SULTRAKINI.COM: KENDARI — BPMP Provinsi Sulawesi Tenggara bersama Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Tenggara dan BGTK Sulawesi Tenggara menggelar kegiatan Jalan Sehat bertajuk “Ramah Sama Teman” di pelataran MTQ Kendari, Minggu (23/11/2025). Kegiatan ini menjadi bagian dari kampanye publik untuk menumbuhkan kepedulian, empati, serta budaya saling menjaga di lingkungan pendidikan.
Acara tersebut turut dihadiri tiga UPT Kemendikdasmen Sultra, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kendari, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sultra, serta ratusan siswa, guru, kepala sekolah SD, SMP, dan SMA se-Kota Kendari. Para orang tua murid juga tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan.
Kepala BPMP Sulawesi Tenggara, Junaiddin Pagala, menjelaskan bahwa Jalan Sehat ini merupakan hasil kolaborasi tiga UPT Kemendikdasmen Sultra: BPMP, BGTK, dan Balai Bahasa Sultra. Ia menyebut kegiatan ini sekaligus menjadi momentum peringatan Hari Anak Sedunia (20 November) dan Hari Guru Nasional (25 November).
“Jalan Sehat kali ini mengusung tema Rukun Sama Teman sebagai upaya menyebarkan informasi dan meningkatkan kesadaran untuk menekan angka kekerasan di tingkat satuan pendidikan,” ujarnya.
Menurut Junaiddin, isu kekerasan di sekolah saat ini semakin meningkat sehingga dibutuhkan gerakan bersama untuk memperkuat pendidikan karakter.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap nilai empati, saling menghormati, dan saling memuliakan dapat semakin dibumikan di sekolah. Jika anak-anak rukun dan saling menyayangi, maka kekerasan dapat ditekan,” terangnya.
Sejalan dengan itu, Kepala Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Tenggara, Dewi Pridayanti, menyoroti maraknya kasus perundungan (bullying) yang dialami siswa di sekolah.
“Kita tahu bersama bahwa bullying sekarang sangat marak di ranah sekolah. Dengan inisiasi dari Kemendikdasmen ini, kami ingin mendorong bagaimana siswa bisa saling mengenal, saling memahami, dan rukun satu sama lain,” jelasnya.
Ia juga menegaskan bahwa proses belajar yang nyaman hanya bisa tercipta ketika guru dan murid saling mengerti serta memiliki empati.
“Kami ingin mengajak guru dan anak-anak menciptakan suasana sekolah yang nyaman. Lingkungan belajar yang menghargai satu sama lain adalah kunci menghindari bullying,” ujarnya.6
Selain Jalan Sehat, kegiatan ini dirangkaikan dengan senam sehat, kuis berhadiah, serta pembagian slogan kampanye anti-kekerasan dan ajakan untuk rukun sesama teman. Seluruh materi kampanye menjadi sarana edukasi bagi masyarakat, siswa, dan keluarga untuk membangun budaya yang lebih ramah, empatik, dan saling menjaga di lingkungan sekolah.
Laporan: Riswan

1 week ago
15















































