Damkar Kendari Evakuasi Buaya yang Terjebak di Jaring Dekat Permukiman Warga

22 hours ago 8

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Seekor buaya yang terjerat sero (jaring ikan) di sekitar permukiman warga Kelurahan Tondonggeu, Kecamatan Abeli, Kota Kendari, berhasil dievakuasi oleh Tim Rescue Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Kendari, Senin (3/8/2026). Satwa tersebut kemudian dibawa ke Mako Damkar untuk penanganan lebih lanjut.

Informasi mengenai proses evakuasi tersebut disampaikan Humas Damkar Kota Kendari, Martoyo Awaluddin, berdasarkan laporan resmi operasi penyelamatan yang dilakukan Tim Rescue Damkar.

Laporan keberadaan buaya diterima Damkar Kota Kendari pada pukul 15.05 WITA melalui pesan WhatsApp dari seorang warga bernama Dedhy Aditya. Informasi tersebut menyebutkan seekor buaya terjebak pada sero yang berada di sekitar kawasan permukiman warga sehingga berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Operator Komunikasi bersama Tim Rescue langsung bergerak menuju lokasi pada pukul 15.10 WITA. Lokasi kejadian berada di Kelurahan Tondonggeu, Kecamatan Abeli, dengan jarak sekitar 35 kilometer dari Mako Damkar Kota Kendari.

Tim Rescue tiba di lokasi pada pukul 15.45 WITA dalam kondisi cuaca cerah. Setibanya di lokasi, petugas mendapati buaya tersebut telah lebih dahulu berhasil diamankan oleh warga setempat.

Meski demikian, Tim Rescue tetap melakukan pemeriksaan terhadap kondisi buaya guna memastikan satwa tersebut dalam keadaan aman untuk dievakuasi. Pemeriksaan dilakukan sebelum proses pemindahan ke kendaraan rescue.

“Setelah dilakukan pemeriksaan, buaya kemudian dibawa ke Mako Damkar Kota Kendari untuk penanganan lebih lanjut,” ujar Humas Damkar Kota Kendari, Martoyo Awaluddin, mengutip laporan Tim Rescue.

Selama proses evakuasi, personel Damkar menggunakan satu unit kendaraan rescue serta perlengkapan pendukung berupa sarung tangan. Seluruh tahapan penanganan berlangsung aman dan terkendali tanpa kendala berarti.

Operasi penyelamatan dipimpin Danton Tim Rescue, Muslim, S.Si., bersama Danru Penyelamatan Peleton 1, Muh. Sumarjan. Keduanya memastikan seluruh prosedur evakuasi berjalan sesuai standar keselamatan.

Selain melakukan pemeriksaan dan evakuasi, tim juga melaksanakan pendokumentasian seluruh rangkaian kegiatan sebagai bagian dari laporan operasi penyelamatan. Dokumentasi tersebut menjadi arsip sekaligus bahan evaluasi penanganan kejadian serupa.

Martoyo Awaluddin mengapresiasi kepedulian warga yang segera melaporkan keberadaan buaya kepada petugas. Menurutnya, respons cepat masyarakat sangat penting agar potensi bahaya terhadap warga dapat segera diantisipasi.

Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan penanganan sendiri apabila menemukan satwa liar, terutama buaya, di sekitar lingkungan permukiman. Warga diminta segera melaporkan kepada Damkar atau instansi terkait agar proses evakuasi dapat dilakukan secara aman dan profesional.

Operasi penyelamatan berakhir setelah tim kembali ke Mako Damkar Kota Kendari pada pukul 17.20 WITA. Tidak ada kendala yang dihadapi selama proses evakuasi, dan seluruh personel kembali dengan selamat.

Laporan: Andi Mahfud

Read Entire Article
Finance | Berita| Koran| Selebritis|