SULTRAKINI.COM: Komitmen Pemerintah Kota Kotamobagu dalam menghadirkan lingkungan yang asri dan higienis terus dipacu. Melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH), pemerintah memberikan perhatian ekstra terhadap kebersihan pusat-pusat ekonomi warga, yakni Pasar 23 Maret, Pasar Poyowa Kecil, dan Pasar Genggulang.
Langkah ini diambil bukan sekadar rutinitas, melainkan sebagai upaya proaktif untuk memastikan kenyamanan warga saat bertransaksi sekaligus menjaga standar kesehatan lingkungan di area publik.
Fokus Khusus untuk Pasar 23 Maret
Sebagai jantung perekonomian dengan mobilitas tinggi, Pasar 23 Maret menjadi prioritas utama. Mengingat volume sampah yang cukup besar, DLH menerapkan strategi penanganan khusus dan terjadwal guna mencegah terjadinya penumpukan sampah.
Kepala DLH Kotamobagu, Erwin Pasambuna, menegaskan bahwa intensitas pembersihan ditingkatkan agar aktivitas jual beli tidak terganggu oleh aroma tak sedap maupun pemandangan sampah yang menumpuk.
Baca Juga: Optimalkan Lahan Tidur, Distan dan TP-PKK Kotamobagu Siapkan Kawasan Pangan Strategis
“Kami ingin memastikan warga bisa berbelanja dengan nyaman. Penanganan di Pasar 23 Maret dilakukan lebih intensif karena kami sadar kebersihan pasar adalah kunci kesehatan masyarakat,” ujar Erwin, Jumat (23/01/2026).
Tak hanya berfokus pada satu titik, DLH juga menjamin kebersihan di Pasar Poyowa Kecil dan Pasar Genggulang. Meski menghadapi tantangan keterbatasan armada, DLH tetap menunjukkan profesionalisme dengan melakukan optimalisasi armada melalui pengaturan rute yang lebih efektif agar seluruh wilayah dapat terjangkau.
Selain itu, dilakukan pula penjadwalan ulang dengan penyesuaian waktu pengangkutan sampah guna memastikan efisiensi kerja tanpa mengganggu pelayanan sampah rumah tangga di wilayah lain.
Keberhasilan program ini tentu tidak lepas dari peran serta masyarakat. Pemerintah Kota Kotamobagu mengajak para pedagang dan pengunjung pasar untuk menjadi pahlawan kebersihan di lingkungan masing-masing.
Dengan membuang sampah pada tempat dan waktu yang telah ditentukan, sinergi antara pemerintah dan masyarakat diharapkan mampu menciptakan pasar yang tidak hanya ramai, tetapi juga bersih, sehat, dan membanggakan.
Laporan: Sutrawandi Ginoga

3 days ago
16
















































