INIPASTI.COM, Makassar, Universitas Terbuka (UT) Makassar melaksanakan Orientasi Studi Mahasiswa Baru (OSMB) dan Pelatihan Keterampilan Belajar Jarak Jauh (PKBJJ) bagi mahasiswa baru masa registrasi 2026/2027 Ganjil di Kantor UT Makassar, Sabtu (22/8/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian penting dalam rangkaian Layanan Pendukung Kesuksesan Belajar Jarak Jauh (LPKBJJ), yang memberikan pembekalan awal kepada mahasiswa mengenai sistem pembelajaran jarak jauh, layanan akademik, serta kehidupan kemahasiswaan di UT. Hal tersebut sesuai dengan undangan resmi UT Makassar yang menyebutkan OSMB sebagai bagian penting dalam proses adaptasi akademik mahasiswa baru.
OSMB dibuka secara langsung oleh Direktur UT Makassar, Prof. Dr. H. Abdul Rahman Rahim, S.E., M.M. Kegiatan turut dihadiri Prof. Dr. Muhammad Jufri yang mewakili Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman, serta Prof. Dr. Jasruddin Daud Malago, M.Si., Guru Besar Universitas Negeri Makassar (UNM) sekaligus Ketua Majelis Profesor UNM. Hadir pula Ketua IKA UT Makassar, para manajer di lingkungan UT Makassar yang turut memberikan materi sesuai bidang masing-masing kepada mahasiswa baru.
Direktur UT Makassar Prof. Dr. H. Abdul Rahman Rahim, S.E., M.M. dalam sambutannya menyampaikan bahwa OSMB menjadi momentum penting untuk memperkenalkan karakter pembelajaran di UT sekaligus membangun kesiapan mahasiswa dalam menjalani pendidikan tinggi dengan sistem pembelajaran jarak jauh.
Menurutnya, mahasiswa UT memiliki keleluasaan dalam mengatur waktu dan aktivitas belajar, namun fleksibilitas tersebut harus diiringi dengan kedisiplinan, tanggung jawab, serta kemampuan mengelola waktu secara mandiri.
Prof Jufri Apresiasi Peran UT
Dalam sambutannya, Prof. Jufri menyampaikan apresiasi Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan terhadap UT yang terus membuka akses pendidikan tinggi bagi masyarakat melalui sistem pembelajaran yang fleksibel.
“Saya sebagai perwakilan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, Bapak Gubernur Andi Sudirman Sulaiman, menyampaikan terima kasih serta apresiasi setinggi-tingginya kepada Universitas Terbuka,” ujar Prof. Jufri.
Ia juga menyampaikan selamat kepada mahasiswa baru yang telah resmi bergabung dengan UT. Menurutnya, UT menjadi salah satu pintu pendidikan yang memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk mengembangkan kompetensi sekaligus mempersiapkan diri menjadi sumber daya manusia berkualitas.
“Selamat bergabung di Universitas Terbuka. Ini merupakan gerbang pendidikan yang akan melatih dan mengembangkan kompetensi mahasiswa menjadi generasi masa depan yang siap menjadi tenaga-tenaga berkualitas di berbagai bidang kehidupan,” katanya.
Prof. Jufri berharap mahasiswa UT tidak hanya menjadikan pendidikan tinggi sebagai sarana pengembangan diri, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah dan Indonesia.
“Mereka diharapkan nantinya mampu membangun dan mengembangkan Sulawesi Selatan serta daerah-daerah lainnya di Indonesia,” tuturnya.
UT Jadi Alternatif Pendidikan Tinggi yang Fleksibel
Sementara itu, Prof. Dr. Jasruddin Daud Malago, M.Si. hadir memberikan materi mengenai motivasi belajar mandiri terbimbing, yang menjadi salah satu kompetensi penting bagi mahasiswa UT dalam menjalani sistem pendidikan jarak jauh.
Dalam pemaparannya, Prof. Jasruddin menekankan pentingnya mahasiswa memiliki motivasi, kemandirian, kedisiplinan, serta kemampuan mengatur proses belajar. Sistem pembelajaran UT memberikan keleluasaan kepada mahasiswa, namun pada saat yang sama menuntut tanggung jawab yang lebih besar dari setiap individu.
Prof. Jasruddin juga menilai keberadaan UT menjadi alternatif penting dalam memperluas akses pendidikan tinggi. Menurutnya, kebijakan yang memberikan ruang kepada UT untuk menerima lulusan baru maupun masyarakat yang telah bekerja merupakan langkah yang relevan dengan perkembangan dunia pendidikan dan dunia kerja.
“Menurut saya sangat tepat ketika pemerintah membuka ruang dan regulasi di mana UT juga boleh menerima fresh graduate,” ujar Prof. Jasruddin.
Ia menjelaskan, perubahan dunia kerja membuat seseorang tidak selalu bekerja sesuai dengan bidang studi yang ditempuh saat pendidikan tinggi. Karena itu, mahasiswa perlu memahami minat, kompetensi, pengalaman, dan kebutuhan dunia kerja dalam menentukan arah pendidikan maupun karier.
“Program studinya boleh A, passion-nya B. Jadi kalau ada orang bekerja tidak sesuai dengan bidang pendidikannya di S1, itu bukan salah dan bukan masalah,” katanya.
Menurut Prof. Jasruddin, fleksibilitas UT memberikan peluang bagi masyarakat yang telah bekerja untuk tetap melanjutkan pendidikan tanpa harus meninggalkan aktivitas profesionalnya.
“UT itu kan boleh menerima orang yang sudah kerja. Daripada pergi kuliah tidak sesuai dengan bidangnya, UT ini jadi solusi,” ujarnya.
Bekali Mahasiswa dengan Pemahaman Akademik dan Kemahasiswaan
Selain menghadirkan tokoh eksternal, OSMB UT Makassar juga diisi oleh para manajer di lingkungan UT Makassar yang memberikan materi sesuai dengan tugas dan bidang masing-masing. Pembekalan tersebut diarahkan agar mahasiswa baru memahami mekanisme akademik, layanan kemahasiswaan, sistem pembelajaran jarak jauh, serta berbagai fasilitas pendukung yang tersedia selama menempuh pendidikan di UT.
Kegiatan OSMB kemudian menjadi momentum bagi mahasiswa baru untuk mengenal lebih dekat lingkungan akademik UT sekaligus membangun kesiapan mental dalam menjalani pendidikan tinggi dengan sistem belajar mandiri terbimbing.
Pelaksanaan OSMB di Kantor UT Makassar merupakan bagian dari rangkaian OSMB dan PKBJJ UT Makassar masa registrasi 2026/2027 Ganjil. Berdasarkan jadwal resmi, OSMB dilaksanakan pada 22 Agustus 2026, sedangkan PKBJJ dilanjutkan pada 23 Agustus 2026 untuk sejumlah wilayah layanan UT Makassar.
Melalui kegiatan tersebut, UT Makassar menegaskan komitmennya untuk memastikan mahasiswa baru tidak hanya memahami sistem pembelajaran jarak jauh, tetapi juga memiliki motivasi, kemandirian, dan kesiapan untuk menyelesaikan pendidikan tinggi secara optimal.

12 hours ago
7

















































