Raker Unismuh 2026: Pertajam Teaching University, Bangun Smart-Green Campus

9 hours ago 11

INIPASTI.COM,  MALINO — Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar mulai menggeser fokus pengembangannya dari ekspansi kelembagaan menuju penguatan mutu. Setelah berkembang hingga memiliki 75 program studi, Unismuh kini mempertajam diferensiasi sebagai teaching university yang tetap memiliki kekuatan riset, berdampak bagi masyarakat, dan bereputasi global.

Arah tersebut mengemuka dalam paparan Ketua Badan Pembina Harian (BPH) Unismuh Makassar Prof Dr Gagaring Pagalung, M.Si., Ak., CA., dan Rektor Unismuh Dr Ir H Abd Rakhim Nanda, ST., MT., IPU., pada Rapat Kerja (Raker) Tahun Akademik 2026–2027 di Malino Highlands, Kabupaten Gowa, Selasa, 25 Agustus 2026.

Dalam sesi yang dipandu Sekretaris Badan Perencanaan Unismuh, Dr. Ir. Rahmi, S.Pi., M.Si., IPU, Ketua BPH memaparkan arah pengembangan sarana dan prasarana kampus, sedangkan Rektor menyampaikan capaian kinerja dan arah pengembangan Unismuh.

Teaching University Dipertajam

Rektor Unismuh Makassar Abd Rakhim Nanda mengatakan pilihan menuju teaching university lahir setelah universitas kembali mencermati kapasitas riil institusi dan parameter akreditasi perguruan tinggi.

Sebelumnya, roadmap Unismuh menempatkan periode 2024–2028 sebagai fase toward research university. Namun, masukan dari para pakar yang diundang Unismuh menunjukkan bahwa diferensiasi misi perguruan tinggi perlu disesuaikan dengan kekuatan sumber daya manusia dan kondisi faktual institusi.

“Kelihatannya kita keluar dari realitas kita kalau kita paksakan research university di tahun ini. Maka, sesudah Raker ini kita akan menugasi tim ad hoc untuk lebih mempertajam rumusan teaching university,” ujar Rakhim.

Pilihan tersebut bukan berarti Unismuh meninggalkan riset. Menurut Rakhim, tim yang dibentuk nantinya akan mencari formulasi yang memungkinkan teaching university tetap memiliki semangat dan kekuatan penelitian.

Unismuh juga telah merumuskan lima diferensiasi misi teaching university, yakni pembelajaran berkualitas yang berorientasi pada mahasiswa, pengembangan kompetensi dan kesiapan karier, internasionalisasi pembelajaran, penguatan teaching excellence, serta pembelajaran yang berdampak bagi masyarakat.

Pada saat yang sama, reputasi global yang telah mulai dibangun tetap dipertahankan. Karena itu, arah yang dibahas dalam Raker adalah transformasi menuju teaching university yang berdampak, berkelanjutan, dan bereputasi global.

Rakhim juga mengungkapkan kemungkinan rumusan visi Unismuh diperkuat dengan dimensi daya saing internasional. Penguatan tersebut akan diselaraskan dengan pencarian keunggulan khas institusi dan tetap bertumpu pada pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, dengan dukungan lingkungan kampus serta good university governance.

75 Prodi, Fokus Bergeser ke Penguatan Mutu

Perubahan arah tersebut juga terlihat dari kebijakan pengembangan program studi.

Saat ini Unismuh telah memiliki 75 program studi. Rakhim menilai jumlah itu telah membuat Unismuh tumbuh menjadi perguruan tinggi yang besar secara kuantitatif. Konsekuensinya, atmosfer akademik dan sistem penjaminan mutu harus diperkuat agar besarnya jumlah prodi tidak berubah menjadi beban institusi.

“Kalau tidak dibangun secara selaras, maka 75 prodi ini akan menjadi beban yang sangat berat,” ujarnya.

Karena itu, Rektor menegaskan bahwa mulai Agustus 2028 Unismuh tidak lagi berorientasi menambah program studi baru. Proposal prodi yang saat ini masih berproses akan dituntaskan, setelah itu fokus diarahkan pada pembenahan dan penguatan program studi yang telah dimiliki.

“Kita benahi dulu yang kita sudah miliki,” tegasnya.

Setiap prodi diminta menentukan skala prioritas masing-masing. Hasilnya akan menjadi dasar rasionalisasi program dan penganggaran di tingkat universitas.

Rakhim menyebut 81,32 persen program studi Unismuh saat ini telah berada pada rentang akreditasi Baik hingga Unggul. Masih terdapat 14 program studi atau sekitar 18,68 persen yang membutuhkan pendampingan lebih intensif, khususnya bagi prodi baru yang masih terakreditasi minimal.

