INIPASTI.COM, TAKALAR — Persatuan Masyarakat Takalar (PERMATA) akan mengawali rangkaian kegiatan menuju Musyawarah Besar (Mubes) yang dijadwalkan berlangsung pada September 2026 dengan menggelar Seminar Pelestarian Bahasa Makassar dan Aksara Lontara Makassar. Kegiatan ini ditujukan untuk membangkitkan kembali minat generasi muda terhadap bahasa daerah dan warisan literasi budaya yang mulai tergerus oleh perkembangan zaman.
Seminar tersebut digelar sebagai respons atas semakin berkurangnya penggunaan bahasa Makassar serta minimnya pemahaman generasi muda terhadap aksara Lontara Makassar di tengah derasnya arus digitalisasi dan globalisasi.
Ketua Panitia Pelaksana, Bakri Liwang, mengatakan bahwa kegiatan pra-Mubes ini sengaja dirancang untuk menyentuh aspek paling mendasar dalam kehidupan masyarakat Takalar, yakni pelestarian identitas budaya sebagai bagian dari peradaban suku Makassar di Sulawesi Selatan.
“Musyawarah Besar PERMATA bukan semata-mata agenda organisasi untuk memilih pengurus baru. Lebih dari itu, organisasi ini harus hadir menjaga identitas daerah dan warisan budaya masyarakat Takalar. Seminar ini merupakan langkah nyata agar generasi muda tidak tercerabut dari akar budayanya, yaitu bahasa Makassar dan aksara Lontara Makassar,” ujar Bakri.
Dalam seminar tersebut, peserta akan mendapatkan pemaparan dari akademisi, budayawan, dan praktisi bahasa daerah yang memiliki perhatian terhadap pelestarian budaya Makassar. Sejumlah tokoh yang direncanakan hadir sebagai narasumber antara lain Prof. Dr. Kembong Daeng, M.Pd., Guru Besar Universitas Negeri Makassar (UNM), Dr. Azis Nojeng, akademisi UNM sekaligus praktisi seni budaya Makassar, serta Syamsu Salewangang, akademisi dan budayawan Makassar.
Pembahasan seminar akan difokuskan pada strategi kreatif memperkenalkan kembali bahasa Makassar dan aksara Lontara kepada generasi milenial dan Generasi Z. Para narasumber akan mengulas berbagai pendekatan yang dapat dilakukan, mulai dari pemanfaatan teknologi digital, media sosial, hingga pengembangan konten edukatif yang menarik bagi kalangan muda.
Tidak hanya menyajikan materi teoritis, seminar juga akan menghadirkan sesi praktik interaktif. Peserta diajak langsung mempelajari cara membaca dan menulis aksara Lontara Makassar melalui metode pembelajaran yang lebih menyenangkan dan mudah dipahami.
Kegiatan ini direncanakan diikuti oleh ratusan peserta yang terdiri atas pelajar SMA, mahasiswa, dan perwakilan organisasi kepemudaan dari berbagai wilayah di Kabupaten Takalar.
Rencana pelaksanaan seminar mendapat apresiasi dari berbagai kalangan. Pemerintah Kabupaten Takalar menilai kegiatan tersebut sejalan dengan upaya penguatan literasi budaya lokal sekaligus mendukung program pembangunan sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter.
Selain pemerintah daerah, dukungan juga datang dari para tokoh masyarakat, akademisi, dan pegiat budaya yang menilai pelestarian bahasa daerah harus menjadi gerakan bersama. Menurut mereka, bahasa dan aksara merupakan bagian penting dari identitas masyarakat yang perlu diwariskan kepada generasi berikutnya.
Melalui seminar pra-Mubes ini, PERMATA berharap lahir komunitas-komunitas kreatif anak muda yang mampu memanfaatkan media sosial sebagai sarana kampanye pelestarian bahasa Makassar dan aksara Lontara secara berkelanjutan. Organisasi ini juga mendorong hadirnya dukungan regulasi dari Pemerintah Kabupaten Takalar, baik dalam bentuk Peraturan Bupati maupun Peraturan Daerah, guna memperkuat upaya pelestarian bahasa dan budaya lokal di tengah tantangan era modern.

14 hours ago
7

















































