SULTRAKINI.COM: KENDARI — Proyek revitalisasi Taman Kota (Tamkot) Kendari yang digadang-gadang menjadi wajah baru ruang publik di pusat kota kini justru menuai sorotan. Pembangunan yang telah menelan anggaran miliaran rupiah itu diduga mengalami stagnasi, seiring tidak terlihatnya aktivitas lanjutan di lokasi proyek.
Pantauan di lapangan menunjukkan area taman tampak sepi dari aktivitas pekerja maupun alat berat. Sejumlah bagian yang belum rampung dibiarkan terbengkalai tanpa tanda-tanda penyelesaian dalam waktu dekat.
Sekretaris Jenderal Forum Anti Korupsi Kebijakan Publik dan Transparansi (Fakta Sultra), Reza, menilai kondisi tersebut menguatkan dugaan bahwa proyek revitalisasi tengah berada dalam kondisi “mati suri”.
“Fakta di lapangan menunjukkan tidak adanya progres. Bukannya memperindah wajah Kota Kendari, kondisi taman saat ini justru terlihat semrawut karena belum adanya tahap finishing,” ujarnya.
Indikasi Stagnasi Proyek
Sejumlah indikator memperlihatkan bahwa pembangunan Tamkot tidak berjalan sebagaimana mestinya. Selain minimnya aktivitas konstruksi, berbagai material bangunan tampak mulai mengalami penurunan kualitas.
Tumpukan paving block, sisa semen, hingga rangka besi terlihat dibiarkan begitu saja. Sebagian material bahkan mulai berkarat dan ditumbuhi lumut, menandakan proyek telah lama tidak tersentuh pengerjaan.
Di sisi lain, beberapa elemen taman seperti ornamen di sekitar Monumen Kalosara dan jalur pedestrian masih dalam kondisi setengah jadi. Ketiadaan progres lanjutan membuat kawasan tersebut tampak tidak terawat dan mengurangi estetika pusat kota.
Bukan Sekadar Soal Keindahan
Menurut Reza, kondisi ini tidak hanya berdampak pada tampilan kota, tetapi juga berpotensi menimbulkan kerugian yang lebih luas.
Ia menyoroti risiko pemborosan anggaran akibat infrastruktur yang dibiarkan tanpa penyelesaian. Material dan konstruksi yang terpapar cuaca dalam waktu lama berpotensi rusak, sehingga membutuhkan biaya tambahan untuk perbaikan di masa mendatang.
Selain itu, area proyek yang minim penerangan dan tidak tertata dinilai berpotensi menjadi titik rawan keamanan, terutama pada malam hari.
“Ini bisa menjadi blind spot yang berisiko dimanfaatkan untuk aktivitas negatif,” katanya.
Dampak pada Ekonomi Warga
Terhentinya revitalisasi Tamkot juga berdampak langsung pada aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya pelaku usaha kecil di sekitar kawasan tersebut.
Padahal, taman kota diharapkan menjadi pusat interaksi publik sekaligus ruang tumbuh bagi UMKM. Namun, kondisi yang belum selesai justru mengurangi minat pengunjung dan berdampak pada penurunan pendapatan pedagang.
Desakan Transparansi dan Kejelasan
Melihat kondisi tersebut, Fakta Sultra mendorong pemerintah daerah untuk segera memberikan kejelasan terkait kelanjutan proyek revitalisasi Tamkot Kendari.
Kejelasan anggaran, komitmen penyelesaian, serta transparansi pengelolaan proyek dinilai penting agar pembangunan tidak berlarut-larut dan tujuan awal menghadirkan ruang publik yang layak bagi masyarakat dapat terwujud.
Laporan: Andi Mahfud

6 hours ago
5

















































