Pencurian Helm dan Motor Hantui UHO, Warek III Ungkap Langkah Pengamanan

15 hours ago 11

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Kasus kehilangan barang, mulai dari helm hingga kendaraan bermotor mahasiswa, menjadi perhatian Universitas Halu Oleo (UHO). Kampus mendorong penguatan sistem keamanan, termasuk pengadaan kamera pengawas atau CCTV di sejumlah titik yang dinilai rawan terjadi pencurian.

Wakil Rektor III Universitas Halu Oleo (UHO) Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Dr. Herman, S.H., LL.M, menyampaikan langkah tersebut saat ditemui pada salah satu kegiatan UHO, Selasa (11/8/2026).

Menurut Herman, setiap fakultas di lingkungan UHO telah disarankan mengusulkan pengadaan CCTV, khususnya untuk dipasang pada lokasi yang memiliki tingkat kerawanan pencurian.

“Yang pertama, sekarang semua fakultas kita sarankan untuk mengusulkan pengadaan CCTV. Titik-titik CCTV itu adalah titik-titik di mana rawan pencurian,” kata Herman.

Ia juga mengimbau mahasiswa dan seluruh warga UHO untuk memarkir kendaraan di lokasi parkir yang telah ditentukan. Menurutnya, lokasi tersebut menjadi salah satu titik yang dapat dipantau melalui kamera pengawas.

“Oleh karena itu, imbauannya kepada mahasiswa ataupun warga Universitas Halu Oleo agar mereka parkir di tempat parkir yang telah ditentukan. Karena di situ sudah disorot oleh CCTV,” ujarnya.

Selain mengandalkan sistem pengawasan, Herman meminta mahasiswa lebih memperhatikan keamanan barang pribadi. Khusus pemilik kendaraan bermotor, ia menyarankan mahasiswa membawa helm ke dalam kelas selama tidak mengganggu proses perkuliahan.

“Helmnya mereka bisa bawa di dalam kelas sepanjang tidak mengganggu, karena helm adalah bagian yang selalu hilang,” jelasnya.

Untuk kendaraan bermotor, mahasiswa juga diminta menggunakan pengamanan tambahan. Herman menyarankan pemilik kendaraan tidak hanya mengandalkan kunci standar pada motor, tetapi menggunakan kunci ganda sebagai langkah pencegahan.

“Motor itu tidak apa-apa memakai kunci ganda. Artinya tidak hanya sebatas mengandalkan kunci setang, tetapi juga menggunakan kunci dobel. Ada yang dijual dan kami mengimbau mereka melengkapi dengan hal itu,” katanya.

Langkah berikutnya, kata Herman, UHO akan mengoptimalkan sistem pengawasan melalui satuan tugas (Satgas) yang bertugas di lingkungan kampus. Menurutnya, personel yang dimiliki saat ini sudah cukup mumpuni dan perlu didukung dengan fasilitas agar dapat menjalankan pengawasan secara lebih maksimal.

“Kami optimalkan sistem pengawasan melalui Satgas Universitas Halu Oleo. Satgas kita ini sudah mumpuni, sudah cukup, tinggal kita dukung dengan fasilitas sehingga mereka bisa mobile,” ungkapnya.

Ia juga meminta petugas keamanan yang ditempatkan di fakultas maupun kawasan perkantoran UHO tidak hanya berfokus memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat yang menggunakan layanan kampus.

Herman menegaskan, petugas juga harus aktif mengamati kondisi di lingkungan kampus yang berpotensi memunculkan tindak kriminalitas, termasuk pencurian.

“Satpam atau Satgas yang ditugaskan di unit, apakah itu di fakultas atau di lingkungan perkantoran lain yang ada di dalam UHO, kami selalu ingatkan bahwa mereka tidak hanya sekadar memberikan kenyamanan terhadap orang yang mendapatkan layanan di UHO, tetapi juga mencermati dan mengamati hal-hal yang terkait dengan aspek-aspek yang bisa memunculkan kriminalitas,” pungkasnya.

Laporan: Andi Mahfud

Read Entire Article
Finance | Berita| Koran| Selebritis|