SULTRAKINI.COM: KENDARI – Pemilihan Dekan (Pildek) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Halu Oleo (UHO) periode 2026–2030 mulai bergulir. Salah satu kandidat yang kembali maju dalam kontestasi tersebut adalah Prof. Dr. Eka Suaib, M.Si., yang saat ini masih menjabat sebagai Dekan FISIP UHO periode 2022–2026.
Dalam salah satu kegiatannya saat di wawancara yang berlangsung di lingkungan kampus, Prof. Eka Suaib menyampaikan komitmennya untuk kembali melanjutkan berbagai program pengembangan fakultas apabila kembali dipercaya memimpin FISIP UHO hingga 2030 mendatang.
Ia mengusung visi menjadikan FISIP UHO sebagai fakultas yang unggul, berdaya saing, dan bereputasi global melalui penguatan akademik, penelitian, pengabdian masyarakat, serta kolaborasi strategis dengan berbagai pihak.
“Visi kami adalah menjadikan fakultas yang unggul, berdaya saing, dan bereputasi global,” ujar Prof. Eka Suaib dalam wawancaranya.
Menurutnya, selama masa kepemimpinannya dalam empat tahun terakhir, sejumlah program studi di lingkungan FISIP UHO telah berhasil meraih capaian yang cukup baik, termasuk peningkatan status akreditasi program studi.
Ia menilai tren kinerja akademik maupun kelembagaan di FISIP UHO juga menunjukkan perkembangan positif dan perlu terus dilanjutkan pada periode berikutnya.
“Selama kepemimpinan sebelumnya, ada beberapa program studi yang berhasil meraih capaian unggul dan tren kinerja fakultas juga menunjukkan perkembangan yang cukup baik,” katanya.
Untuk periode mendatang, Prof. Eka Suaib menegaskan fokus utamanya adalah mempersiapkan mahasiswa agar mampu bersaing di tingkat global. Salah satu langkah yang akan dilakukan yakni terus memperbarui kurikulum sesuai kebutuhan dunia kerja dan perkembangan zaman.
“Kami akan terus melakukan update kurikulum dengan melihat kebutuhan alumni dan pengguna lulusan, kemudian mengintegrasikannya dalam sistem pembelajaran,” jelasnya.
Di bidang penelitian, ia berkomitmen mendorong riset-riset yang memiliki dampak langsung terhadap pembangunan daerah dan kebutuhan masyarakat.
Karena itu, kolaborasi dengan berbagai pihak akan terus diperkuat, baik bersama pemerintah daerah, organisasi masyarakat, sektor swasta, NGO, maupun perguruan tinggi lainnya yang dinilai memiliki kredibilitas dan kapasitas kerja samar yang baik.
Selain itu, dosen-dosen FISIP UHO juga akan didorong untuk lebih aktif terlibat dalam proses pembangunan melalui penyusunan policy brief maupun rekomendasi kebijakan yang dapat dimanfaatkan pemerintah dan masyarakat.
“Kita ingin penelitian dan kajian akademik benar-benar bisa memberikan kontribusi nyata terhadap kebutuhan daerah,” ungkapnya.
Tak hanya penelitian, bidang pengabdian kepada masyarakat juga menjadi perhatian utama. Menurut Prof. Eka Suaib, program pengabdian ke depan harus lebih menyentuh kebutuhan riil masyarakat, baik dari aspek sosial, kewirausahaan, hingga persoalan politik dan pembangunan daerah.
Dengan dimulainya tahapan Pildek FISIP UHO 2026–2030, kontestasi pemilihan dekan diperkirakan akan berlangsung dinamis seiring munculnya sejumlah nama yang siap membawa gagasan baru bagi pengembangan fakultas ke depan.
Laporan: Andi Mahfud

10 hours ago
5

















































