Gerakan Pangan Murah Diserbu Warga Kendari, Beras SPHP Dibanderol Rp58 Ribu

15 hours ago 10

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Puluhan masyarakat Kota Kendari memadati pelataran Balai Kota Kendari, Selasa (14/7/2026). Mereka berburu berbagai kebutuhan pokok dengan harga terjangkau dalam kegiatan Gerakan Pangan Murah yang turut diramaikan bazar kuliner UMKM.

Sejak pagi, warga tampak mengantre untuk membeli beras, minyak goreng, gula pasir, hingga aneka bahan pangan lainnya yang dijual di bawah harga pasar. Selain itu, puluhan stan UMKM juga menawarkan beragam olahan pangan dan jajanan kepada pengunjung.

Kegiatan tersebut digelar Pemerintah Kota Kendari melalui Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang) sebagai upaya menjaga stabilitas harga pangan sekaligus membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih murah.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Kendari, Abdul Rauf, mengatakan Gerakan Pangan Murah merupakan tindak lanjut arahan Presiden RI yang kemudian diteruskan oleh pemerintah pusat, pemerintah provinsi hingga pemerintah daerah.

“Gerakan pangan murah ini memang sesuai arahan Bapak Presiden, pemerintah pusat kemudian juga pemerintah provinsi dan Pemerintah Kota Kendari. Kita akan terus mengikuti perkembangan rilis inflasi, tetapi yang paling utama masyarakat bisa mendapatkan pangan dengan harga yang terjangkau,” ujar Abdul Rauf saat diwawancarai di Balai Kota Kendari sekitar pukul 10.45 Wita.

Menurutnya, pelaksanaan Gerakan Pangan Murah kali ini juga dikolaborasikan dengan kegiatan nonton bareng kejuaraan dunia sepak bola. Konsep tersebut mengusung misi SKI, yakni Sinergitas, Kolaborasi, dan Inovasi.

Gerakan Pangan Murah mulai dilaksanakan pada Selasa (14/7/2026) dan dijadwalkan berlangsung hingga Senin mendatang atau bertepatan dengan babak semifinal Piala Dunia. Selama kegiatan berlangsung, stan bazar kuliner yang dikelola puluhan pelaku UMKM juga akan tetap melayani pengunjung hingga malam hari, bersamaan dengan pelaksanaan nonton bareng pertandingan sepak bola.

“Kami bersama Dinas Pemuda dan Olahraga menggabungkan kegiatan nonton bareng dengan Gerakan Pangan Murah dan bazar kuliner olahan pangan. Tujuannya agar masyarakat bisa menikmati hiburan sekaligus memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau,” katanya.

Abdul Rauf menjelaskan, pada kegiatan tersebut pihaknya menghadirkan sekitar 20 kelompok UMKM kuliner serta 25 distributor pangan. Kolaborasi itu diharapkan mampu menggerakkan perekonomian masyarakat sekaligus menjaga ketersediaan bahan pangan.

Ia menegaskan, tujuan utama kegiatan tersebut bukan mencari keuntungan, melainkan membantu masyarakat memperoleh bahan pangan dengan harga yang lebih murah sehingga daya beli tetap terjaga dan inflasi daerah dapat dikendalikan.

“Kami membawa misi sosial. Semua pihak kami ajak berkolaborasi karena kalau pekerjaan dikerjakan bersama-sama, insyaallah hasilnya akan lebih baik,” ungkapnya.

Abdul Rauf menyebut keberhasilan kegiatan tersebut juga tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, mulai dari Pemerintah Kota Kendari, Bank Indonesia, UD Maju, distributor pangan hingga para pelaku UMKM yang ikut berpartisipasi.

Untuk komoditas pangan, pihaknya menjual beras SPHP seharga Rp58 ribu per 5 kilogram, lebih murah dibandingkan Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp62.500. Sementara minyak goreng premium dijual Rp22 ribu per liter, jauh di bawah harga pasaran yang mencapai sekitar Rp28 ribu, sedangkan gula pasir dijual Rp19 ribu per kilogram. Selain itu, telur ayam juga dipasarkan dengan harga berkisar Rp40 ribu hingga Rp45 ribu per rak, lebih murah dibandingkan harga di sejumlah pasar.

Di akhir wawancara, Abdul Rauf mengajak masyarakat, khususnya kalangan ekonomi menengah ke bawah, memanfaatkan Gerakan Pangan Murah karena kegiatan tersebut tidak digelar setiap hari. Ia berharap kolaborasi antara pemerintah, distributor pangan dan UMKM terus terjalin untuk menjaga stabilitas harga sekaligus meningkatkan perputaran ekonomi masyarakat di Kota Kendari.

Laporan: Andi Mahfud

Read Entire Article
Finance | Berita| Koran| Selebritis|