UHO Bekali Mahasiswa dengan Soft Skill Bisnis untuk Jadi Pencipta Lapangan Kerja

1 day ago 13

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Universitas Halu Oleo (UHO) membekali mahasiswa dengan keterampilan nonakademik melalui pelatihan soft skill bidang inkubasi bisnis di Hotel Claro, Kendari, Rabu (16/9/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Lantai 1 Ruangan Phinisi Hotel Claro tersebut digelar oleh Unit Penunjang Akademik (UPA) Pengembangan Karir dan Kewirausahaan Mahasiswa (PK2M) UHO.

Pelatihan ini ditujukan untuk membina dan mendampingi mahasiswa dalam mengembangkan kemampuan kewirausahaan, mulai dari menemukan ide usaha hingga menyusun rencana bisnis yang dapat dijalankan dan dikembangkan.

Dalam pelatihan tersebut, mahasiswa mendapatkan materi mengenai penyusunan rencana bisnis dari tahap awal. Peserta diarahkan untuk mengenali ide usaha, menghitung modal yang tersedia, menentukan jenis usaha, mengidentifikasi calon konsumen hingga menyusun strategi pengembangan usaha.

Kepala UPA Pengembangan Karir dan Kewirausahaan Mahasiswa (PK2M) UHO, La Ode Sirjon, S.H., LL.M., mengatakan pelatihan tersebut lebih diarahkan pada penguatan kemampuan mahasiswa dalam bidang inkubasi bisnis.

“Tujuannya adalah pengembangan soft skill di bidang inkubasi bisnis. Jadi mahasiswa dilatih bagaimana merencanakan bisnis, mulai dari kerangka pikir, modal dasar, bagaimana bisnisnya dijalankan, sampai outputnya apa,” ujarnya.

Menurut La Ode Sirjon, mahasiswa diharapkan sudah memiliki gambaran mengenai usaha yang dapat dikembangkan sejak masih berada di bangku kuliah. Program tersebut juga menyiapkan modal dasar sebesar Rp8 juta yang nantinya dapat dikembangkan mahasiswa untuk menjalankan usaha.

Pelatihan itu menghadirkan dua narasumber dengan materi yang berbeda. Salah satunya berasal dari Kementerian Ketenagakerjaan yang memberikan materi mengenai ide dan peluang bisnis yang dapat dikembangkan berdasarkan modal serta potensi yang dimiliki.

Sementara itu, Kepala Cabang BNI Anduonohu memberikan materi mengenai perbankan, terutama akses permodalan bagi pengusaha muda. Mahasiswa diperkenalkan dengan berbagai hal yang perlu dipersiapkan ketika ingin memperoleh tambahan modal melalui layanan perbankan.

Materi perbankan tersebut mencakup persyaratan yang perlu dipenuhi calon pengusaha, termasuk ketentuan mengenai jaminan dan mekanisme pengajuan pembiayaan untuk mendukung pengembangan usaha.

La Ode Sirjon menjelaskan, keterampilan berbisnis penting dimiliki mahasiswa sebagai bekal setelah menyelesaikan pendidikan. Menurutnya, tidak semua lulusan perguruan tinggi dapat langsung memperoleh pekerjaan sesuai bidang studinya.

“Harapan kami, mahasiswa UHO setelah sarjana dia punya skill lain di luar bidang studi jurusan yang dia pilih. Jadi bukan hanya keluar sebagai pencari kerja, tapi dia juga bisa menciptakan lapangan kerja sendiri,” katanya.

Ia juga mendorong mahasiswa agar mampu melihat potensi usaha berdasarkan kondisi lingkungan tempat mereka tinggal. Menurutnya, peluang bisnis tidak harus dimulai dengan usaha berskala besar, tetapi dapat disesuaikan dengan kemampuan, modal dan potensi daerah.

“Kalau saya tinggal di pelosok, saya bisa bisnis apa. Kalau saya tinggal di desa-desa, pesisir, saya bisa bisnis apa. Itu dilatih di sini,” ujarnya.

Melalui pelatihan tersebut, mahasiswa diharapkan memiliki bekal untuk mengembangkan usaha secara mandiri setelah lulus serta mampu menciptakan peluang kerja bagi masyarakat di sekitarnya.

Laporan: Elfa & Putri

Read Entire Article
Finance | Berita| Koran| Selebritis|