SULTRAKINI.COM: KENDARI – Tim Pengabdian Profesi Apoteker Fakultas Farmasi Universitas Halu Oleo (UHO) melaksanakan edukasi DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang Obat dengan Benar) bagi penderita Diabetes Melitus (DM) Tipe 2 di wilayah kerja BLUD UPTD Puskesmas Lepo-Lepo, Kota Kendari, Sabtu (6/6/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Posbindu Pondok Al-Mukhlis, Kelurahan Lepo-Lepo, tersebut merupakan bagian dari Program Pengabdian kepada Masyarakat Internal UHO. Program ini berada di bawah bimbingan Prof. Dr. Muhammad Arba, S.Si., M.Si., serta Asniar Pascayantri, S.Si., M.Si., Apt.
Mengusung tema “Pemberdayaan Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 melalui Edukasi DAGUSIBU Obat Antidiabetes pada Posbindu Penyakit Tidak Menular Puskesmas Lepo-Lepo Kota Kendari”, kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai penggunaan obat diabetes yang tepat dan aman.
Edukasi diberikan oleh lima Mahasiswa Profesi Apoteker UHO Angkatan XV, yakni Al Indra Jaya Tamsa, S.Farm, Eka Safitri, S.Farm, Kadek Ayu Meithasari, S.Farm, Rani Rahmah, S.Farm, dan Wa Ode Nuryani, S.Farm. Materi yang disampaikan mencakup cara memperoleh obat dari sumber resmi, penggunaan sesuai dosis, penyimpanan yang benar, hingga tata cara pembuangan obat kedaluwarsa.
Selain penyampaian materi, peserta juga diberikan kesempatan berdiskusi dan berkonsultasi mengenai obat antidiabetes yang selama ini mereka konsumsi. Kegiatan ini turut didukung oleh Posbindu dan Puskesmas Lepo-Lepo yang pada saat bersamaan melaksanakan pemeriksaan kesehatan berupa pengecekan tekanan darah dan gula darah.
Ketua tim pelaksana, Al Indra Jaya Tamsa, S.Farm, mengatakan edukasi DAGUSIBU menjadi salah satu langkah penting untuk meningkatkan kepatuhan pasien dalam menjalani terapi diabetes. Menurutnya, pemahaman yang baik mengenai pengelolaan obat dapat membantu penderita mengendalikan penyakitnya secara mandiri.
“Target peserta yang kami rencanakan sebanyak 50 orang, namun alhamdulillah jumlah warga yang hadir melebihi target tersebut. Ini menunjukkan antusiasme masyarakat terhadap edukasi kesehatan cukup tinggi,” ujar Al Indra.
Ia menjelaskan, kegiatan di Posbindu Pondok Al-Mukhlis merupakan PELAKSANAAN perdana yang dilakukan timnya di lokasi tersebut. Wilayah kerja Puskesmas Lepo-Lepo dipilih karena berdasarkan data puskesmas terdapat cukup banyak penderita Diabetes Melitus yang membutuhkan edukasi berkelanjutan terkait penggunaan obat.
Melalui kegiatan ini, tim Pengabdian Profesi Apoteker UHO berharap masyarakat dapat menerapkan prinsip DAGUSIBU dalam kehidupan sehari-hari sehingga penggunaan obat menjadi lebih aman, efektif, dan rasional. Program tersebut juga diharapkan memperkuat peran Posbindu sebagai wadah edukasi kesehatan dan pemberdayaan masyarakat dalam pengendalian penyakit kronis di Kota Kendari.
Laporan: Andi Mahfud

13 hours ago
7

















































