BNN Kolaka Apresiasi PT Vale Pomalaa Edukasi Pencegahan Napza di Sekolah

16 hours ago 6

SULTRAKINI.COM: KOLAKA- Edukasi pencegahan penyalahgunaan Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif (Napza) serta penanggulangan HIV yang di lakukan PT.Vale IGP Pomalaa dengan menggandeng BNN Kolaka kepada 100 pelajar di SMP negeri 1 Pomalaa bertempat di SMP negeri 1 Pomalaa disambut antusias dan di apresiasi oleh BNN Kolaka. (23/5/2026).

Kasi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarkat (P2M) BNN Kolaka Iwan, mengatakan edukasi yang di lakukan PT.Vale IGP Pomalaa ini adalah kegiatan dan sasaran dan di wilayah yang tepat. Pomalaa merupakan salah satu zona merah ,kebanyakan kasus berasal dari Pomalaa sejak dahulu. Kebanyakan kasus penyalahgunaan Narkotika sejak dahulu berada di wilayah Pomalaa banyak karena pemain lama banyak berasal dari Pomalaa.

“Tapi kalau kita berpatokan ke data daerah kerawanan narkoba di tahun 2024 kemarin Pomalaa tidak masuk, tetapi sebenarnya kalau kita lihat faktanya, dia harus masuk. Jadi, surveinya yang kurang pas atau sistem data yang tidak tepat. Variabel kenapa wilayah Pomalaa harusnya masuk karena banyak anak-anak yang direhab yang titiknya di Pomalaa ini,” katanya.

Edukasi penindakan penyalahgunaan narkoba yang dilakukan Vale ini sangat tepat, dan Vale ini bukan baru kali ini melaksanakan kegiatan seperti, sejak dari tahun-tahun kemarin dia melakukan road show ke sekolah-sekolah. tentu ini membantu sebenarnya, membantu pemerintah, membantu BNN secara tidak langsung dan Vale merasa bahwa tanggung jawab untuk pencegahan edukasi narkoba ini menjadi tanggung jawab mereka juga sebagai perusahaan yang beroperasi di dalam ini tentu bagus.

Kami secara kelembagaan berterima kasih kepada Vale. Karena Vale berani melakukan inisiasi. Dari sekian banyak perusahaan di Kolaka, saya pikir Vale yang paling di depan kalau saya membandingkan perusahaan lain. Vale lah yang paling sering melakukan kegiatan seperti ini dan ini penting sekali.

Dirinya berharap edukasi ini tidak di tujukan hanya di tujukan ke siswa saja, tapi juga ke guru-guru dan pengelola pendidikannya.

“Juga saya berharap perusahaan lain juga bisa mengambil andil di kegiatan yang serupa, dan edukasi ini tidak terbatas di sekolah saja, tetapi juga tokoh masyarakat karena ini kan harus saling bersinergi. Anak-anak kita perlu kita dampingi, perlu kita bina, tetapi pengetahuan orang tua, masyarakat, tokoh masyarakat juga harus tahu soal situasi narkoba,”katanya.

Masa depan wilayah ini ditentukan oleh seberapa besar kita punya partisipasi untuk menghindari anak-anak ini dari narkoba.

Masyarakat saat ini saya kira secara umum sudah banyak yang paham, tetapi sebenarnya yang paling penting adalah keberanian. Keberanian melapor, keberanian menyampaikan ketika ada hal-hal yang mencurigakan, itu yang masih kurang kita, peran serta. Peran serta dalam ikut berpartisipasi itu, itu yang masih kurang. Saya yakin sebenarnya masyarakat itu sudah banyak tahu soal narkoba,”tutupnya

Laporan: Anti

Read Entire Article
Finance | Berita| Koran| Selebritis|