UHO Gelar Upacara Hari Lahir Pancasila 2026, Warek I Tekankan Pengamalan Nilai-Nilai Pancasila

14 hours ago 6

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Universitas Halu Oleo (UHO) menggelar upacara peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 di pelataran Rektorat UHO, Senin (1/6/2026). Kegiatan tersebut diikuti oleh jajaran pimpinan universitas, dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa sebagai bentuk penghormatan terhadap ideologi bangsa sekaligus memperkuat semangat persatuan dan kebangsaan.

Wakil Rektor I UHO, Prof. Dr. La Ode Santiaji Bande, S.P., M.P., bertindak sebagai inspektur upacara dan membacakan amanat Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) pada peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026.

Dalam amanat yang dibacakannya, tema peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini adalah “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”. Tema tersebut menegaskan bahwa nilai-nilai luhur Pancasila tidak hanya penting dalam menjaga persatuan bangsa Indonesia, tetapi juga menjadi landasan dalam mewujudkan perdamaian dunia yang berkelanjutan.

Pancasila disebut sebagai bintang penuntun yang telah terbukti mampu menjaga keutuhan bangsa Indonesia di tengah keberagaman suku, budaya, bahasa, dan agama. Di tengah berbagai tantangan global, Pancasila juga menjadi jangkar moral yang membimbing bangsa Indonesia dalam menghadapi perubahan zaman.

Amanat tersebut juga menegaskan bahwa Indonesia memiliki tanggung jawab untuk ikut mewujudkan ketertiban dunia sebagaimana amanat Pembukaan UUD 1945. Nilai musyawarah dan mufakat yang terkandung dalam Pancasila menjadi modal penting bagi Indonesia dalam membangun perdamaian dan menjembatani berbagai perbedaan di tingkat internasional.

Selain itu, generasi muda diajak menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup atau living ideology. Nilai-nilai Pancasila diharapkan tidak hanya menjadi simbol atau slogan, tetapi benar-benar diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Usai pelaksanaan upacara, Prof. La Ode Santiaji Bande menyampaikan bahwa pesan utama dari amanat yang dibacakan adalah menjadikan Pancasila sebagai pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Seperti amanah yang saya bacakan tadi, saya kira sangat jelas bahwa Pancasila harus kita jadikan sebagai pegangan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya juga harus kita amalkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Menurutnya, pemahaman terhadap Pancasila sangat penting, terutama bagi mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa. Mahasiswa perlu memahami kembali makna dan nilai yang terkandung dalam setiap sila Pancasila agar mampu menghadapi berbagai tantangan kehidupan bermasyarakat.

Ia menjelaskan bahwa Indonesia merupakan negara yang memiliki keberagaman luar biasa, baik dari segi suku, budaya, bahasa, maupun agama. Namun hingga saat ini bangsa Indonesia tetap mampu berdiri kokoh karena memiliki satu ideologi pemersatu, yakni Pancasila.

“Pancasila memang lahir sebagai pemersatu bangsa Indonesia. Kita terdiri dari berbagai suku, budaya, dan tersebar di berbagai pulau. Kita juga memiliki berbagai agama dan kepercayaan, tetapi Alhamdulillah Indonesia tetap kokoh berdiri karena kita memiliki satu ideologi yang sama, yaitu Pancasila,” katanya.

Prof. Santiaji menilai bahwa nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila harus benar-benar menjiwai kehidupan masyarakat. Menurutnya, Pancasila tidak hanya menjadi dasar negara, tetapi juga menjadi pedoman dalam membangun sikap toleransi, saling menghargai, dan menjaga persatuan.

Ia mencontohkan sila pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa, yang memberikan kebebasan kepada setiap warga negara untuk menjalankan agama dan kepercayaannya masing-masing. Nilai tersebut menjadi bukti bahwa Pancasila mengakomodasi keberagaman yang dimiliki bangsa Indonesia.

“Dari sila pertama sampai sila kelima, para pendiri bangsa telah merumuskan nilai-nilai yang sangat lengkap untuk kehidupan berbangsa dan bernegara. Karena itu, tugas kita sebagai generasi pelanjut adalah menjaga, memahami, dan terus mengamalkan nilai-nilai luhur Pancasila dalam kehidupan sehari-hari,” tuturnya.

Melalui peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 ini, UHO berharap seluruh sivitas akademika dapat terus menanamkan nilai-nilai Pancasila dalam lingkungan kampus maupun kehidupan bermasyarakat, sehingga semangat persatuan, toleransi, dan gotong royong tetap terjaga di tengah berbagai dinamika yang berkembang di masyarakat.Versi ini lebih kuat karena sekitar 40% isi berita berasal dari hasil wawancara Warek I UHO, sehingga berita terasa lebih eksklusif dan tidak sekadar mengulang amanat BPIP.

Laporan: Andi Mahfud

Read Entire Article
Finance | Berita| Koran| Selebritis|