Pelatihan Pengolahan dan Pemanfaatan Fitobiotik, Tingkatkan Kapasitas Peternak Itik di Bantaeng

13 hours ago 6

INIPASTI.COM,  BANTAENG – Kelompok Ternak Sipakainga, Kabupaten Bantaeng, mengikuti Pelatihan Pengolahan dan Pemanfaatan Fitobiotik LABIO-1 sebagai Feed Additive Ternak Itik sebagai bagian dari pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk Penerapan Fitobiotik LABIO-1 sebagai Feed Additive untuk Meningkatkan Kinerja Produksi Itik pada Peternakan Rakyat (5/5/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Pemberdayaan Berbasis Masyarakat, skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat, yang mendapat dukungan pendanaan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) melalui Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, yang dilaksanakan oleh Universitas Hasanuddin. Ketua Tim Pelaksana Prof.Dr.Ir.Sri Purwanti, S.Pt, M.Si, IPU, ASEAN Eng dengan anggota pelaksana Prof. Dr. Iqbal, STP.,M.Si., IPM dan Prof.Dr.Ir.Jasmal A.Syamsu,M.Si.

Pelatihan yang dilaksanakan di Kelompok Ternak Sipakainga, Kabupaten Bantaeng, diikuti oleh 25 peserta yang terdiri atas anggota kelompok ternak, tokoh masyarakat, serta masyarakat peternak itik di sekitar lokasi kegiatan.

Keterlibatan peserta yang lebih luas ini menunjukkan bahwa kegiatan tidak hanya ditujukan kepada anggota Kelompok Ternak Sipakainga sebagai mitra utama, tetapi juga menjadi sarana berbagi pengetahuan dan teknologi kepada masyarakat peternak itik di lingkungan sekitar.

Prof Sri Purwanti menyampaikan bahwa pelatihan dilaksanakan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peternak dalam memanfaatkan bahan herbal sebagai fitobiotik, sekaligus memperkenalkan teknologi pengolahan LABIO-1 sebagai bahan tambahan pakan (feed additive) untuk ternak itik. Dalam kegiatan tersebut, peserta memperoleh pengetahuan mengenai konsep dan manfaat fitobiotik, bahan herbal yang digunakan dalam pembuatan LABIO-1, tahapan pengolahan bahan herbal, proses fermentasi menggunakan fermentor, hingga pemanfaatan produk sebagai feed additive dalam pemeliharaan itik.

LABIO-1 merupakan produk fitobiotik berbasis ramuan tanaman herbal yang dikembangkan untuk mendukung kesehatan dan produktivitas ternak. Bahan herbal yang digunakan antara lain temulawak, bawang putih, kunyit, jahe, kencur, lengkuas, serai, daun sirih, bawang merah, dan bahan herbal lainnya yang mengandung berbagai senyawa bioaktif.
Melalui proses pengolahan dan fermentasi, bahan herbal tersebut diolah menjadi produk yang lebih mudah diaplikasikan dalam sistem pemeliharaan ternak. Pemanfaatan fitobiotik diarahkan sebagai salah satu alternatif feed additive berbasis bahan herbal dalam mendukung kesehatan, daya tahan tubuh, dan kinerja produksi ternak itik.

Salah satu bagian penting dalam pelatihan adalah praktik langsung pengolahan LABIO-1 menggunakan fermentor. Peternak tidak hanya memperoleh materi secara teoritis, tetapi juga terlibat dalam tahapan persiapan bahan, penghalusan, pencampuran bahan dengan bahan pendukung fermentasi, serta proses fermentasi.

Teknologi fermentor yang diperkenalkan diharapkan dapat membantu mitra melakukan proses pengolahan secara lebih terkontrol dan menghasilkan produk fitobiotik yang dapat dimanfaatkan dalam kegiatan peternakan. Pendekatan praktik langsung ini menjadi bagian penting dari kegiatan pemberdayaan karena peternak diharapkan tidak hanya memahami teknologi, tetapi juga mampu mengoperasikan teknologi dan memproduksi LABIO-1 secara mandiri.

Pelaksanaan kegiatan di Kelompok Ternak Sipakainga merupakan bagian dari upaya memperkuat kapasitas peternak dalam menerapkan inovasi teknologi sederhana yang sesuai dengan kebutuhan peternakan rakyat. Ketua Kelompok Ternak Sipakainga, Wahyu, S.Pt., menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas pelaksanaan kegiatan pelatihan tersebut. “Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada tim pengabdian kepada masyarakat yang telah memilih Kelompok Ternak Sipakainga sebagai mitra dalam kegiatan ini. Pelatihan ini sangat bermanfaat bagi kami karena memberikan pengetahuan baru mengenai pemanfaatan bahan herbal sebagai feed additive dan cara pengolahannya menggunakan fermentor,” ujar Wahyu, S.Pt. Menurut Wahyu, keterlibatan langsung peternak dalam proses praktik menjadi salah satu hal yang sangat membantu karena anggota kelompok dapat memahami tahapan pengolahan LABIO-1 secara lebih nyata dan tidak hanya memperoleh materi secara teori.

Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata kontribusi perguruan tinggi dalam mentransfer hasil penelitian dan inovasi teknologi kepada masyarakat. Melalui pendampingan secara langsung, teknologi fitobiotik LABIO-1 tidak berhenti pada tahap pengembangan di lingkungan akademik, tetapi diarahkan untuk dapat diterapkan dan dimanfaatkan oleh kelompok peternak. Dengan adanya kegiatan pelatihan, praktik, dan pendampingan, Kelompok Ternak Sipakainga Kabupaten Bantaeng diharapkan semakin mampu mengembangkan usaha peternakan itik berbasis inovasi, pemanfaatan sumber daya lokal, dan penerapan teknologi pakan yang tepat guna.

Read Entire Article
Finance | Berita| Koran| Selebritis|