UHO Siapkan LSP Sendiri, Lulusan Ditargetkan Kantongi Sertifikat Kompetensi BNSP

14 hours ago 4

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Universitas Halu Oleo (UHO) terus memperkuat kualitas dan daya saing lulusannya melalui pengembangan sistem sertifikasi kompetensi yang terintegrasi dengan kebutuhan dunia kerja.

Salah satu langkah yang dilakukan yakni menggelar Pelatihan/Bimbingan Teknis (Bimtek) Asesor Kompetensi di Hotel Same Boutique Kendari, Senin (1/6/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja UPA Layanan Uji Kompetensi UHO dalam mempersiapkan pembentukan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) UHO.

Kepala UPA Layanan Uji Kompetensi UHO, Deniyatno, S.Si., M.T., menjelaskan bahwa tujuan utama kegiatan tersebut adalah menyiapkan sumber daya manusia yang akan menjadi asesor kompetensi sebagai salah satu syarat pendirian LSP.

Menurutnya, UHO berkomitmen menghadirkan LSP kategori P1 yang nantinya akan melayani sertifikasi kompetensi bagi mahasiswa dan alumni. Kehadiran lembaga tersebut diharapkan mampu memberikan nilai tambah bagi lulusan ketika memasuki dunia kerja.

“Harapan kami, alumni yang lulus dari UHO nantinya tidak hanya memiliki ijazah, tetapi juga memiliki sertifikat kompetensi dari BNSP sebagai bukti bahwa mereka benar-benar menguasai bidang keahlian tertentu,” ujarnya.

Deniyatno menjelaskan bahwa sertifikat kompetensi tersebut akan menjadi dokumen pendukung penting bagi lulusan saat melamar pekerjaan. Selain memuat logo Garuda, sertifikat tersebut juga diterbitkan berdasarkan standar Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Menurutnya, kebutuhan dunia kerja saat ini semakin menuntut tenaga kerja yang memiliki kompetensi terukur dan dapat dibuktikan melalui sertifikasi resmi. Karena itu, keberadaan sertifikat kompetensi menjadi salah satu faktor yang dapat meningkatkan daya saing alumni.

Ia mengungkapkan bahwa terdapat kasus di mana alumni gagal diterima bekerja di perusahaan industri meskipun telah memenuhi persyaratan administrasi dan akademik karena tidak memiliki sertifikat kompetensi yang dipersyaratkan perusahaan.

“Kami ingin kondisi seperti itu tidak terjadi lagi. Dengan adanya sertifikasi kompetensi, alumni memiliki bukti yang jelas mengenai kemampuan dan keahlian yang mereka miliki,” katanya.

Pelatihan asesor kompetensi yang dilaksanakan saat ini merupakan batch pertama dan diikuti oleh 24 dosen dari tujuh fakultas di lingkungan UHO. Ketujuh fakultas tersebut yakni Fakultas Teknik (FT), Fakultas Ilmu Budaya (FIB), Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Fakultas Pertanian (FP), Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Fakultas Kehutanan dan Ilmu Lingkungan (FHIL), serta Fakultas Kesehatan Masyarakat (Kesmas).

Deniyatno menjelaskan bahwa pemilihan tujuh fakultas tersebut didasarkan pada kesiapan peserta yang telah memenuhi syarat mengikuti pelatihan asesor kompetensi. Salah satu syarat utamanya adalah telah memiliki sertifikasi kompetensi teknis sesuai bidang masing-masing.

“Selama ini mereka adalah peserta yang diasesi atau diuji kompetensinya. Sekarang mereka kami persiapkan naik ke jenjang berikutnya sebagai asesor yang nantinya bertugas melakukan penilaian dan pengujian kompetensi,” jelasnya.

Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan pembekalan langsung dari Master Asesor BNSP, yakni Irwan Osman dan Made Arya Astina. Keduanya ditugaskan langsung oleh BNSP untuk memberikan pelatihan dan pendampingan kepada para calon asesor kompetensi UHO.

Saat ini, UHO juga tengah menyusun berbagai dokumen dan persyaratan yang dibutuhkan untuk memperoleh lisensi resmi sebagai Lembaga Sertifikasi Profesi dari BNSP. Deniyatno menyebut proses tersebut memerlukan beberapa tahapan yang harus dilalui sebelum LSP UHO dapat beroperasi secara penuh.

Melalui pelatihan ini, UHO berharap dapat segera memiliki LSP sendiri yang mampu memberikan layanan sertifikasi kompetensi bagi mahasiswa dan alumni. Dengan demikian, lulusan UHO tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki sertifikasi kompetensi yang diakui secara nasional sehingga lebih siap bersaing di dunia kerja.

Laporan: Andi Mahfud

Read Entire Article
Finance | Berita| Koran| Selebritis|