Dr. Herman Ingatkan Mahasiswa KKN UHO Jaga Nama Baik Almamater dan Mengabdi kepada Masyarakat

10 hours ago 6

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Universitas Halu Oleo (UHO) resmi melepas sebanyak 5.109 mahasiswa untuk mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler dan KKN Tematik Angkatan II Tahun 2026. Ribuan mahasiswa tersebut akan diterjunkan ke berbagai daerah di Sulawesi Tenggara selama 30 hari sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat.

Pelepasan mahasiswa KKN menjadi salah satu program pengabdian masyarakat yang rutin dilaksanakan UHO. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan mampu menerapkan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.

Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UHO, Dr. Herman, S.H., LL.M., mengatakan KKN merupakan implementasi nyata dari semangat Kampus Berdampak, di mana mahasiswa tidak hanya belajar di ruang kelas, tetapi juga hadir langsung di tengah masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Dr. Herman saat diwawancarai di Rektorat UHO, Senin (27/7/2026), usai pelepasan ribuan mahasiswa peserta KKN Reguler dan KKN Tematik Angkatan II Tahun 2026.

Pada pelaksanaan tahun ini, KKN Reguler diikuti 3.799 mahasiswa yang terbagi dalam 264 kelompok. Para peserta berasal dari 14 fakultas di lingkungan UHO dan akan melaksanakan pengabdian di tujuh kabupaten di Sulawesi Tenggara.

Ketujuh daerah tersebut meliputi Kabupaten Konawe Selatan, Konawe, Bombana, Kolaka Utara, Kolaka, Kolaka Timur, dan Konawe Utara. Selama 30 hari, mahasiswa akan berkolaborasi dengan pemerintah daerah dan masyarakat dalam menjalankan berbagai program pemberdayaan.

Sementara itu, KKN Tematik diikuti 1.310 mahasiswa yang akan melaksanakan program pengabdian sesuai tema dan kebutuhan masyarakat di lokasi penempatan masing-masing. Program ini difokuskan untuk mendukung penyelesaian berbagai persoalan strategis melalui pendekatan keilmuan.

Dr. Herman menegaskan, harapan terbesar kampus adalah agar mahasiswa mampu mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah sekaligus belajar beradaptasi dengan kehidupan masyarakat di lokasi KKN.

“Mahasiswa tidak semata-mata mengimplementasikan ilmu yang mereka dapatkan di bangku kuliah, tetapi juga harus mampu beradaptasi dengan masyarakat tempat mereka ditugaskan,” ujar Herman.

Selain itu, mahasiswa juga diminta menjaga nama baik Universitas Halu Oleo selama menjalankan pengabdian. Menurutnya, sikap, etika, dan perilaku mahasiswa akan menjadi cerminan institusi di tengah masyarakat.

Ia juga mengingatkan agar seluruh peserta KKN menjadi bagian dari solusi, bukan justru menjadi bagian dari persoalan yang ada di masyarakat. Karena itu, mahasiswa diminta mampu mengidentifikasi berbagai permasalahan di desa maupun kelurahan tempat mereka ditempatkan.

“Pesan saya yang paling utama, jangan menjadi bagian dari masalah di masyarakat. Justru mahasiswa harus hadir untuk membantu menyelesaikan berbagai persoalan yang ada di desa maupun kelurahan,” tegasnya.

Lebih lanjut, hasil identifikasi permasalahan selama KKN nantinya akan dibawa kembali ke kampus untuk didiskusikan dan dianalisis. Hasil kajian tersebut diharapkan menjadi dasar dalam merumuskan solusi yang dapat diterapkan kembali bagi masyarakat.

Menurut Herman, pola tersebut menjadi wujud nyata implementasi konsep Kampus Berdampak yang terus dikembangkan UHO. Melalui program KKN Reguler dan KKN Tematik, kampus berharap kehadiran mahasiswa mampu memberikan manfaat nyata, mendorong pemberdayaan masyarakat, serta menjadi bagian dari penyelesaian berbagai persoalan di Sulawesi Tenggara.

Laporan: Andi Mahfud

Read Entire Article
Finance | Berita| Koran| Selebritis|