SULTRAKINI.COM: KENDARI — Kegiatan Jalan Sehat bertajuk “Rukun Sama Teman” yang digelar Minggu (23/11/2025) di pelataran MTQ Kendari menjadi momentum kampanye nasional pencegahan kekerasan dan bullying di satuan pendidikan. Tiga UPT Kemendikdasmen Sultra—BPMP, BGTK, dan Balai Bahasa—hadir bersama Dinas Pendidikan Provinsi Sultra, Dinas Pendidikan Kota Kendari, serta ratusan guru, kepala sekolah, dan siswa dari jenjang SD, SMP, hingga SMA.
Dalam wawancara di lokasi kegiatan, Bersama Ketua Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Sulawesi Tenggara, Surip Widodo, S.Si., M.M.
Surip Widodo menjelaskan bahwa seluruh UPT bergerak serentak untuk memperkuat ekosistem pendidikan yang aman dan ramah.
“Tujuan kegiatan ini adalah mengamankan sekolah dari kekerasan atau bullying. Kami ingin anak-anak saling menjaga sesama teman di sekolah,” ujarnya.
Ia mengatakan bahwa beberapa kasus kekerasan masih muncul di sekolah sehingga membutuhkan tindakan sistematis.
“Kemarin ada beberapa kejadian yang mulai terlihat. Sesuai amanah Presiden, kita bergerak pelan-pelan tapi terstruktur. BPMP bergerak lewat siswanya, dan kami di BGTK lewat guru,” jelasnya.
Menurut Surip Widodo, persoalan bullying tidak hanya muncul di lingkungan sekolah, tetapi juga dipengaruhi media sosial.
“Tantangannya adalah lingkungan sekolah dan pergaulan di luar. Media sosial sekarang tanpa filter dan bisa mempercepat persoalan,” tegasnya.
Untuk menjawab tantangan itu, BGTK melakukan penguatan kompetensi guru dengan pendekatan teknologi.
“Kami melakukan pelatihan coding dan kecerdasan artifisial (AI). Ini salah satu upaya untuk mendukung pencegahan bullying,” katanya.
Surip menekankan bahwa guru memegang peran penting dalam menjaga keamanan psikologis siswa.
“Guru harus jadi teladan dan fasilitator. Mereka memberi contoh baik dan pemahaman kepada siswa,” ujarnya.
BGTK juga menyiapkan pelatihan konseling untuk meningkatkan kepekaan guru dalam mencegah intimidasi.
“Tahun depan semua guru — SD, SMP, dan SMA — akan diberikan pelatihan kepekaan untuk mengantisipasi intimidasi agar tidak terjadi lagi kekerasan,” tambahnya.
Menurutnya, minat mengikuti kegiatan ini sangat besar.
“Kami undang beberapa sekolah, tapi justru banyak yang minta dilibatkan. Ada sekitar 150 perwakilan hadir, dan banyak lagi yang ingin ikut namun kuotanya terbatas,” jelasnya.
Kegiatan ini merupakan bagian dari gerakan nasional yang berlangsung di seluruh Indonesia.
“Ini kegiatan tahunan dan sekarang digerakkan secara nasional. Acara ini live nasional, 34 provinsi bergerak bersamaan dan dipantau langsung oleh Presiden,” kata Surip.
Menutup sesi wawancara, ia menyampaikan harapannya:
“Semoga kegiatan ini menular ke semua tempat. Minimal masyarakat di sekitar MTQ tahu bahwa sekolah sudah mulai memitigasi kekerasan. Harapan kami anak-anak lebih akrab, tidak saling berkelahi, dari SD, SMP, sampai SMA,” pungkasnya.
Melalui gerakan nasional “Rukun Sama Teman”, BGTK Sultra menegaskan komitmen untuk menghadirkan sekolah yang aman dan bebas bullying. Kolaborasi UPT, guru, dan siswa diharapkan mampu memperkuat budaya saling menjaga sehingga kekerasan di sekolah dapat ditekan dan lingkungan belajar menjadi lebih harmonis.
Laporan: Andi Mahfud

1 week ago
16















































