Mantan Dekan FKM UHO Dua Periode, Prof Yusuf Sabilu Siap Bertarung di Pilrek UHO 2026

10 hours ago 5

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Hari terakhir pendaftaran bakal calon Rektor Universitas Halu Oleo (UHO) periode 2026–2030 diwarnai dengan bertambahnya kandidat yang ikut bertarung. Setelah dua bakal calon mendaftar pada pagi hari, Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) UHO, Prof. Dr. Yusuf Sabilu, M.Si., resmi mendaftarkan diri sebagai bakal calon rektor ke-11 di Gedung Rektorat UHO, Selasa (2/6/2026).

Kehadiran Prof. Yusuf menambah daftar akademisi senior yang siap berkompetisi dalam kontestasi pemilihan rektor. Sosoknya dikenal luas di lingkungan kampus sebagai mantan Dekan FKM UHO selama dua periode dan saat ini masih dipercaya menjabat sebagai Ketua Senat Fakultas Kesehatan Masyarakat.

Usai menyerahkan berkas pendaftaran, Prof. Yusuf mengatakan bahwa keputusannya maju dalam Pilrek UHO dilandasi keinginan untuk terus mengabdi kepada kampus yang telah menjadi bagian penting dalam perjalanan hidupnya.

Menurutnya, UHO bukanlah tempat yang asing baginya. Sejak menjadi mahasiswa pada tahun 1980 hingga menjadi dosen dan guru besar, sebagian besar perjalanan akademiknya dihabiskan di lingkungan Universitas Halu Oleo.

“Saya mengabdi di UHO sejak tahun 1992 sebagai dosen. Kalau dihitung sejak menjadi mahasiswa, maka hampir seluruh perjalanan hidup akademik saya berada di Universitas Halu Oleo,” ujarnya.

Prof. Yusuf menuturkan bahwa pengalaman manajerial yang dimilikinya menjadi salah satu modal utama untuk maju dalam pemilihan rektor. Sejak tahun 2002, ia telah mengemban berbagai amanah di tingkat universitas maupun fakultas.

Ia pernah menjabat sebagai Kepala Pusat Studi dan Penelitian di LPPM, Ketua Program Studi, Ketua Jurusan, Wakil Dekan selama dua periode, Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat selama dua periode, hingga saat ini menjabat sebagai Ketua Senat Fakultas Kesehatan Masyarakat UHO.

Berbekal pengalaman tersebut, ia mengaku memahami berbagai kebutuhan dan tantangan yang dihadapi UHO saat ini. Menurutnya, capaian UHO yang telah meraih akreditasi unggul merupakan hasil kerja keras para pemimpin dan sivitas akademika dari masa ke masa yang harus terus dijaga dan ditingkatkan.

Meski demikian, ia menilai masih banyak ruang perbaikan yang perlu dilakukan. Hal-hal yang sudah baik harus dipertahankan, sementara berbagai aspek yang masih kurang perlu diperkuat agar perkembangan UHO berjalan lebih cepat dan berkelanjutan.

Salah satu gagasan yang diusungnya adalah membuka akses pendidikan yang lebih luas dan memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh putra-putri Sulawesi Tenggara maupun masyarakat Indonesia untuk memperoleh pendidikan tinggi yang berkualitas di UHO.

Selain itu, Prof. Yusuf menaruh perhatian besar pada peningkatan kualitas program studi, khususnya melalui penguatan akreditasi unggul dan akreditasi internasional. Menurutnya, meskipun banyak program studi telah menunjukkan perkembangan yang baik, masih terdapat sejumlah program studi yang perlu didorong agar mampu bersaing di tingkat global.

“Kalau kita ingin mewujudkan UHO sebagai universitas unggul dan berwawasan internasional, maka akreditasi internasional harus terus didorong. Ini menjadi pekerjaan bersama yang harus dilakukan secara konsisten dari waktu ke waktu,” katanya.

Selain penguatan akademik, Prof. Yusuf juga menekankan pentingnya tata kelola universitas yang efektif, efisien, transparan, dan akuntabel. Ia berharap seluruh unsur sivitas akademika dapat bekerja secara bersama-sama dengan mengedepankan prinsip keadilan, kebersamaan, dan kolaborasi demi mewujudkan UHO yang semakin maju dan berdaya saing di tingkat nasional maupun internasional.

Laporan: Andi Mahfud

Read Entire Article
Finance | Berita| Koran| Selebritis|