Jadi Bakal Calon ke-9, Dr. Muliddin Siap Wujudkan UHO Menuju World Class University

14 hours ago 4

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Dr. Muliddin, S.Si., M.Si. resmi mendaftarkan diri sebagai bakal calon Rektor Universitas Halu Oleo (UHO) periode 2026–2030. Ia menjadi bakal calon kesembilan yang menyerahkan berkas pendaftaran kepada panitia pemilihan rektor di Gedung Rektorat UHO, Selasa (2/6/2026) sekitar pukul 09.00 Wita.

Usai mendaftar, Dr. Muliddin menyatakan kesiapannya untuk mengikuti seluruh tahapan pemilihan rektor. Menurutnya, baik persyaratan administrasi maupun pengalaman manajerial yang menjadi syarat pencalonan telah terpenuhi.

Ia menjelaskan, saat ini dirinya telah berstatus sebagai lektor kepala dengan pangkat IV/b. Selain itu, ia juga memiliki pengalaman panjang dalam mengemban berbagai jabatan strategis di lingkungan UHO, termasuk pernah menjabat sebagai Dekan Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian (FITK) UHO dan saat ini dipercaya sebagai Sekretaris Bidang Penelitian pada Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UHO.

“Insya Allah semua persyaratan sudah terpenuhi. Dari sisi administrasi maupun pengalaman manajerial, saya siap mengikuti proses ini,” ujarnya.

Dr. Muliddin mengungkapkan bahwa pengalaman kepemimpinannya dimulai sejak tahun 2003. Selama lebih dari dua dekade, ia telah dipercaya mengemban berbagai tugas tambahan mulai dari tingkat jurusan, laboratorium, hingga fakultas.

Dalam perjalanan kariernya, ia pernah menjabat sebagai Wakil Dekan dan Dekan. Saat ini, ia juga menjadi salah satu unsur pimpinan di LPPM UHO yang berperan dalam penguatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

Menurutnya, pengalaman tersebut memberikan pemahaman yang cukup mengenai berbagai tantangan yang dihadapi kampus saat ini, sekaligus langkah-langkah yang perlu dilakukan untuk membawa UHO berkembang lebih baik di masa mendatang.

Dorongan untuk maju dalam kontestasi Pilrek UHO, kata dia, dilandasi keinginan untuk mengabdikan diri dan berkontribusi lebih besar bagi kemajuan universitas. Ia merasa memiliki kapasitas serta pengalaman yang memadai untuk mengawal pencapaian visi besar UHO.

“Saya ingin mengabdikan diri dan ikut mengawal UHO mencapai visinya sebagai universitas kelas dunia dalam pengelolaan wilayah pesisir, kelautan, dan perdesaan,” katanya.

Ia meyakini pengalaman manajerial yang dimiliki serta jejaring yang telah dibangun selama ini dapat menjadi modal penting dalam membawa UHO semakin maju dan kompetitif di tingkat nasional maupun internasional.

Dalam pencalonannya, Dr. Muliddin mengusung visi ‘Inovasi dan Akselerasi Berkelanjutan UHO Menuju Perguruan Tinggi Kelas Dunia’. Visi tersebut disusun berdasarkan arah pengembangan UHO yang tertuang dalam Rencana Strategis (Renstra) 2025–2029, Rencana Induk Pengembangan (RIP), serta berbagai indikator kinerja yang ditetapkan pemerintah.

Menurutnya, target UHO menjadi perguruan tinggi kelas dunia pada tahun 2045 membutuhkan langkah-langkah yang lebih inovatif dan percepatan di berbagai sektor. Meski masih memiliki rentang waktu sekitar 20 tahun, ia menilai periode tersebut relatif singkat untuk mencapai target besar tersebut.

“Karena itu diperlukan inovasi dan akselerasi yang berkelanjutan. Kita harus bergerak lebih cepat agar visi UHO sebagai perguruan tinggi kelas dunia dapat terwujud sesuai target,” jelasnya.

Saat ditanya mengenai strategi menghadapi kandidat lain, Dr. Muliddin menegaskan dirinya tidak memandang para bakal calon rektor sebagai lawan. Menurutnya, seluruh kandidat memiliki niat yang sama, yakni membawa UHO menjadi lebih baik.

Ia menilai kontestasi pemilihan rektor harus menjadi ruang adu gagasan dan visi, bukan ajang persaingan yang menciptakan perpecahan. Karena itu, ia mengajak seluruh civitas akademika untuk menjaga suasana demokrasi yang sehat selama proses pemilihan berlangsung.

“Universitas harus menjadi contoh pelaksanaan demokrasi yang baik. Kita bersaing melalui gagasan dan program terbaik, kemudian menyerahkan penilaian kepada para pemilik suara,” ujarnya.

Dr. Muliddin juga mengaku optimistis karena telah mengabdikan diri sebagai dosen sejak tahun 1998. Dengan rekam jejak akademik dan pengalaman kepemimpinan yang dimiliki, ia berharap dapat memperoleh kepercayaan dari anggota senat sebagai pemilik suara dalam Pilrek UHO 2026.

Selain pengalaman manajerial, ia menilai latar belakang keilmuan yang dimilikinya juga sejalan dengan identitas dan fokus pengembangan UHO. Ia merupakan akademisi bidang oseanografi yang menempuh pendidikan magister dan doktor pada disiplin ilmu tersebut.

“Dasar keilmuan saya memang di bidang oseanografi. Karena itu saya memahami isu-isu pesisir, kelautan, dan perdesaan yang menjadi ciri khas pengembangan UHO,” tuturnya.

Menutup wawancara, Dr. Muliddin menegaskan bahwa optimisme menjadi modal utama dalam mengikuti proses pemilihan rektor. Baginya, keberanian untuk mendaftar harus disertai keyakinan dan kesiapan untuk memberikan yang terbaik bagi kampus.

“Kalau sudah mendaftar, tentu harus optimistis. Tidak boleh ragu-ragu. Bismillah, saya siap mengikuti proses ini dan berupaya memberikan yang terbaik untuk UHO,” pungkasnya.

Laporan: Andi Mahfud

Read Entire Article
Finance | Berita| Koran| Selebritis|