SULTRAKINI.COM: KENDARI – SMA Negeri 2 Kendari menjadi tuan rumah pelaksanaan Upacara Hari Guru Nasional tingkat Kota Kendari, Senin (25/11/2025), dengan tema “Guru Hebat, Indonesia Kuat”. Upacara ini dirangkaikan dengan pembacaan Deklarasi Damai oleh seluruh pengurus OSIS SMA/SMK/SLB se-Kota Kendari sebagai momentum memperkuat komitmen sekolah ramah anak serta penolakan segala bentuk kekerasan antar pelajar.
Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai pejabat dan instansi, antara lain Kepala BGTK Sultra Surip Widodo, S.Si., M.M.; Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sultra Prof. Dr. Aris, S.Pd., M.Hum.; Kasatgaswil Densus 88 AT Polri Kombes Pol Mas Jaya, M.Si.; serta para dinas terkait, guru, dan puluhan siswa dari berbagai sekolah.
Kepala SMA Negeri 2 Kendari, Nur Aida, S.Pd., mengungkapkan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan kepada sekolahnya menjadi tuan rumah kegiatan besar tersebut.
“Alhamdulillah sekolah kita dipercaya sebagai tuan rumah. Ada rasa bangga, karena dari segi kelayakan, tempat, dan sumber daya, berarti sekolah kita dianggap siap. Kami bersyukur diberikan amanah ini,” ujarnya.
Usai upacara, selurh perwakilan OSIS SMA/SMK/SLB—baik negeri maupun swasta—langsung mengikuti agenda deklarasi anti-kekerasan, anti-perundungan, dan anti-premanisme antar pelajar.

Deklarasi Damai OSIS SMA/SMK/SLB se-Kota Kendari: 7 Poin Komitmen
1. Menjunjung tinggi nilai Ketuhanan Yang Maha Esa, musyawarah mufakat, pluralitas, persatuan, dan kesatuan dalam semangat kekeluargaan yang harmonis.
2. Menyatukan visi dan misi menjaga ketentraman, keamanan, dan kenyamanan antar murid SMA/SMK/SLB se-Sulawesi Tenggara.
3. Menjunjung tinggi nilai perdamaian serta menghargai perbedaan dalam ikatan persaudaraan.
4. Menolak keras segala tindakan kekerasan, perundungan, intoleransi, dan tawuran antar murid.
5. Menolak keras tindakan premanisme dan provokasi dari pihak luar sekolah.
6. Menjaga ketertiban, keamanan, dan nama baik sekolah di manapun berada.
7. Menghentikan secara permanen tindakan anarkis, perkelahian, dan penyerangan antar sekolah.
Deklarasi ini dibacakan oleh Ketua OSIS SMAN 2 Kendari selaku Ketua Forum Komunikasi OSIS (FKO) Kota Kendari dan disepakati untuk dilaksanakan serta dipertanggungjawabkan sesuai hukum yang berlaku.
Kepala sekolah menegaskan pentingnya deklarasi ini akibat meningkatnya kasus kekerasan antar pelajar beberapa waktu terakhir.
“Yang paling menyentuh itu masalah perundungan. Kita guru ini tidak ada artinya tanpa siswa. Maka di Hari Guru ini kami langsung melaunching sekolah ramah anak sebagai komitmen melawan kekerasan,” jelasnya.
Adapun langkah-langkah yang diterapkan sekolah, yaitu:
1. Kebijakan Baru & Tata Tertib Berbasis Edukatif
Sanksi fisik dihapus dan diganti penilaian poin, seperti:
Terlambat: 5 poin
Tidak hadir: 10 poin
Lompat pagar: 50 poin
Perkelahian: 75 poin
Jika mencapai 100 poin/semester, dilakukan pembinaan bersama orang tua.
2. Guru Berbahasa Humanis
“Guru harus menghindari kata-kata kasar atau intimidatif. Semua bisa berubah, kita pakai growth mindset,” katanya.
3. Peningkatan Fasilitas Ramah Anak
Meliputi ruang belajar aman dan nyaman, area belajar outdoor, tempat duduk tambahan, ruang teduh, dan ruang interaksi.
4. Penguatan Kompetensi Guru
Guru direkomendasikan mengikuti pelatihan peningkatan kualitas pendidikan dan karakter.
5. Apresiasi untuk Guru
Ada 8 kategori penghargaan seperti guru terfavorit, terramah, terdisiplin, terrajin, hingga tenaga kependidikan terbaik.
Kepala sekolah juga menyampaikan bahwa SMAN 2 Kendari sebelumnya merupakan Ketua FKO, dan organisasi tersebut akan segera mendapatkan dukungan anggaran dari Dinas Pendidikan untuk program pembinaan pelajar ke depan.
“SMA Negeri 2 Kendari siap mendukung FKO. Ini forum seluruh OSIS SMA/SMK untuk memperkuat karakter dan persatuan pelajar,” tegasnya.
Upacara Hari Guru Nasional ini tidak hanya menjadi ajang penghormatan kepada guru, tetapi juga momentum besar penyatuan pelajar SMA/SMK/SLB se-Kota Kendari untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, damai, dan bebas kekerasan. Deklarasi damai ini diharapkan menjadi fondasi agar tawuran, perundungan, dan aksi anarkis tidak lagi terjadi di Kota Kendari.
Laporan: Andi Mahfud

5 days ago
11















































