Prof. Aris Badara Dorong Penguatan Karakter pada Upacara Hari Guru Nasional di SMAN 2 Kendari

5 days ago 14

SULTRAKINI.COM: KENDARI — Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Tenggara, Prof. Dr. Aris Badara, S.Pd., M.Hum., tidak hanya menghadiri, tetapi juga memimpin secara langsung pelaksanaan Upacara Hari Guru Nasional (HGN) 2025 yang digelar di SMA Negeri 2 Kendari, Selasa (25/11/2025).

Upacara berlangsung khidmat dan disambut antusias oleh para guru, siswa, serta jajaran pendidikan. Selain sarat dengan pesan kebangsaan, acara tersebut juga berjalan meriah, penuh makna, sekaligus mempererat semangat kebersamaan.

Sejumlah penampilan seni dari siswa SMAN 2 Kendari turut memeriahkan kegiatan, di antaranya teater pelajar, tarian daerah serta modern, dan pertunjukan kreatif lainnya yang menggugah haru para guru.

Dengan mengusung tema nasional “Guru Hebat, Indonesia Kuat”, Prof. Aris mengawali amanatnya dengan memberikan penghormatan kepada seluruh guru, kepala sekolah, dan murid sebagai calon pemimpin bangsa.

“Hari ini bukan sekadar seremoni, tetapi penegasan kembali tugas mulia guru—mencerdaskan, membentuk karakter, dan menjaga masa depan Indonesia,” ujarnya.

Dalam amanatnya, Prof. Aris menegaskan tiga ciri utama guru hebat yang harus terus dikokohkan:

1. Mengajar dengan Hati

Tidak sekadar mentransfer ilmu, tetapi juga menanamkan nilai-nilai Pancasila.

2. Adaptif terhadap Teknologi

Guru diharapkan mampu merangkul teknologi tanpa meninggalkan kearifan lokal.

3. Terus Berinovasi

Kelas harus menjadi ruang yang menginspirasi, minim diskriminasi, dan senantiasa berkembang.

Pada kesempatan itu, ia juga mengungkapkan bahwa pemerintah pusat tengah memfinalisasi kebijakan sentralisasi tata kelola guru, langkah monumental yang telah lama dinantikan.

Kebijakan tersebut membawa sejumlah manfaat, di antaranya:

1. Kesejahteraan Merata

Tidak ada lagi disparitas atau keterlambatan pembayaran tunjangan profesi dan TPP.

2. Distribusi Guru yang Adil

Pemerintah pusat dapat memetakan kebutuhan guru, termasuk di daerah 3T.

3. Kepastian Status Guru

Menuntaskan persoalan status dan formasi guru honorer yang selama ini bergantung pada kebijakan daerah.

“Kebijakan ini adalah bentuk komitmen pemerintah untuk melindungi dan memuliakan profesi guru,” tegasnya.

Prof. Aris juga menyampaikan empat program prioritas nasional yang harus didukung pemerintah daerah, yakni:

1. Wajib Belajar 13 Tahun

Memastikan seluruh anak Indonesia menempuh pendidikan hingga jenjang menengah.

2. Peningkatan Mutu Vokasi

Penguatan link and match SMK dengan industri dan sertifikasi kompetensi global.

3. Penguatan Literasi dan Karakter

Distribusi 1,5 juta buku bacaan dan revitalisasi bahasa daerah.

4. Inovasi Pembelajaran Digital

Teknologi sebagai asisten terbaik guru dalam proses belajar mengajar.

“Kami tidak meminta guru bekerja lebih keras, tetapi bekerja lebih cerdas, fokus, dan bermakna,” ujarnya.

Dalam wawancara usai upacara, Prof. Aris menegaskan bahwa HGN menjadi momentum memperkuat kebijakan pendidikan.

“Kami mendukung penuh penguatan karakter serta upaya pencegahan intoleransi, kekerasan, maupun bullying di sekolah,” ungkapnya.

Ia juga menilai deklarasi damai OSIS SMA/SMK/SLB se-Kota Kendari merupakan langkah awal penting dalam meminimalkan konflik antarpelajar.

“Kehadiran Densus 88 memberi penguatan penting. Kami ingin bersinergi agar intoleransi dan kekerasan tidak terjadi lagi.”

Menurutnya, deklarasi harus ditindaklanjuti secara nyata.

“Setelah deklarasi, kita tindak lanjuti dengan pembentukan Forum Komunikasi OSIS. Tidak hanya forum, tetapi program-program kerja konkret akan kita dorong.”

Prof. Aris turut menyampaikan apresiasi kepada SMAN 2 Kendari sebagai tuan rumah penyelenggaraan kegiatan.

“Terima kasih kepada SMAN 2 Kendari. Ini awal yang baik untuk peningkatan mutu pendidikan di Sulawesi Tenggara.”

Pada rangkaian kegiatan yang sama, turut dilakukan launching Sekolah Ramah Anak di SMAN 2 Kendari.

“Semoga sekolah lain dapat mengimplementasikan hal serupa. Ini komitmen kita menghadirkan lingkungan belajar yang aman dan membahagiakan.”

Upacara HGN ini tidak hanya menjadi bentuk penghormatan kepada guru, tetapi juga momentum awal transformasi pendidikan di Sulawesi Tenggara.

“Mendidik dengan hati, mengabdi tanpa henti. Selamat Hari Guru Nasional 2025. Guru Hebat, Indonesia Kuat,” tutup Prof. Aris.

Laporan: Andi Mahfud

Read Entire Article
Finance | Berita| Koran| Selebritis|