SULTRAKINI.COM: KONAWE – Tim SAR gabungan kembali melakukan pencarian terhadap Nasarudin (52), warga Desa Sambeani, Kecamatan Abuki, Kabupaten Konawe, yang diduga hilang di sekitar hutan Desa Anggoro, Kecamatan Wonggeduku, Rabu (16/9/2026).
Memasuki hari kedua operasi SAR, pencarian dilakukan sejak pukul 07.00 Wita dengan membagi tim menjadi dua kelompok. Tim juga menggunakan drone thermal untuk membantu memantau area pencarian dari udara.
Tim pertama menyisir sisi kanan dengan luas area sekitar 800 x 750 meter. Penyisiran dilakukan menggunakan metode ESAR (Explore Search and Rescue) serta menyusuri sejumlah jalan setapak yang berada di dalam kawasan pencarian.
Sementara Tim 2 menyisir sisi kiri dengan luas area yang sama, yakni sekitar 800 x 750 meter. Tim tersebut juga menggunakan metode ESAR dan menyusuri jalan setapak untuk mencari keberadaan korban.
Pencarian melibatkan unsur Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Kendari, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Konawe, Damkar Konawe, Polsek Abuki, Bhabinkamtibmas, Tim K9 Polda Sultra, aparat desa, masyarakat sekitar serta keluarga korban.
Kepala KPP Kendari, Amiruddin A.S., mengatakan tim telah melakukan penyisiran secara maksimal dengan memanfaatkan sejumlah peralatan SAR, termasuk drone thermal, kendaraan operasional dan perlengkapan medis maupun evakuasi.
“Tim SAR gabungan melakukan pencarian dengan membagi dua tim dan menyisir area yang telah ditentukan, termasuk menggunakan drone thermal untuk pemantauan,” kata Amiruddin.
Nasarudin dilaporkan belum ditemukan setelah keluar dari rumah pada Senin (14/9/2026) sekitar pukul 14.00 Wita. Saat itu, korban pergi mencari ikan di rawa sekitar Desa Anggoro, Kecamatan Wonggeduku.
Beberapa kerabat kemudian menyusul korban karena sebelumnya telah berencana untuk bersama-sama mencari ikan. Namun, hingga sekitar pukul 17.30 Wita, mereka tidak menemukan Nasarudin di lokasi yang telah disepakati.
Kerabat korban kemudian menemukan kendaraan dan tas milik Nasarudin berada di sekitar lokasi tempat pertemuan. Kondisi tersebut kemudian dilaporkan dan menjadi dasar dilakukannya pencarian terhadap korban.
Hingga Rabu sore, Tim SAR gabungan masih belum menemukan keberadaan Nasarudin. Pencarian yang berlangsung hingga pukul 18.30 Wita tersebut dinyatakan nihil dan dihentikan sementara.
Operasi SAR akan kembali dilanjutkan pada Kamis (17/9/2026) mulai pukul 06.30 Wita. Tim gabungan dijadwalkan kembali menyisir kawasan hutan dan area yang dianggap memiliki kemungkinan menjadi lokasi keberadaan korban.
Dalam pencarian hari kedua, kondisi cuaca dilaporkan cerah dengan kecepatan angin sekitar 7 kilometer per jam dari arah timur laut berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Tim SAR gabungan akan melanjutkan operasi hingga korban ditemukan atau sesuai evaluasi operasi di lapangan.
Laporan: Andi Mahfud

1 day ago
15

















































