Wisudawan Terbaik UHO Sesi Siang Raih IPK 3,91, Libethy Sampaikan Pesan

11 hours ago 7

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Setelah rangkaian wisuda UHO pada Periode VII, prosesi dilanjutkan pada sesi siang atau Periode VIII di Auditorium Mokodompit UHO, Kendari, Sabtu (22/8/2026). Sebanyak 743 wisudawan dikukuhkan pada sesi ini, dengan Libethy Mendila Tappo berhasil meraih predikat wisudawan terbaik.

Libethy merupakan lulusan Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM), Program Studi Kesehatan Masyarakat. Ia mencatat Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,91 dengan predikat pujian dan berhasil menyelesaikan pendidikan dalam waktu 4 tahun 0 bulan.

Prestasi tersebut menjadi capaian tersendiri bagi Libethy setelah melewati berbagai tantangan selama menjalani perkuliahan. Ia mengaku tidak menyangka dapat meraih predikat wisudawan terbaik dengan IPK 3,91.

“Tidak menyangka dengan IPK seperti demikian bisa menjadi wisudawan terbaik. Tapi buat teman-teman yang di luar sana tetap semangat. Menjadi wisudawan terbaik juga bukan berarti menjadi yang terbaik, karena kita bisa menjadi versi yang terbaik dari diri kita sendiri,” ujar Libethy.

Perempuan kelahiran Samarinda tahun 2004 itu merupakan anak pertama dari tiga bersaudara, putri pasangan Kalvin Tappo dan Pinceandaliani Mendila. Meski lahir di Samarinda, Libethy berasal dari Makassar dan menempuh pendidikan sarjana di Universitas Halu Oleo, Kendari.

Selama menjalani perkuliahan, Libethy mengaku menghadapi berbagai tantangan. Selain persoalan keluarga, kondisi ekonomi juga menjadi salah satu hal yang harus dilaluinya hingga akhirnya mampu menyelesaikan pendidikan dengan baik.

“Tantangannya sebenarnya cukup banyak, dari masalah keluarga juga masalah ekonomi, tapi puji Tuhan semuanya bisa terlalui dengan baik,” katanya.

Di tengah berbagai tantangan tersebut, Libethy tetap berusaha menjaga proses akademiknya. Ia menilai mahasiswa perlu disiplin mengikuti perkuliahan, menyelesaikan tugas dan memastikan tidak ada mata kuliah yang tertunda.

“Kalau tipsnya, jangan ada mata kuliah yang tertunda, kemudian rajin masuk kelas, rajin mengerjakan tugas. Sama rajin-rajin mengerjakan skripsi, karena skripsi yang baik adalah skripsi yang selesai,” jelasnya.

Usai menyelesaikan pendidikan S1, Libethy berencana mencari pekerjaan terlebih dahulu sebelum melanjutkan pendidikan ke jenjang magister. Ia ingin melanjutkan pendidikan S2 dengan biaya sendiri setelah memiliki pekerjaan.

“Mungkin mau kerja dulu, mau cari pekerjaan, setelah itu melanjutkan pendidikan dengan biaya sendiri,” ungkapnya.

Libethy juga berpesan kepada mahasiswa dan adik-adik yang sedang menempuh pendidikan agar tidak mudah menyerah menghadapi berbagai tantangan selama kuliah. Menurutnya, semangat, kedisiplinan dan kemauan untuk menyelesaikan setiap tugas menjadi hal penting dalam menuntaskan pendidikan.

“Untuk adik-adik sekalian di sana, jangan patah semangat, tetap semangat kalian, jangan bermalas-malasan. Rajin mengerjakan tugas, rajin mengikuti kuliah, terus kalau mengerjakan skripsi itu dikerjakan, jangan tidak dikerjakan,” pungkasnya.

Laporan: Andi Mahfud

Read Entire Article
Finance | Berita| Koran| Selebritis|