Unismuh menargetkan ketika memasuki proses akreditasi institusi pada 2029, prodi-prodi tersebut minimal telah mencapai peringkat Baik Sekali.

Dari sisi internasionalisasi, Rektor menyebut Unismuh telah membangun kerja sama dengan mitra di 33 negara. Ia meminta kerja sama tersebut terus dipelihara, bukan berhenti pada penandatanganan nota kesepahaman, melainkan menghasilkan kegiatan yang berjalan secara berkelanjutan.

BPH Siapkan Empat Pilar Infrastruktur

Jika Rektor menekankan transformasi akademik dan kelembagaan, Ketua BPH Unismuh Makassar Prof Gagaring Pagalung menempatkan sarana dan prasarana sebagai ekosistem pendukung transformasi tersebut.

Ia menggariskan empat arah pengembangan infrastruktur Unismuh.

Pertama, digital and smart infrastructure, antara lain melalui modernisasi ruang kuliah interaktif, pemanfaatan teknologi untuk efisiensi energi, serta sistem pengelolaan aset secara digital.

Kedua, Green Campus and Sustainable Campus, melalui pengembangan ruang terbuka hijau, pengelolaan air dan energi, serta fasilitas yang ramah lingkungan.

Ketiga, Integrated Academic and Research Facilities, terutama melalui penguatan laboratorium terpadu, pusat riset, dan co-working space yang memungkinkan interaksi akademik lintas fakultas.

Keempat, Student and Community Center, berupa penguatan fasilitas olahraga, asrama, serta pusat kegiatan Al-Islam Kemuhammadiyahan bagi mahasiswa.

Gagaring menyebut pembangunan laboratorium terpadu di sekitar kawasan rektorat diproyeksikan segera memasuki tahap pembangunan.

“Alhamdulillah, persiapannya sudah. Insyaallah dalam satu-dua pekan ini sudah mulai proses pembangunan laboratorium terpadu,” ujarnya.

Pengembangan kawasan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan juga akan dilanjutkan. BPH dan Rektorat bahkan mulai memikirkan kawasan pendukung bagi mahasiswa kedokteran yang tidak hanya menyediakan tempat tinggal, tetapi sekaligus menjadi ruang pembinaan profesional dan spiritual.

Infrastruktur Bukan Sekadar Gedung

Gagaring menegaskan pembangunan fasilitas kampus tidak boleh dilihat hanya sebagai proyek fisik.

Setiap pembangunan merupakan investasi pendidikan dan harus mengikuti prinsip value for money, akuntabilitas finansial, legalitas aset, dan keberlanjutan.

Ia menyebut laporan keuangan Unismuh dalam beberapa tahun terakhir telah diaudit kantor akuntan publik dan memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Pengembangan ke depan juga diarahkan melalui kemitraan strategis, optimalisasi aset, serta peningkatan pendapatan non-UKT.

BPH juga mendorong seluruh unit menerapkan data-driven planning dalam mengusulkan pengembangan fasilitas. Pada saat yang sama, pimpinan fakultas dan unit diminta membangun sense of ownership atau rasa memiliki terhadap aset universitas.

“Kata kuncinya ini merawat aset. Jangan sampai karena merasa bukan berada di fakultas atau unit kita, cara merawatnya menjadi berbeda. Mestinya harus sama,” pesan Gagaring.

Menurutnya, fasilitas kampus pada akhirnya hanya alat untuk mencapai tujuan pendidikan yang lebih besar.

“Fasilitas fisik hanyalah sebuah sarana. Ruang-ruang kelas modern yang kita siapkan dibangun untuk melahirkan ide-ide besar. Laboratorium yang lengkap bermanfaat bagi keumatan. Sarana lingkungan kampus yang asri dirancang untuk memberi kenyamanan bagi lahirnya generasi penerus yang berakhlak mulia,” ujar Gagaring.

Paparan Rektor dan Ketua BPH memperlihatkan dua sisi pengembangan yang saling bertaut, penguatan isi melalui mutu akademik dan teaching university, serta penguatan ekosistem melalui infrastruktur modern, hijau, digital, dan berkelanjutan.

Keduanya diarahkan pada satu tujuan, menjadikan Unismuh tidak hanya semakin besar secara kelembagaan, tetapi juga semakin kuat mutu akademiknya, memberi dampak bagi masyarakat, dan memiliki daya saing di tingkat global.

Read Entire Article
Finance | Berita| Koran| Selebritis|