SULTRAKINI.COM: KENDARI – Universitas Halu Oleo (UHO) melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) menghadirkan inovasi pembelajaran berbasis teknologi melalui pengembangan E-Modul Pendidikan Karakter Lingkungan Berbasis Ekokritik. Program ini menjadi upaya strategis dalam memperkuat kapasitas guru dan komunitas lingkungan untuk membangun kesadaran ekologis peserta didik di tingkat sekolah menengah.
Kegiatan bertajuk “Pemberdayaan Guru dan Komunitas Lingkungan melalui Pengembangan E-Modul Pendidikan Karakter Lingkungan Berbasis Ekokritik” ini dilaksanakan bersama mitra SMKS Kesehatan Tunas Husada Kendari dengan melibatkan guru sebagai sasaran utama pemberdayaan. Program ini diketuai oleh Dr. Wahyudin Madil, S.Pd., M.Pd., bersama anggota tim Mutmainnah, S.S., M.Hum. dan Nur Israfyan Sofian, S.Pd., M.Hum. dari Universitas Halu Oleo.
Program pengabdian ini berangkat dari kebutuhan untuk memperkuat pendidikan karakter lingkungan di sekolah. Selama ini, pembelajaran lingkungan masih menghadapi berbagai tantangan, seperti keterbatasan bahan ajar digital kontekstual, belum optimalnya integrasi nilai lingkungan dalam pembelajaran, serta masih terbatasnya kolaborasi antara sekolah dan komunitas lingkungan.
Melalui pendekatan pemberdayaan berbasis masyarakat, tim pengabdian memberikan pelatihan, pendampingan, serta penguatan kolaborasi antara guru dan komunitas lingkungan dalam mengembangkan bahan ajar digital yang inovatif. E-Modul yang dikembangkan tidak hanya berisi materi lingkungan, tetapi juga memuat aktivitas reflektif, tugas berbasis proyek, kajian isu lingkungan lokal, serta instrumen evaluasi karakter lingkungan peserta didik.
Pendekatan ekokritik menjadi salah satu aspek penting dalam program ini. Melalui pendekatan tersebut, peserta didik diarahkan untuk memahami hubungan antara manusia, lingkungan, dan budaya secara lebih kritis. Pendidikan lingkungan tidak hanya dipandang sebagai penyampaian informasi mengenai alam, tetapi juga sebagai proses membangun kepedulian, tanggung jawab, dan kesadaran ekologis.
Dalam pelaksanaannya, sebanyak 15 orang guru mitra terlibat dalam proses pemberdayaan untuk meningkatkan kemampuan dalam merancang pembelajaran berbasis karakter lingkungan. Guru mendapatkan pendampingan dalam menyusun struktur E-Modul, mengembangkan materi pembelajaran, merancang aktivitas refleksi, hingga menyusun evaluasi karakter lingkungan.
Kehadiran E-Modul ini diharapkan menjadi solusi terhadap keterbatasan bahan ajar digital yang selama ini masih bersifat umum dan belum sepenuhnya menghubungkan konsep lingkungan dengan realitas kehidupan peserta didik. Produk inovasi tersebut dirancang agar pembelajaran menjadi lebih kontekstual, interaktif, dan bermakna.

5 hours ago
8

















































