SULTRAKINI.COM: KENDARI— Purnomo Setiawan, Waste Management Leader Program DinatureNation sekaligus penggerak TPS3R DLHK Kota Kendari, hadir sebagai narasumber pada kegiatan Launching Bank Sampah di FISIP UHO. Tidak hanya membahas teknologi pengelolaan sampah, ia juga membagikan perjalanan panjangnya sejak 2004 hingga kini menjadi salah satu tokoh penting dalam pengembangan ekosistem daur ulang di Sulawesi Tenggara.
Dalam penyampaiannya, Purnomo mengisahkan bagaimana ia memulai karier di industri daur ulang bermodal “the power of kepepet”. Dari awal hanya mampu menghadirkan 4–5 ton limbah pada bulan 1-3, Namun pada bulan ke 5 – 6 Seterusnya ia kemudian mencapai 25–50 ton dan memperoleh penghasilan hingga Rp50 juta per bulan. Namun perjalanan itu tidak selalu mulus. Tahun 2015 ia mengalami kejatuhan terbesar hingga kehilangan aset Rp5,9 miliar. “Banyak orang depresi kalau kehilangan semua. Saya sempat jatuh, tapi tidak lama. Saya memilih bangkit,” jelasnya disambut tepuk tangan hadirin.
Setelah itu, ia memulai lagi dari nol—bahkan bekerja sebagai pemulung agar benar-benar memahami kualitas dan standar pemilahan sampah. Hingga pada 2018 ia pindah ke Kendari dan mulai bekerja sama dengan DLHK Kota Kendari, mengelola rongsokan yang tidak terpakai hingga akhirnya dipercaya menjalankan berbagai program daur ulang.
Purnomo menegaskan bahwa dirinya tetap memilih bekerja di DLHK bukan karena materi, tetapi karena kedekatannya dengan masyarakat pesisir—khususnya para janda dan nelayan kecil yang ekonominya serba terbatas.
Dalam program Go to Area, ia melihat langsung bagaimana para janda pesisir memiliki pandapatan tambahan Rp10.000 per hari dari hasil melaut sampah. Ketika mereka diberi kesempatan mengumpulkan sampah laut, pendapatan mereka mulai bertambah dan memberi harapan baru.
“Banyak dari mereka ibu-ibu janda yang hidupnya sangat berat. Setiap hari naik sampan mengumpulkan sampah agar bisa makan. Itu yang bikin saya tidak bisa berhenti. Kalau saya keluar, siapa yang bantu mereka?” ungkapnya dengan penuh emosional.
Ia menegaskan bahwa keberadaannya di DLHK adalah bentuk komitmen sosial, bukan sekadar pekerjaan. “Saya merasa bukan cari profit lagi. Saya ingin memberi manfaat,” tambahnya.
Purnomo memaparkan bahwa DinatureNation bersama DLHK menjalankan empat program berkelanjutan:
1. Go to School
Edukasi di sekolah setiap bulan tentang pemilahan sampah, kampanye pengurangan plastik sekali pakai, hingga penimbangan sampah. Seluruh sampah yang dikumpulkan dijemput 100% oleh tim DinatureNation, dan siswa diberikan apresiasi agar motivasi mereka tetap tinggi.
2. Go to Campus
Kolaborasi dengan mahasiswa melalui aksi lingkungan seperti penanaman mangrove dan bersih pantai. UHO menjadi mitra terbesar dalam kegiatan ini, termasuk Himtril UHO dan HMTS Ilmu Komputer.
3. Go to Office
Pendampingan dan sosialisasi pengelolaan sampah bagi instansi pemerintahan serta perkantoran. Program ini mendorong lahirnya kebijakan internal yang lebih ramah lingkungan.
4. Go to Area
Pembinaan masyarakat pesisir—termasuk para janda nelayan—untuk mengumpulkan sampah laut menggunakan sampan. Program ini telah berjalan sejak 2022 hingga kini dan menjadi penyelamat ekonomi bagi banyak keluarga.
Dalam sesi motivasi, ia juga membagikan formula pengelolaan keuangan **30–30–30–10**, yaitu 30% untuk obligasi, 30% emas, 30% properti, dan 10% reksadana. Formasi tersebut menurutnya dapat disesuaikan berdasarkan target finansial di masa depan. Ia mengapresiasi tema kegiatan *Mengubah Sampah Menjadi Uang* karena sejalan dengan gagasan menyimpan hasil penjualan sampah sebagai modal investasi melalui Galeri Investasi UHO.
“Sampah itu tidak kotor. Yang kotor itu pikirannya kalau tidak mau peduli. Mulai sekarang pilah sampah di rumah, dan setelah lulus jadilah entrepreneur di bidang daur ulang,” ujarnya menutup sesi materi
Sampah Bukan Aib, Tetapi Aset.
“Sampah itu bisa bikin kita punya aset. Mulai hari ini pilah sampah di rumah. Setelah lulus, jadi entrepreneur di bidang daur ulang. Kota ini butuh itu,” tutupnya.
Laporan: Andi Mahfud

1 week ago
17















































