Ketua Umum DPP GUPPI: Pembaruan Pendidikan Islam Harus Sejalan dengan Perkembangan AI

2 weeks ago 23

SULTRAKINI.COM: KENDARI — Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Usaha Pembaruan Pendidikan Islam (DPP GUPPI), Prof. Dr. Fasli Jalal, Ph.D, menegaskan bahwa pembaruan pendidikan Islam tidak dapat berjalan secara parsial, melainkan harus menjadi gerakan bersama yang melibatkan seluruh komponen umat.

Hal tersebut disampaikannya dalam sambutan dan wawancara pada Ummusshabri Anniversary Expo 2026 yang digelar di Kampus Pesantren Ummushabri Kendari, Jumat (9/1/2026).

“Pembaruan pendidikan Islam tidak bisa berjalan sendiri. Harus menjadi gerakan bersama yang melibatkan orang tua, masyarakat, tokoh agama, serta mitra nasional dan internasional,” tegas Prof. Fasli Jalal.

Ia mengapresiasi Perguruan Ummushabri sebagai contoh konkret lembaga pendidikan Islam di kawasan Indonesia Timur yang mampu menunjukkan kualitas dan daya saing internasional. Menurutnya, dukungan orang tua, guru, tenaga kependidikan, serta keterlibatan aktif peserta didik menjadi kunci lahirnya pembelajaran yang berkualitas dan relevan dengan tantangan global.

Prof. Fasli Jalal menjelaskan bahwa GUPPI lahir dari kegelisahan para ulama, khususnya KH Ahmad Sanusi, pada tahun 1950-an, ketika banyak tokoh agama beralih ke jalur politik sehingga terjadi kekosongan peran di madrasah dan pesantren. Dari kegelisahan itulah lahir GUPPI sebagai gabungan usaha pembaruan pendidikan Islam yang tetap berakar pada nilai keislaman, namun mampu bersaing di tingkat nasional dan internasional.

Ia menyebutkan, saat ini terdapat sekitar 2.300 lembaga pendidikan dalam jaringan GUPPI dengan berbagai karakteristik dan pendekatan. Oleh karena itu, GUPPI menegaskan posisinya bukan sekadar sebagai organisasi, tetapi sebagai gerakan pembaruan pendidikan Islam.

Dalam sambutannya, Prof. Fasli Jalal juga memaparkan bahwa hingga kini GUPPI telah membentuk 22 Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) di berbagai daerah. Sebagian DPW telah siap diresmikan, sementara lainnya masih dalam proses konsolidasi dan pembentukan kepengurusan.

“Dengan penguatan database dan konsolidasi, kami semakin terbuka untuk bekerja sama dengan berbagai pihak yang memiliki visi yang sama,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa GUPPI mendorong kemitraan dua arah, baik di tingkat pusat, provinsi, maupun kabupaten dan kota, sebagai upaya memperkuat kolaborasi dalam pengembangan pendidikan Islam.

Dalam wawancaranya, Prof. Fasli Jalal juga menyoroti inovasi pendidikan yang ditampilkan dalam Ummusshabri Anniversary Expo 2026. Tahun ini, expo dinilai lebih fokus pada penguatan sains, mulai dari astronomi, eksplorasi teknologi, penggunaan drone, hingga pemanfaatan teknologi digital.

Menurutnya, konsep pembelajaran tersebut sejalan dengan kebijakan pemerintah terkait pembelajaran mendalam (deep learning) yang harus kontekstual, menyenangkan, dan bermakna bagi kehidupan peserta didik.

Selain itu, Prof. Fasli Jalal mengungkapkan bahwa dalam rangkaian konferensi internasional, akan dibahas dua kebijakan besar dari pemerintah, yakni kebijakan pembelajaran mendalam dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, serta penguatan coding, literasi digital, dan pendidikan karakter. Dari Kementerian Agama, juga akan disampaikan pengembangan kurikulum yang menekankan nilai keislaman, kepedulian lingkungan, serta keberlanjutan.

Ia juga menekankan pentingnya pengenalan kecerdasan buatan (AI) secara bijak dalam dunia pendidikan. Menurutnya, AI harus diperkenalkan sejak dini sebagai alat bantu pembelajaran, namun tetap disertai pendampingan dan dialog agar memberikan manfaat tanpa mengabaikan nilai dan etika.

“Kita perkenalkan AI secara sederhana dan bertanggung jawab. Anak-anak perlu berdialog tentang manfaat dan risikonya, agar teknologi benar-benar menjadi alat untuk belajar lebih mendalam,” katanya.

Kegiatan ini turut dihadiri sekitar 84 peserta dari berbagai daerah di Indonesia, delegasi dari luar negeri, serta jajaran pengurus DPP GUPPI. Prof. Fasli Jalal menilai Ummusshabri Anniversary Expo 2026 menjadi contoh praktik baik bagaimana pendidikan Islam dapat terus berinovasi, berkolaborasi, dan tampil relevan di tingkat global.

Laporan: Andi Mahfud

Read Entire Article
Finance | Berita| Koran| Selebritis|