Dikbud Sultra Perkuat Barisan, Evaluasi Program hingga Siapkan SDM Global

1 day ago 5

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Menapaki tahun 2026, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) bergerak cepat memantapkan langkah. Bertempat di Kendari, Rabu (11/02/2026), Dikbud menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) besar yang menghadirkan seluruh Kepala Cabang Dinas (KCD) serta Kepala Sekolah SMA, SMK, SLB, baik negeri maupun swasta se-Sultra.

Agenda ini bukan sekadar pertemuan rutin, melainkan momentum krusial untuk membedah capaian tahun 2025 sekaligus menyusun strategi penguatan pendidikan di tahun berjalan.

Dalam arahannya, Kepala Dinas Dikbud Sultra, Prof. Aris, menekankan pentingnya fungsi monitoring dan evaluasi di setiap level satuan pendidikan. Ia menyoroti beberapa program strategis nasional yang memerlukan atensi serius dari para kepala sekolah.

Program Sekolah Garuda: Prof. Aris menyayangkan minimnya partisipasi sekolah dari Bumi Anoa. Dari sekian banyak sekolah potensial, baru dua sekolah yang masuk tahap persiapan. “Ini peluang besar untuk menunjukkan kualitas kita di level nasional. Saya minta kepala sekolah lebih percaya diri dan proaktif,” tegasnya.

Makanan Bergizi Gratis (MBG): Menjelang implementasi penuh, Dikbud Sultra kini tengah membangun sistem berbasis web untuk memetakan data kesehatan siswa. Data mengenai alergi, intoleransi makanan, hingga fobia siswa harus dihimpun akurat guna mencegah risiko medis. Saat ini, tingkat respons sekolah baru menyentuh angka 30%. Prof. Aris mengingatkan bahwa akurasi data adalah kunci kebijakan yang tepat sasaran.

Karakter Lokal dan Lingkungan yang Asri
Selain program fisik, penguatan karakter menjadi pilar utama melalui Program 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat.

Menariknya, Prof. Aris menginstruksikan agar program ini dikolaborasikan dengan nilai-nilai kearifan lokal Sultra agar siswa tidak tercerabut dari akar budayanya.

Terkait lingkungan, gerakan kebersihan sekolah menjadi instruksi langsung. Sambil menunggu regulasi resmi Gubernur, sekolah diwajibkan melakukan aksi bersih-bersih rutin setiap Selasa dan Jumat. “Sekolah harus menjadi cermin bagi masyarakat sekitarnya dalam hal kebersihan dan edukasi lingkungan,” imbuhnya.
Prestasi Revitalisasi dan Investasi Masa Depan melalui BISMA

Kabar membanggakan datang dari sektor infrastruktur. Sultra sukses menempatkan diri sebagai salah satu provinsi dengan penyerapan dana revitalisasi terbaik secara nasional. Laporan pertanggungjawaban mencapai 100% tanpa kendala keuangan, termasuk penyelesaian Unit Sekolah Baru (USB) di Kolaka dan Wakatobi, serta proyek revitalisasi senilai Rp2,7 miliar di Kolaka Utara.

Menutup rakor tersebut, Prof. Aris memaparkan komitmen jangka panjang pemerintah melalui program BISMA (Beasiswa Sultra Maju). Program ini mencakup: Apresiasi bagi siswa berprestasi tingkat nasional dan internasional. Bantuan bagi siswa dari keluarga kurang mampu. Persiapan beasiswa luar negeri, khususnya bagi lulusan SMK melalui penguatan bahasa asing.

“Ujung dari semua ikhtiar ini adalah mengangkat martabat anak-anak Sulawesi Tenggara. Kita ingin mereka memiliki kompetensi global namun tetap memiliki hati untuk membangun daerahnya kembali,” pungkas Prof. Aris.

Laporan: Riswan

Read Entire Article
Finance | Berita| Koran| Selebritis|