Mahasiswa KKN UHO Majukan Desa Laimeo Lewat Edukasi dan Film Dokumenter

9 hours ago 5

SULTRAKINI.COM: KONAWE UTARA – Memasuki hari ke-15 pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN), sebanyak 15 mahasiswa reguler Universitas Halu Oleo (UHO) yang ditempatkan di Desa Laimeo, Kabupaten Konawe Utara, telah merealisasikan sejumlah program kerja yang berfokus pada pendidikan, pemberdayaan masyarakat, pelestarian budaya, hingga promosi potensi desa.

Koordinator Desa (Kordes) KKN UHO Desa Laimeo, Rony Febryan, saat diwawancarai pada Minggu, 2 Agustus 2026, mengatakan kelompok KKN terdiri atas mahasiswa dari empat fakultas, yakni Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Fakultas Hukum, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), serta Fakultas Ilmu Budaya (FIB).

Rinciannya, enam mahasiswa berasal dari Jurusan Ilmu Komunikasi, tiga mahasiswa dari Jurusan Ilmu Hukum, empat mahasiswa dari Jurusan PG-PAUD, dan dua mahasiswa dari Jurusan Tradisi Lisan. Seluruh program kerja disusun berdasarkan hasil observasi terhadap kebutuhan masyarakat selama berada di Desa Laimeo.

Salah satu program unggulan yang telah dilaksanakan adalah workshop dan pelatihan public speaking yang dipadukan dengan sosialisasi bahaya narkoba bagi para pelajar. Kegiatan tersebut berlangsung dalam seminar program kerja dan dihadiri Kepala Desa Laimeo, perangkat desa, serta unsur pemerintah setempat sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan mahasiswa KKN.

“Kami memilih program kerja ini karena melihat bahwa pelajar, khususnya siswa SMA, perlu mendapatkan edukasi mengenai public speaking dan bahaya narkoba. Kemampuan public speaking saat ini sangat dibutuhkan, baik dalam dunia pendidikan, organisasi, karier, maupun pekerjaan. Selain itu, berdasarkan kondisi di lapangan, Desa Laimeo termasuk wilayah yang terindikasi sebagai zona merah penyalahgunaan narkoba, sehingga sosialisasi ini sangat penting dilakukan,” ujar Rony.

Selain itu, mahasiswa dari Jurusan PG-PAUD telah menyelesaikan program pembenahan dan menghias taman kanak-kanak agar suasana belajar menjadi lebih menarik dan nyaman bagi anak-anak. Sementara mahasiswa Jurusan Ilmu Hukum telah melaksanakan sosialisasi bahaya narkoba sebagai upaya meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap dampak penyalahgunaan narkotika.

Tak hanya itu, mahasiswa KKN UHO juga sedang menyiapkan program pembuatan film dokumenter yang mengangkat potensi Desa Laimeo. Film tersebut akan menampilkan kekayaan wisata Pantai Pirla serta kuliner khas desa berupa sinole sebagai media promosi berbasis digital.

Menurut Rony, dokumenter tersebut diharapkan mampu memperkenalkan potensi wisata dan kuliner Desa Laimeo kepada masyarakat yang lebih luas. Melalui konten kreatif, potensi desa diyakini dapat lebih dikenal sehingga berdampak pada peningkatan kunjungan wisatawan.

Rony mengungkapkan, seluruh program kerja yang telah dijalankan mendapat sambutan positif dari masyarakat. Warga menilai kegiatan KKN tahun ini menghadirkan inovasi baru yang berbeda dibandingkan pelaksanaan KKN pada tahun-tahun sebelumnya.

“Masyarakat sangat senang melihat TK menjadi lebih indah, sementara pihak sekolah juga memberikan apresiasi terhadap pelatihan public speaking dan sosialisasi bahaya narkoba karena dianggap sangat bermanfaat bagi para siswa,” katanya.

Meski demikian, pelaksanaan program tidak lepas dari sejumlah kendala. Mobilisasi untuk memenuhi kebutuhan perlengkapan kegiatan membutuhkan waktu dan biaya lebih besar karena lokasi pembelian cukup jauh. Di sisi lain, jaringan internet di beberapa titik desa yang belum stabil juga menjadi tantangan dalam proses koordinasi maupun publikasi kegiatan.

Rony berharap seluruh program yang telah dijalankan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat. Ia juga mengajak seluruh warga untuk terus menjaga hasil pembenahan fasilitas pendidikan, mengembangkan potensi wisata dan kuliner lokal, serta memanfaatkan ilmu yang telah dibagikan selama pelaksanaan KKN. “Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat Desa Laimeo atas sambutan, dukungan, dan partisipasi yang luar biasa. Semoga apa yang kami tinggalkan dapat menjadi manfaat yang berkelanjutan bagi desa,” tutupnya.

Laporan: Andi Mahfud

Read Entire Article
Finance | Berita| Koran| Selebritis|