dari tidak adanya bukti aksi dan penguasaan saat wawancara.”

“Kami berharap peserta memperbaiki apa yang kurang dan memaksimalkan kekuatan karyanya. Banyak yang berpotensi masuk nominasi nasional. Target kita, bukan hanya lolos, tapi masuk 5 besar nasional.”

Kegiatan ini diharapkan menjadi ruang penguatan, bukan sekadar evaluasi.

Peserta dibimbing agar siap bersaing secara lebih matang, autentik, dan berdampak.

Dengan penekanan pada keaslian karya, dokumentasi aksi yang kuat, serta penyampaian yang meyakinkan, Sulawesi Tenggara menargetkan capaian yang lebih tinggi di tingkat nasional pada tahun ini.

Laporan: Andi Mahfud

Read Entire Article
Finance | Berita| Koran| Selebritis|