BI Sultra dan TNI AL Gelar ERB, Perkuat Kedaulatan Ekonomi di Daerah 3T

4 hours ago 2

SULTRAKINI.COM: KENDARI — Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Tenggara bersama Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut menyelenggarakan Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) 2026 sebagai upaya memastikan ketersediaan uang rupiah layak edar, khususnya di wilayah kepulauan dan daerah terdepan, terluar, dan terpencil (3T).

Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi kebijakan Clean Money Policy untuk mempercepat penarikan uang tidak layak edar di Kabupaten Wakatobi. Selain layanan kas keliling, ekspedisi juga dirangkaikan dengan edukasi Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah, kegiatan sosial, serta program interaktif seperti open ship bagi pelajar.

Kabupaten Wakatobi dipilih karena karakteristiknya sebagai wilayah kepulauan strategis dengan luas mencapai 1,39 juta hektare dan kekayaan bawah laut yang diakui dunia. Kawasan ini telah ditetapkan sebagai cagar biosfer oleh UNESCO sejak 2012 dan termasuk dalam Kawasan Strategis Pariwisata Nasional.

Ekspedisi berlangsung pada 5–11 Mei 2026 menggunakan KRI Pulau Rimau-724 dengan menjangkau lima pulau, yakni Wangi-Wangi, Kaledupa, Tomia, Binongko, dan Runduma. Bank Indonesia menyiapkan uang layak edar sebesar Rp20 miliar untuk memenuhi kebutuhan masyarakat serta menggantikan uang yang sudah tidak layak pakai.

Direktur Departemen Pengelolaan Uang Bank Indonesia, Novyanto, mengatakan ketersediaan rupiah di seluruh wilayah Indonesia merupakan mandat undang-undang sekaligus simbol kedaulatan negara.

“Jika rupiah tidak hadir di suatu wilayah, maka secara simbolik kedaulatan itu dapat dipertanyakan. Karena itu, kami memastikan masyarakat di wilayah terluar tetap dapat mengakses rupiah yang layak edar,” ujarnya.

Menurut dia, ekspedisi rupiah merupakan agenda rutin tahunan yang didukung jaringan perbankan melalui layanan kas keliling dan kas titipan untuk menjangkau daerah sulit akses.
Komandan Pangkalan TNI AL (Lanal) Kendari Kolonel Laut (P) Dedi Wardana menyatakan TNI AL mendukung penuh pelaksanaan ekspedisi dengan mengerahkan alutsista dan personel. Sekitar 60 kru kapal diterjunkan, bersama 15 personel Bank Indonesia.

Ekspedisi ini akan mencapai puncaknya pada 10 Mei 2026 di Wangi-Wangi dengan berbagai kegiatan sosial, hiburan prajurit, dan edukasi kepada masyarakat.

“Ini menjadi wujud kehadiran negara bagi masyarakat, sekaligus mempererat sinergi antara TNI dan rakyat,” kata Dedi.

Ke depan, Bank Indonesia bersama TNI AL, pemerintah daerah, serta pemangku kepentingan lainnya akan terus memperkuat sinergi guna memastikan distribusi rupiah yang merata, mendukung aktivitas ekonomi masyarakat, dan menjaga kedaulatan negara di seluruh wilayah Indonesia.

Laporan: Riswan

Read Entire Article
Finance | Berita| Koran| Selebritis|