SULTRAKINI.COM: KENDARI— Universitas Halu Oleo (UHO) kembali melakukan gebrakan baru melalui seminar Infrapreneur yang dirangkaikan dengan launching Bank Sampah FISIP UHO, bekerja sama dengan Galeri Investasi FISIP. Program ini tidak hanya mendorong pengelolaan sampah bernilai ekonomi, tetapi juga mengarahkan hasilnya untuk diinvestasikan ke pasar modal Indonesia.
Dalam sambutannya, Ricky, S.E., M.M., CFP., Deputi Kepala Wilayah Sulawesi Tenggara PT Bursa Efek Indonesia, menjelaskan berbagai persoalan global seperti polusi, perang, dan krisis lingkungan yang mendorong dunia melahirkan Sustainable Development Goals (SDGs). Salah satu poin penting dari SDGs adalah bagaimana perusahaan dan individu turut mendorong keberlanjutan lingkungan.
Ia memaparkan perkembangan konsep Environmental, Social, and Governance (ESG) yang kini menjadi standar penilaian perusahaan modern. Menurutnya, perusahaan yang patuh terhadap ESG justru lebih dipercaya investor dan sering masuk ke indeks serta reksadana berbasis keberlanjutan.
Ricky juga menjelaskan tentang mekanisme Bursa Karbon, tempat jual-beli emisi karbon antar perusahaan. Perusahaan yang menghasilkan emisi tinggi harus membeli kredit karbon dari perusahaan yang ramah lingkungan. Meski saat ini masih banyak diterapkan untuk perusahaan besar, ia memprediksi dalam 10–15 tahun ke depan kebijakan karbon dapat diterapkan hingga tingkat institusi bahkan individu.
Dalam paparannya, ia turut mengulas dasar-dasar pasar modal—mulai dari saham, reksadana, hingga obligasi. “Pasar modal adalah tempat bertemunya pihak yang membutuhkan modal dan pihak yang memiliki modal. Keuntungan bisa dari kenaikan harga saham, dividen, hingga hak suara dalam RUPS,” jelasnya.
Ia menegaskan dua keunggulan utama investasi di pasar modal: modal yang sangat terjangkau dan akses yang mudah. “Beli saham tidak perlu modal besar. Minimal satu lot bisa sekitar lima ribu rupiah. Untuk membuka rekening saham juga sangat mudah, cukup KTP dan rekening tabungan,” tambahnya.
Dalam wawancara usai kegiatan, Ricky menjelaskan bahwa program ini merupakan inisiatif Galeri Investasi FISIP UHO, yang merupakan kerja sama tiga pihak:
1. Bursa Efek Indonesia (BEI)
2. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UHO
3. Anggota Bursa/Sekuritas (yang kali ini berhalangan hadir)
Galeri Investasi menjadi pihak yang meluncurkan program bank sampah di FISIP, dengan tujuan agar sampah yang dikumpulkan mahasiswa dan sivitas akademika bisa ditukar menjadi uang, lalu uang tersebut dikelola lebih jauh melalui investasi di pasar modal.
“Selama ini sampah dianggap tidak bernilai. Padahal jika dikelola, sampah bisa menjadi uang. Dan harapan kami, uang ini tidak habis untuk hal konsumtif, tetapi dikelola kembali melalui investasi seperti saham, reksadana, atau obligasi pemerintah,” tuturnya.
Ia menilai mahasiswa Gen Z memiliki potensi besar, tetapi literasi keuangan mereka perlu diperkuat. “Banyak anak muda punya uang tapi tidak tahu cara mengelolanya. Cenderung habis untuk konsumsi. Melalui literasi keuangan seperti ini, minimal mereka bisa membedakan kebutuhan dan keinginan, lalu belajar berinvestasi sejak dini.”
Ricky menekankan agar mahasiswa berhati-hati terhadap tawaran investasi yang tidak jelas.
“Triknya selalu ingat dua L: Legal dan Logis.
Logis artinya penawarannya masuk akal. Jika terlalu besar dan tidak wajar, jangan percaya.”
Ia mengungkapkan bahwa BEI Sultra saat ini telah membina 19 Galeri Investasi di Sulawesi Tenggara sebagai upaya memperkuat literasi keuangan dan mencegah mahasiswa terjebak investasi bodong.
Menurut Ricky, program bank sampah ini memiliki dampak jangka panjang bila dilakukan konsisten.
“Sampah menjadi uang, uang menjadi investasi. Dampaknya bukan hanya sesaat, tetapi untuk masa depan. Karena investasi adalah bekal kehidupan jangka panjang.”
Ia berharap program ini berkembang menjadi gerakan literasi keuangan berkelanjutan di UHO, bukan sekadar pengumpulan sampah, tetapi menjadi budaya mengelola uang dan aset secara sehat di kalangan mahasiswa.
Laporan: Andi Mahfud

1 week ago
19















































