SULTRAKINI.COM: KENDARI – Suasana penuh semangat dan antusiasme mewarnai pelaksanaan hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 di Aula SMAN 2 Kendari, Senin (13/7/2026). Ratusan siswa baru tampak mengikuti kegiatan pembukaan dengan tertib sebagai langkah awal mengenal lingkungan sekolah dan budaya belajar di SMAN 2 Kendari.
Kegiatan MPLS tahun ini mengusung tema “MPLS Ramah, Hari Baru Nyaman, dan Tumbuh Berkarakter.” Tema tersebut menjadi landasan sekolah dalam membangun lingkungan belajar yang aman, nyaman, inklusif, serta mendukung pembentukan karakter peserta didik sejak hari pertama.
Kepala SMAN 2 Kendari, Nur Aida, mengatakan pelaksanaan MPLS mengacu pada petunjuk teknis yang ditetapkan Kementerian Pendidikan. Berdasarkan ketentuan tersebut, SMAN 2 Kendari menerima sebanyak 432 peserta didik baru yang terbagi ke dalam 12 rombongan belajar (rombel), masing-masing berisi 36 siswa.
“Jadi sesuai dengan juknis yang diturunkan oleh Kementerian Pendidikan, sekolah memperoleh kuota sebanyak 36 siswa untuk 12 rombel. Jadi jumlah peserta didik baru tahun ini sebanyak 432 siswa dan itu memang sudah ditetapkan sesuai aturan,” ujar Nur Aida.
Menurutnya, seluruh rangkaian kegiatan MPLS tidak hanya berisi pengenalan fasilitas dan lingkungan sekolah, tetapi juga dirancang untuk menanamkan nilai-nilai karakter kepada peserta didik baru.
Ia menjelaskan, tema MPLS tahun ini menitikberatkan pada terciptanya sekolah yang ramah bagi seluruh siswa. Karena itu, seluruh aktivitas, mulai dari materi yang diberikan hingga cara guru memperlakukan peserta didik, diarahkan untuk menciptakan lingkungan belajar yang positif.
“Yang dimaksud ramah di sini adalah ramah anak, ramah lingkungan, dan ramah sekolah. Kami ingin suasana sekolah menjadi tempat yang nyaman sehingga siswa menganggap sekolah sebagai rumah kedua,” katanya.
Nur Aida menegaskan, sekolah juga berkomitmen menciptakan lingkungan yang bebas dari perundungan maupun tindakan yang dapat membuat peserta didik merasa tidak aman selama menjalani proses pendidikan.
“Kami berharap suasana yang tercipta benar-benar jauh dari perundungan. Anak-anak harus merasa aman, nyaman, dan senang berada di sekolah sehingga karakter positif mereka dapat tumbuh dengan baik,” jelasnya.
Pelaksanaan MPLS di SMAN 2 Kendari berlangsung selama lima hari, mulai 13 hingga 17 Juli 2026. Selama kegiatan tersebut, siswa akan mengikuti empat materi utama yang telah disusun sesuai petunjuk teknis dari pemerintah.

Empat materi utama tersebut meliputi Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, Pagi Ceria, Sopan Santun dalam Bermedia Sosial, serta Budaya 5S yang terdiri dari senyum, sapa, salam, sopan, dan santun. Selain itu, peserta juga akan memperoleh materi pendamping mengenai bahaya narkoba, pencegahan bullying, pengenalan lingkungan sekolah, serta materi “Aku, Guru, dan Sekolahku.”
Menurut Nur Aida, seluruh materi tersebut diharapkan mampu membentuk peserta didik menjadi pribadi yang disiplin, mampu bekerja sama, menghargai sesama, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan sekolah sejak awal mereka menempuh pendidikan di SMAN 2 Kendari.
Di akhir wawancara, ia berpesan agar seluruh siswa baru memanfaatkan masa MPLS sebagai awal untuk meraih prestasi dan membangun karakter. Ia berharap seluruh peserta didik dapat menjadi generasi yang membanggakan orang tua, masyarakat, bangsa, dan negara, sejalan dengan visi SMAN 2 Kendari untuk mewujudkan generasi berkarakter Pancasila, unggul dalam prestasi, serta memiliki daya saing global. Bahkan, menurutnya, sejumlah alumni SMAN 2 Kendari telah berhasil melanjutkan pendidikan hingga ke luar negeri, sehingga diharapkan dapat menjadi motivasi bagi siswa baru untuk terus berprestasi.
Laporan: Andi Mahfud

15 hours ago
6
















































