Inflasi Kota Kendari Capai 3,82 Persen pada Juli 2026, Pemkot Perkuat Pengendalian Harga Pangan

16 hours ago 7

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Pemerintah Kota Kendari terus memperkuat langkah pengendalian inflasi menyusul rilis terbaru Indeks Harga Konsumen (IHK) dan inflasi Kota Kendari periode Juli 2026 yang disampaikan Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Kendari. Pengendalian harga pangan menjadi fokus utama karena masih menjadi penyumbang terbesar terhadap laju inflasi daerah.

Komitmen tersebut ditegaskan dalam Rapat Rilis Indeks Harga Konsumen (IHK) dan Inflasi Kota Kendari yang digelar di Aula Lantai II BPS Kota Kendari, Senin (3/8/2026). Kegiatan itu dihadiri Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Kendari, Dr. Ir. Nismawati, M.Si., mewakili Wali Kota Kendari.

Rapat turut dihadiri Kepala BPS Kota Kendari Sultriawati Efendy, S.P., M.S., jajaran Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), perwakilan Bank Indonesia, serta sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. Forum tersebut menjadi wadah evaluasi kondisi inflasi sekaligus menyusun langkah pengendalian yang lebih efektif.

Dalam kesempatan itu, Nismawati menegaskan bahwa pengendalian inflasi merupakan salah satu prioritas Pemerintah Kota Kendari. Menurutnya, stabilitas harga memiliki pengaruh besar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah dan daya beli masyarakat.

Ia mengatakan pemerintah akan terus memperkuat koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan untuk menjaga ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, hingga keterjangkauan harga kebutuhan pokok di pasaran.

“Harga pangan masih menjadi perhatian utama karena menjadi komponen yang paling dominan memengaruhi laju inflasi di Kota Kendari. Pemerintah Kota Kendari akan terus bersinergi dengan seluruh pihak dalam menjaga stabilitas harga, khususnya komoditas pangan, agar masyarakat tetap dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau,” ujar Nismawati.

Sementara itu, Kepala BPS Kota Kendari Sultriawati Efendy memaparkan hasil rilis statistik terbaru mengenai perkembangan Indeks Harga Konsumen di Kota Kendari selama Juli 2026.

Ia menjelaskan, inflasi month-to-month (m-to-m) pada Juli 2026 terhadap Juni 2026 tercatat sebesar 0,16 persen. Sedangkan inflasi year-on-year (y-on-y) Juli 2026 terhadap Juli 2025 mencapai 3,82 persen, sementara inflasi year-to-date (y-to-d) Juli 2026 terhadap Desember 2025 berada di angka 4,23 persen.

Menurut Sultriawati, perkembangan inflasi tersebut masih dipengaruhi oleh beberapa kelompok pengeluaran, terutama kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang memberikan kontribusi cukup besar terhadap perubahan Indeks Harga Konsumen.

Ia berharap data statistik yang dirilis BPS dapat menjadi dasar bagi pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan pengendalian inflasi yang lebih tepat sasaran, efektif, dan berkelanjutan.

Dalam sesi diskusi, peserta rapat juga membahas perkembangan harga sejumlah komoditas strategis serta berbagai langkah antisipasi menghadapi potensi gejolak harga pada bulan-bulan mendatang. Penguatan koordinasi antarinstansi dinilai menjadi kunci dalam menjaga pasokan pangan tetap aman dan stabil.

Pemerintah Kota Kendari melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) berkomitmen untuk terus melakukan pemantauan harga di pasar, memperkuat sinergi lintas sektor, serta menyiapkan berbagai program pengendalian seperti operasi pasar dan Gerakan Pangan Murah apabila diperlukan guna menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat.

Laporan: Andi Mahfud

Read Entire Article
Finance | Berita| Koran| Selebritis|