SULTRAKINI.COM: KENDARI – Mendekati H-3 peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, penjualan bendera Merah Putih dan berbagai aksesori kemerdekaan di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, justru terpantau lesu.
Kondisi tersebut terlihat di sejumlah ruas jalan Kota Kendari, salah satunya di depan Rumah Sakit Daerah (RSUD) Kota Kendari, Jalan Brigjend Z.A Sugianto, Kecamatan Kambu, Jumat siang (14/8/2026).
Pedagang mulai memenuhi pinggir jalan dengan berbagai jenis bendera Merah Putih, umbul-umbul hingga aksesori untuk kendaraan. Lapak-lapak tersebut menjadi pemandangan yang kembali muncul setiap menjelang perayaan 17 Agustus.
Namun, memasuki H-3 perayaan kemerdekaan, pedagang mengaku jumlah pembeli tahun ini tidak seramai tahun sebelumnya. Bahkan, omzet penjualan disebut mengalami penurunan cukup drastis.
Salah seorang pedagang, Munira Gas, mengatakan dirinya telah berjualan bendera sejak awal Agustus. Ia mengaku sudah sekitar sembilan tahun menjalani pekerjaan musiman tersebut setiap menjelang peringatan HUT Kemerdekaan.
“Tahun ini tidak sama dengan tahun kemarin. Menurun sekali penjualan, tidak laris dan tidak lancar seperti tahun lalu,” kata Munira.
Menurutnya, sepanjang berjualan sejak awal Agustus, jumlah bendera yang terjual baru sekitar 80 unit. Kondisi ini jauh berbeda dibandingkan tahun sebelumnya yang biasanya mulai ramai beberapa hari menjelang 17 Agustus.
“Kalau tahun lalu, tiga hari sebelum 17-an itu sudah ada pemasukan dari bos sekitar Rp8 juta. Kami baku saing dengan anggota, paling rendah masuk Rp6 juta sampai Rp7 juta. Tapi sekarang tidak ada,” ujarnya.
Munira mengatakan tahun lalu dirinya bahkan bisa memperoleh omzet lebih dari Rp1 juta per hari. Sementara tahun ini, pembeli yang datang masih sangat terbatas sehingga ia mengaku kecewa dan khawatir tidak mampu menutup biaya selama berjualan di Kendari.
“Baru kali ini paling sepi pembeli. Andai saya tahu begini, saya tidak datang ke sini. Saya betul-betul menyesal,” ungkapnya.
Untuk harga, bendera untuk kebutuhan kantor dijual sekitar Rp70 ribu per lembar dan masih bisa ditawar hingga Rp50 ribu. Bendera panjang dibanderol Rp250 ribu hingga Rp300 ribu, sedangkan umbul-umbul sekitar Rp40 ribu.
Selain itu, terdapat bendera model gergaji yang dijual Rp20 ribu hingga Rp30 ribu. Pedagang juga menjual berbagai aksesori Merah Putih untuk motor dan mobil, serta gantungan kecil dengan harga mulai Rp10 ribu hingga Rp20 ribu.
Munira menyebut bendera untuk kantor, bendera panjang dan umbul-umbul menjadi produk yang paling banyak dicari. Setelah musim penjualan berakhir, ia akan kembali ke Palu, Sulawesi Tengah, untuk bekerja sebagai pekebun.
Laporan: Andi Mahfud

5 hours ago
2

















































