UHO Kukuhkan 8 Guru Besar, Target 250 Profesor pada 2030

12 hours ago 12

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Universitas Halu Oleo (UHO) kembali mengukuhkan delapan Guru Besar dalam Sidang Terbuka Senat Universitas yang digelar di Auditorium Mokodompit UHO, Rabu (29/7/2026). Upacara pengukuhan dipimpin oleh Plt. Rektor UHO, Prof. Dr. Khairul Munadi, S.T., M.Eng., yang juga menjabat sebagai Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti).

Pengukuhan tersebut dihadiri jajaran Senat Universitas, Dewan Guru Besar, pimpinan fakultas, sivitas akademika UHO, keluarga para profesor, serta tamu undangan dari berbagai instansi.

Suasana prosesi berlangsung khidmat dan penuh kebanggaan. Delapan dosen resmi menyandang jabatan akademik tertinggi sebagai Guru Besar setelah melalui perjalanan panjang dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Dalam sambutannya, Prof. Khairul Munadi menyampaikan bahwa jabatan Guru Besar merupakan amanah besar yang harus diiringi dengan peningkatan kualitas riset, inovasi, serta kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa dan daerah.

“Dari 14 fakultas yang ada di Universitas Halu Oleo, saat ini telah terdapat 170 Guru Besar dengan berbagai bidang keilmuan. Kami menargetkan jumlah Guru Besar meningkat menjadi 200 hingga 250 orang sebelum tahun 2030,” ujar Prof. Khairul.

Pada pengukuhan kali ini, delapan Guru Besar berasal dari lima fakultas, yakni satu orang dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK), dua orang dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), dua orang dari Fakultas Teknik (FT), satu orang dari Fakultas Kehutanan dan Ilmu Lingkungan (FHIL), serta dua orang dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP).

Adapun delapan Guru Besar yang dikukuhkan yaitu:

1. Prof. Ir. La Ode Muhammad Yasir Haya, S.T., M.Si., Ph.D. – Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK).

2. Prof. Dr. H. M. Najib Husain, S.Sos., M.Si. – Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP).

3. Prof. Dr. Syamsul Alam, M.Si. – Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP).

4. Prof. Dr. Ir. Hj. Nini Hasriyani Aswad, S.T., M.T. – Fakultas Teknik (FT).

5. Prof. Dr. Ir. Hj. Rosmarlinasiah, M.P. – Fakultas Kehutanan dan Ilmu Lingkungan (FHIL).

6. Prof. Dr. Drs. Kodirun, M.Pd. – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP).

7. Prof. Dr. Muhammad Rusli, M.Kes. – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP).

8. Prof. Dr. Ir. Edward Ngii, S.T., M.T. – Fakultas Teknik (FT).

Prof. Khairul mengucapkan selamat kepada seluruh profesor yang baru dikukuhkan. Menurutnya, pencapaian tersebut bukanlah akhir dari perjalanan akademik, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Pengukuhan Guru Besar memiliki makna penting sebagai pengakuan atas prestasi akademik, pemberian otoritas keilmuan, sekaligus peningkatan tanggung jawab moral untuk terus mengembangkan ilmu pengetahuan dan mengabdikannya kepada masyarakat,” katanya.

Ia menambahkan, bertambahnya jumlah Guru Besar akan berkorelasi dengan meningkatnya kualitas sumber daya manusia dan kapasitas kelembagaan Universitas Halu Oleo dalam melaksanakan tridarma perguruan tinggi.

Selain prosesi pengukuhan, masing-masing Guru Besar juga menyampaikan orasi ilmiah sesuai bidang kepakarannya, mulai dari eksplorasi ekosistem pesisir dan kelautan, komunikasi pembangunan, administrasi keuangan daerah, rekayasa material konstruksi, pengelolaan sumber daya hutan, pembelajaran matematika, rekayasa konstruksi jalan dan jembatan, hingga pendidikan jasmani.

Di akhir sambutannya, Prof. Khairul berharap para Guru Besar mampu menjadi academic leader yang menginspirasi sivitas akademika melalui integritas, inovasi, kolaborasi, serta menghasilkan lebih banyak karya ilmiah yang berdampak bagi pembangunan daerah maupun nasional.

Laporan: Andi Mahfud

Read Entire Article
Finance | Berita| Koran| Selebritis|