SDN 53 Kendari Catat Kelulusan 100 Persen, Perpisahan 53 Siswa Berlangsung Haru dan Berkesan

4 hours ago 2

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Sebanyak 53 siswa kelas VI SD Negeri 53 Kendari resmi dinyatakan lulus 100 persen pada Tahun Ajaran 2025/2026. Kelulusan tersebut dirayakan melalui kegiatan ramah tamah dan perpisahan siswa yang digelar di lingkungan sekolah, Sabtu (6/6/2026).

Kegiatan bertema “Terima Kasih untuk Setiap Tawa, Cerita, dan Perjuangan yang Telah Kita Lewati Bersama” itu berlangsung penuh haru dan kebersamaan. Acara dihadiri oleh orang tua siswa, guru, tenaga kependidikan, komite sekolah, serta perwakilan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kendari.

Kepala SD Negeri 53 Kendari, Attia Yuliana Djamal, S.Pd, mengatakan jumlah siswa kelas VI tahun ini terbagi dalam dua rombongan belajar, yakni kelas VIA dan VIB.

“Kalau kelas VI itu ada dua rombel, 6A dan 6B. Jumlahnya 53 orang, terdiri dari 27 siswa kelas 6A dan 26 siswa kelas 6B,” ujar Attia.

Ia menjelaskan seluruh siswa kelas VI berhasil menyelesaikan pendidikan dasar dan dinyatakan lulus 100 persen. Pengumuman kelulusan telah dilakukan pada 2 Juni 2026 lalu.

“Semoga anak-anakku dapat melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi dan membawa almamater SDN 53 Kendari dengan cara-cara yang positif. Mereka juga dapat tumbuh dan berkembang lebih baik lagi di sekolah barunya,” katanya.

Attia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh orang tua siswa yang selama enam tahun terakhir mempercayakan pendidikan putra-putrinya kepada SD Negeri 53 Kendari. Menurutnya, dukungan orang tua menjadi bagian penting dalam keberhasilan proses pendidikan di sekolah.

“Kami mengucapkan terima kasih dan bangga kepada seluruh orang tua siswa yang telah membersamai kami selama kurang lebih enam tahun. Alhamdulillah, acara perpisahan ini juga dapat terselenggara berkat dukungan dan kerja sama paguyuban orang tua siswa,” tambahnya.

Sementara itu, Kabid GTK Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kendari, Dr. Haslita, S.Pd., M.Pd, mengapresiasi kolaborasi yang terjalin antara sekolah, orang tua, dan masyarakat dalam mendukung pendidikan anak-anak.

Ia menegaskan bahwa penyelenggaraan pendidikan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan sekolah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif keluarga dan masyarakat. Menurutnya, kemajuan sekolah tidak akan tercapai tanpa dukungan para orang tua.

“Proses pembelajaran tidak mungkin berjalan dengan baik tanpa dukungan orang tua siswa. Sekolah tidak akan besar dan maju tanpa kepercayaan masyarakat untuk menitipkan pendidikan anak-anaknya,” ujarnya.

Haslita juga mengingatkan pentingnya menjaga komunikasi yang harmonis antara orang tua dan guru. Ia berharap setiap persoalan yang terjadi dapat diselesaikan melalui dialog dan klarifikasi sehingga sinergi antara sekolah dan keluarga tetap terjaga demi kepentingan terbaik bagi peserta didik.

Laporan: Andi Mahfud

Read Entire Article
Finance | Berita| Koran| Selebritis|