SULTRAKINI.COM: KENDARI – Bursa pemilihan Rektor Universitas Halu Oleo (UHO) periode 2026–2030 semakin memanas. Setelah Wakil Rektor II UHO, Prof. Dr. Ida Usman, S.Si., M.Si., mendaftarkan diri pada Jumat, 29 Mei 2026, di Gedung Rektorat UHO, kini Prof. Ma’ruf Kasim, S.Pi., M.Si., Ph.D turut resmi mendaftarkan diri sebagai bakal calon rektor. Dengan masuknya nama Prof. Ma’ruf, jumlah bakal calon Rektor UHO kini resmi menjadi delapan orang.
Prof. Ma’ruf Kasim menyerahkan langsung berkas pendaftaran di Sekretariat Panitia Pemilihan Rektor UHO yang berada di Gedung Rektorat UHO. Kehadirannya menambah persaingan dalam kontestasi pemilihan Rektor UHO periode 2026–2030.
Usai menyerahkan berkas, Prof. Ma’ruf menyampaikan bahwa seluruh kandidat yang maju dalam pemilihan rektor memiliki niat dan kesiapan yang sama untuk membawa UHO menjadi lebih maju di masa mendatang.
“Seperti calon-calon yang lain, saya kira semua punya niat dan kesiapan yang menurut mereka sudah sangat baik. Apa pun yang kita lakukan tentu harus dengan persiapan yang matang,” ujarnya.
Ia mengaku sengaja datang mendaftar tanpa pemberitahuan sebelumnya kepada panitia. Namun, menurutnya, hal tersebut bukan berarti dirinya tidak siap mengikuti kontestasi pemilihan rektor.
“Saya memang kasih surprise ke panitia, bukan berarti saya tidak siap. Tapi saya merasa bahwa panitia memang selalu siap menerima semua calon kontestan yang ada,” katanya.
Meski datang secara mendadak, Prof. Ma’ruf mengapresiasi kesiapan dan pelayanan panitia yang tetap menerima proses pendaftarannya dengan baik dan profesional.
“Walaupun saya tidak kasih kabar sebelumnya, Alhamdulillah seluruh panitia luar biasa dan menerima berkas kami dengan sangat baik,” tambahnya.
Dalam kesempatan itu, Prof. Ma’ruf juga memaparkan sejumlah fokus utama yang akan menjadi prioritasnya apabila dipercaya memimpin UHO periode 2026–2030 mendatang.
Menurutnya, setelah berhasil meraih akreditasi unggul, UHO membutuhkan langkah percepatan pengembangan institusi agar mampu bersaing lebih luas di tingkat nasional maupun internasional.
Ia menyebut terdapat empat poin utama yang akan menjadi fokus pengembangannya, yakni inovasi dan digitalisasi kampus, internasionalisasi kampus, penguatan bank data kampus, serta penguatan dan penyehatan administrasi serta keuangan universitas.
“Yang pertama adalah inovasi dan digitalisasi kampus. Kemudian yang kedua internasionalisasi kampus yang menurut saya sangat mendesak dilakukan. Ketiga, penguatan bank data kampus sebagai bagian dari digitalisasi, dan terakhir penguatan serta penyehatan administrasi dan keuangan kampus,” jelasnya.
Prof. Ma’ruf menuturkan bahwa seluruh program tersebut nantinya akan dijabarkan lebih rinci dalam penyampaian visi dan misi pada tahapan selanjutnya dalam proses pemilihan rektor.
Ia menilai UHO sebagai kampus besar membutuhkan kepemimpinan yang mampu membawa universitas bergerak lebih maju sesuai visi besar kampus sebagai perguruan tinggi terdepan di wilayah pesisir dan pedesaan.
“UHO ini adalah kampus besar dan perlu dinakhodai untuk bisa membawa UHO ke arah yang lebih baik sesuai dengan visi kita, yakni menjadi perguruan tinggi terdepan di wilayah pesisir dan pedesaan,” ungkapnya.
Di akhir pernyataannya, Prof. Ma’ruf menegaskan bahwa UHO merupakan amanah besar masyarakat Sulawesi Tenggara yang harus terus dijaga dan dikembangkan bersama.
“UHO adalah universitas terbesar di Sulawesi Tenggara dan Alhamdulillah kita sudah mendapatkan akreditasi unggul. Ini adalah amanah besar sekaligus tantangan besar untuk terus mengembangkan UHO agar menjadi lebih baik lagi,” tutupnya.
Laporan: Andi Mahfud

5 hours ago
6

















































