Resmi Maju Pilrek UHO, Prof Ida Usman Fokus Pengembangan SDM dan Hilirisasi

13 hours ago 12

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Setelah Wakil Rektor IV UHO Prof. Takdir S.S. menjadi pendaftar kedua dan Wakil Rektor I Prof. Dr. La Ode Santiaji Bande, S.P., M.P. sebagai pendaftar keenam, kini Wakil Rektor II Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Umum Universitas Halu Oleo (UHO), Prof. Dr. Ida Usman, S.Si., M.Si., resmi tampil sebagai bakal calon rektor ketujuh UHO periode 2026–2030.

Prof Ida Usman mendaftarkan diri di Gedung Rektorat UHO pada Jumat, 29 Mei 2026 sekitar pukul 09.00 WITA. Dengan penyerahan berkas tersebut, ia resmi menjadi kandidat ketujuh dalam kontestasi Pemilihan Rektor UHO periode 2026–2030.

Usai menyerahkan berkas pendaftaran, Prof Ida mengaku sebenarnya telah memiliki keinginan untuk maju sejak tahun lalu. Namun, saat itu dirinya memilih mendukung penuh almarhum Prof. Armid untuk maju dalam pemilihan rektor UHO.

“Dulu sebenarnya saya ingin maju, tetapi saya menjelaskan kepada beliau bahwa saya siap mendukung beliau atau Prof Armid untuk maju di Pilrek. Jadi waktu itu saya tidak jadi maju,” ujarnya.

Menurut Prof Ida, keputusan tersebut diambil karena dirinya dan almarhum berada dalam satu tim serta memiliki tujuan yang sama untuk membangun Universitas Halu Oleo menjadi lebih baik ke depan.

Namun, setelah kepergian almarhum Prof. Armid, Prof Ida mengaku mulai berpikir bahwa tahun 2026 menjadi momentum yang tepat baginya untuk ikut mengambil bagian dalam kontestasi pemilihan rektor.

“Tapi karena kehendak Allah memanggil beliau, sehingga saya pikir tahun 2026 ini sudah saatnya saya mendaftarkan diri sebagai calon rektor UHO,” katanya.

Saat ditanya mengenai keyakinannya maju dalam Pilrek UHO, Prof Ida mengaku sangat optimistis. Menurutnya, pemilihan rektor berbeda dengan pemilihan kepala daerah karena para pemilih berasal dari kalangan senat akademik yang memiliki pertimbangan intelektual.

“Saya sangat yakin untuk maju ini karena seluruh anggota senat itu adalah pemilih-pemilih intelektual. Jadi bukan seperti pilkada,” jelasnya.

Ia mengatakan para anggota senat tentu memiliki pertimbangan tertentu dalam menentukan pilihan, terutama berkaitan dengan rekam jejak, pengalaman, keseharian calon, hingga gagasan yang ditawarkan untuk membesarkan UHO di masa mendatang.

“Kalau pemilihnya senat, pasti mereka punya pertimbangan tertentu, terutama terkait keseharian calon, pengalaman calon, dan apa yang ingin dikembangkan oleh calon untuk membesarkan UHO ke depan,” ujarnya.

Prof Ida juga menegaskan dirinya memiliki pengalaman panjang di lingkungan birokrasi dan akademik kampus. Ia mengaku memulai karier dari bawah hingga menduduki berbagai posisi strategis di lingkungan Universitas Halu Oleo.

“Saya memulai dari bawah. Saya pernah jadi ketua program studi, ketua jurusan selama delapan tahun, saya juga pernah jadi wakil dekan,” katanya.

Selain itu, Prof Ida pernah menjabat sebagai Dekan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UHO selama dua periode sebelum akhirnya dipercaya oleh almarhum Prof. Armid untuk mendampingi sebagai Wakil Rektor II Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Umum UHO.

Menurutnya, pengalaman panjang tersebut menjadi modal penting untuk memahami kebutuhan kampus sekaligus merancang arah pengembangan UHO ke depan agar semakin maju dan kompetitif.

“Dengan pengalaman ini insya Allah kita bisa membawa UHO ke masa depan yang lebih baik lagi,” pungkasnya.

Menurut Prof Ida, visi dan misinya tidak akan jauh berbeda dengan arah pengembangan yang telah tertuang dalam Rencana Strategis (Renstra) UHO. Ia menegaskan program-program yang dijalankan nantinya tetap berorientasi pada penguatan kualitas kampus serta pengembangan sumber daya manusia.

Ia juga menekankan pentingnya menyelaraskan arah pembangunan kampus dengan program Astacita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam pengembangan SDM, hilirisasi, dan penguatan kemandirian bangsa. Menurutnya, UHO memiliki potensi besar untuk mendukung program-program strategis nasional tersebut.

Selain itu, Prof Ida menilai hasil riset dan inovasi kampus harus mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Ia ingin UHO tidak hanya dikenal melalui publikasi akademik, tetapi juga melalui kontribusi langsung terhadap pembangunan daerah dan pengembangan wilayah Sulawesi Tenggara.

Laporan: Andi Mahfud

Read Entire Article
Finance | Berita| Koran| Selebritis|