SULTRAKINI.COM: KENDARI — Kepala Sekolah SMA Negeri 4 Kendari, Liyu, S.Pd., M.Pd., menegaskan bahwa penerapan pembelajaran Artificial Intelligence (AI) dan Coding di sekolah tidak dapat dilakukan secara instan. Hal tersebut disampaikannya saat ditemui Kamis siang, 8 Januari 2026, di SMA Negeri 4 Kota Kendari.
Menurut Liyu, penerapan AI dan Coding harus melalui tahapan penyesuaian yang matang dan disesuaikan dengan kondisi di lapangan. Ia menjelaskan bahwa AI dan Coding memiliki keterkaitan dengan mata pelajaran lain, khususnya Matematika, namun hingga saat ini belum menjadi mata pelajaran tersendiri dalam kurikulum nasional.
“Perubahan kurikulum itu tidak serta-merta langsung diterapkan. Harus dilihat terlebih dahulu bagaimana kurikulumnya berjalan, bagaimana mekanismenya, dan kesiapan sekolah,” ujarnya.
Ia menyebutkan bahwa ke depan, pembelajaran AI dan Coding diharapkan dapat diintegrasikan ke dalam berbagai mata pelajaran. Tujuannya agar siswa mampu memanfaatkan teknologi untuk mendukung pembelajaran yang lebih efektif dan efisien.
“Semua mata pelajaran diharapkan dapat mengimplementasikan pembelajaran mendalam dengan memanfaatkan teknologi. Dengan adanya Coding dan AI, hal-hal yang sebelumnya sulit bisa menjadi lebih mudah,” jelasnya.
Meski demikian, Liyu mengingatkan agar penggunaan AI dan Coding tidak dipahami sebagai solusi instan dalam proses belajar. Menurutnya, terdapat potensi dampak negatif apabila siswa hanya mencari jalan pintas tanpa memahami proses berpikir dan analisis di baliknya.
“Yang penting bukan mencari cara paling mudah, tetapi bagaimana siswa mengkaji dan memahami alasan di balik suatu proses. Itu yang harus disosialisasikan oleh para guru,” tegasnya.
Terkait kesiapan sekolah, Liyu menyatakan bahwa penyesuaian terhadap kebijakan dan arahan Kementerian sudah menjadi keharusan. Sekolah, kata dia, perlu bergerak bersama dan menata berbagai kekurangan secara bertahap agar implementasi pembelajaran berbasis teknologi dapat berjalan optimal.
Ia juga mengakui bahwa belum seluruh guru siap mengimplementasikan pembelajaran berbasis AI dan Coding. Oleh karena itu, peningkatan kompetensi guru perlu dibarengi dengan perhatian terhadap kesejahteraan tenaga pendidik.
“Beban kerja guru semakin berat, sementara kesejahteraan belum banyak berubah. Ini juga harus menjadi perhatian agar program dapat berjalan maksimal,” katanya.
Liyu menegaskan dukungannya terhadap pengembangan AI dan Coding di dunia pendidikan. Namun ia berharap penerapannya dilakukan secara realistis, terukur, dan disertai kesiapan sumber daya manusia di sekolah.
Laporan: Andi Mahfud

2 weeks ago
34
















































