PBAK 2026 UIN Kendari, BEM Ingatkan Senior Tak Lakukan Kekerasan terhadap Maba

1 day ago 11

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Pelataran UIN Kendari dipenuhi mahasiswa baru yang mulai menjalani pengalaman pertama mereka sebagai bagian dari kehidupan kampus. Melalui Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) 2026, para maba diperkenalkan dengan lingkungan akademik sekaligus kehidupan kemahasiswaan di kampus.

Sebanyak 1.137 mahasiswa baru mengikuti PBAK 2026 yang digelar selama empat hari, mulai 18 hingga 21 Agustus 2026 di UIN Kendari. Kegiatan ini mengusung tema “Maba Rantai Generasi Emas 2045, Pengawal Transformasi yang Berintegritas, Unggul, Inklusif, dan Berdaya Saing Global.”

Momentum tersebut mendapat perhatian dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UIN Kendari. BEM mengingatkan para senior agar tidak menjadikan kegiatan PBAK sebagai ajang melakukan kekerasan atau menunjukkan sikap senioritas kepada mahasiswa baru.

Ketua BEM UIN Kendari, Risdawati, meminta para senior memberikan bimbingan dan dukungan kepada mahasiswa baru angkatan 2026. Menurutnya, PBAK seharusnya menjadi ruang untuk membantu maba beradaptasi dengan kehidupan kampus.

“Saya harap kakanda-kakanda senior mampu memberikan bimbingan, kemudian memberikan dukungan kepada adik-adik maba sehingga perilaku seperti kekerasan atau senioritas itu sudah hilang,” kata Risdawati.

Ia menilai budaya kekerasan terhadap junior sudah tidak relevan dengan kehidupan mahasiswa saat ini. Senior dan junior, kata dia, harus ditempatkan sebagai mitra intelektual yang dapat bersama-sama berpikir dan berproses.

“Budaya-budaya kekerasan terhadap junior saya anggap itu sudah lampau. Kita masuk era di mana kita sebagai mahasiswa, baik senior maupun junior adalah mitra intelektual dan mitra dalam berpikir,” ujarnya.

Risdawati juga menegaskan BEM UIN Kendari akan mengambil sikap apabila ditemukan adanya tindakan kekerasan maupun penyimpangan selama kegiatan PBAK. Pihaknya siap berkoordinasi dengan kampus untuk memastikan tindakan tersebut ditangani sesuai aturan.

“Apabila kemudian hari ada perilaku penyimpangan atau perilaku kekerasan senioritas, maka saya selaku Ketua BEM UIN Kendari akan bertindak tegas, baik melalui BEM sendiri maupun berkoordinasi dengan pihak kampus,” tegasnya.

Sementara kepada mahasiswa baru, Risdawati berpesan agar tidak menjadikan PBAK hanya sebagai kegiatan seremonial. Ia meminta para maba menjadikan hari pertama di kampus sebagai awal untuk terus belajar, berproses, dan membangun masa depan.

“Teruslah belajar, teruslah berproses. Hari ini adalah langkah awal kita untuk menuju kesuksesan,” pesannya.

Menurut Risdawati, tujuan mahasiswa datang ke kampus bukan semata-mata untuk mendapatkan gelar sarjana. Lebih dari itu, mahasiswa diharapkan mampu memperoleh ilmu yang bermanfaat dan nantinya memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Masuk di kampus bukan hanya untuk ajang mengejar gelar sarjana, tetapi bagaimana kemudian kita bisa memperoleh gelar akademik dan juga mampu memperoleh ilmu yang bermanfaat. Karena Rasulullah SAW, sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi sesama manusia,” pungkasnya.

Laporan: Andi Mahfud

Read Entire Article
Finance | Berita| Koran| Selebritis|