Jurnalistik UHO Artstoryfest 2026: Festival Film Mahasiswa Digelar di Taman Budaya Kendari

1 week ago 22

SULTRAKINI.COM: Program Studi Jurnalistik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Universitas Halu Oleo (UHO) kembali menggelar Jurnalistik UHO Artstoryfest 2026 sebagai ruang aktualisasi karya mahasiswa kepada publik. Kegiatan tahunan ini berlangsung selama dua hari, 17–18 Januari 2026, bertempat di Taman Budaya Kendari, dan terbuka untuk umum mulai pukul 15.30 hingga 22.30 WITA. Festival ini menjadi ajang pemutaran film, pameran foto, serta pertunjukan seni yang menampilkan hasil pembelajaran mahasiswa Jurnalistik UHO, khususnya dari mata kuliah Film dan Sinematografi.

Dosen penanggung jawab kegiatan, Trisusilo Raharjo, menjelaskan bahwa Artstoryfest dirancang untuk membuka ruang publik agar karya film mahasiswa tidak berhenti di ruang kelas atau lingkungan kampus semata, melainkan dapat dinikmati dan dinilai langsung oleh masyarakat.

“Film mahasiswa Jurnalistik UHO jangan hanya ditonton dosen dan mahasiswa di kampus. Karena itu kami menghadirkan pemutaran film untuk publik agar karya mereka mendapat apresiasi yang lebih luas,” ujarnya usai pembukaan hari pertama kegiatan, Sabtu (17/1/2026).

Jurnalistik UHO Artstoryfest 2026 merupakan pelaksanaan tahun kedua sejak pertama kali digelar pada 2025. Pada tahun ini, rangkaian acara dikemas lebih variatif. Hari pertama diisi dengan pameran foto karya mahasiswa Jurnalistik UHO, sedangkan hari kedua sebagai puncak acara akan menghadirkan pementasan tari, talk show film, serta pemutaran film layar tancap karya mahasiswa.

Mengusung tema “Sultra4Everyone”, mahasiswa Jurnalistik UHO ditantang mengangkat cerita yang merefleksikan kehidupan masyarakat Sulawesi Tenggara, khususnya Kota Kendari, melalui pendekatan visual yang dekat dengan realitas sosial.

“Genre film bebas, tetapi secara tema harus menggambarkan Sultra. Ide-ide yang diangkat benar-benar dekat dengan kehidupan kita sehari-hari,” jelas Trisusilo.

Sebanyak sembilan film karya mahasiswa Jurnalistik UHO angkatan 2023 dari tiga kelas berbeda akan diputar pada puncak acara. Sementara itu, pameran foto menampilkan karya mahasiswa angkatan 2025. Kepanitiaan inti juga melibatkan kolaborasi mahasiswa angkatan 2023 dan 2025, sehingga festival ini menjadi ruang pembelajaran lintas angkatan.

Menurut Trisusilo, antusiasme mahasiswa tahun ini meningkat signifikan dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya. Seluruh mahasiswa tidak hanya terlibat sebagai panitia, tetapi juga wajib terjun langsung dalam proses produksi film.

“Mahasiswa mendapatkan dua pengalaman sekaligus, yakni produksi film dan pengelolaan event. Persiapan tahun ini jauh lebih matang,” katanya.

Untuk mendukung atmosfer festival dan memperkuat kolaborasi dengan masyarakat, panitia turut melibatkan sekitar delapan stand UMKM, sebagai upaya mendorong perputaran ekonomi lokal selama kegiatan berlangsung.

Jurnalistik UHO Artstoryfest 2026 menargetkan jumlah pengunjung melampaui capaian tahun lalu yang mencapai 400–500 orang. Pemilihan lokasi di luar kampus dilakukan agar masyarakat dapat melihat secara langsung kualitas karya mahasiswa Jurnalistik UHO.

“Ketika dinilai langsung oleh masyarakat, bebannya memang lebih besar, tetapi justru itu yang membuat mahasiswa lebih serius dan bertanggung jawab terhadap karyanya,” tambah Trisusilo.

Sementara itu, Ketua Program Studi Jurnalistik UHO, Marsia Sumule Genggong, S.Sos., M.I.Kom., menegaskan bahwa Jurnalistik UHO Artstoryfest merupakan implementasi langsung dari kurikulum Program Studi Jurnalistik, khususnya mata kuliah Film dan Sinematografi yang bersifat wajib.

“Festival ini kami rancang sebagai bentuk aktualisasi pembelajaran. Mahasiswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga menampilkan hasil belajarnya kepada masyarakat luas,” ujarnya.

Marsia menilai Artstoryfest menjadi ruang kolaborasi kreatif mahasiswa Jurnalistik UHO, mulai dari seni pertunjukan hingga film fiksi dan dokumenter, sekaligus sarana menunjukkan kesiapan mereka sebagai calon profesional di bidang media visual dan audio visual.

Ia juga mengapresiasi tingginya antusiasme mahasiswa yang mampu menyiapkan kegiatan ini dalam waktu relatif singkat.

“Ini menunjukkan kepekaan, tanggung jawab, dan keterampilan mahasiswa yang telah diasah melalui proses pembelajaran,” ungkapnya.

Menurut Marsia, Jurnalistik UHO Artstoryfest juga menjadi alternatif positif bagi mahasiswa di tengah dominasi media sosial.

“Kami berharap mahasiswa tidak hanya menjadi konsumen media sosial, tetapi juga produsen karya kreatif yang berdampak positif, inspiratif, dan memperkaya khazanah budaya visual,” tutupnya.

Jurnalistik UHO Artstoryfest 2026 mendapat dukungan penuh dari pimpinan Universitas Halu Oleo, mulai dari Dekan FISIP, Ketua Jurusan, hingga Kaprodi Jurnalistik, serta telah ditetapkan sebagai agenda tahunan mahasiswa Jurnalistik UHO. Pada puncak acara, talk show film akan menghadirkan Ridwan, Ketua FerviS (Perkumpulan Film Sulawesi Tenggara) sekaligus alumni Jurnalistik UHO angkatan 2004.

Laporan: Andi Mahfud

Read Entire Article
Finance | Berita| Koran| Selebritis|