KKN PGSD Unsultra Dorong Penguatan Pembelajaran Digital di Desa Lamomea

9 hours ago 5

SULTRAKINI.COM: KONAWE SELATAN — Mahasiswa Kelompok II Kuliah Kerja Nyata (KKN) Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Sulawesi Tenggara (Unsultra) menggelar Workshop Smart TV Digital yang dirangkaikan dengan pelantikan pengurus Sanggar Anawai Lamomea SD Negeri 8 Konda, Senin (26/1/2026).

Kegiatan yang berlangsung di SD Negeri 8 Konda, Desa Lamomea, Kecamatan Konda, Kabupaten Konawe Selatan ini mengusung tema “Optimalisasi TV Digital Pemerintah sebagai Jendela Dunia di Kelas”. Workshop menghadirkan Windi Putri Handina, S.Pd. sebagai narasumber utama.

Workshop tersebut bertujuan meningkatkan kompetensi guru dalam memanfaatkan TV digital bantuan pemerintah sebagai media pembelajaran yang interaktif, inovatif, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi pendidikan. Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja Kelompok II KKN PGSD Unsultra dengan tema besar “Pelita Lamomea.”

Selain workshop, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan pelantikan pengurus Sanggar Anawai Lamomea SD Negeri 8 Konda. Pengurus yang dilantik yakni Ketua Istiana, S.Pd., M.Pd., Sekretaris Ramli, S.Pd., M.Pd., serta Bendahara Sumyati, S.Pd.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sulawesi Tenggara, para guru SD Negeri 8 Konda sebagai peserta workshop, serta mahasiswa KKN Kelompok II PGSD Unsultra.

Kepala SD Negeri 8 Konda, Istiana, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, workshop ini sangat relevan dengan kebutuhan sekolah dalam menghadapi transformasi pembelajaran berbasis digital.

“Pemanfaatan TV digital di sekolah harus terus didorong agar pembelajaran semakin menarik dan bermakna. Kami sangat berterima kasih kepada mahasiswa KKN atas inisiatif yang bermanfaat ini,” ujarnya.

Sementara itu, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Ahmad, S.Pd., M.Pd., menyebut kegiatan ini sebagai wujud nyata pengabdian mahasiswa kepada masyarakat. Ia berharap program yang dilaksanakan dapat memberikan dampak berkelanjutan bagi sekolah dan desa.

“Mahasiswa KKN hadir tidak hanya membawa program, tetapi juga solusi yang relevan dengan kebutuhan sekolah dan masyarakat,” tuturnya.

Koordinator Desa (Kordes) Kelompok II KKN PGSD Unsultra, Alfan, berharap kegiatan ini dapat terus dikembangkan ke depannya.

“Kami berharap workshop ini tidak berhenti sampai di sini. Semoga pemanfaatan TV digital di SD Negeri 8 Konda terus dikembangkan dan Sanggar Anawai Lamomea menjadi wadah pembinaan kreativitas serta karakter siswa,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, Kelompok II KKN PGSD Unsultra berharap dapat mendorong optimalisasi pemanfaatan TV digital sebagai media pembelajaran sekaligus memperkuat peran Sanggar Anawai Lamomea dalam pengembangan potensi siswa di Desa Lamomea.

Read Entire Article
Finance | Berita| Koran| Selebritis|