INIPASTI.COM, Makassar — Diskursus mengenai perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dalam dunia arsitektur dan pendidikan menjadi sorotan dalam kuliah tamu internasional yang digelar Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar bekerja sama dengan Da Yeh University, Taiwan, Kamis 12 Maret 2026.
Kegiatan yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting ini menghadirkan akademisi Da Yeh University, Prof. Liu Kai Chun, serta dosen arsitektur Unismuh Makassar, Ar. Hj. Citra Amalia Amal, sebagai pembicara utama.
Kuliah tamu tersebut dibuka oleh Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kerja Sama Fakultas Teknik Unismuh Makassar, Dr. Ir. Ar. Hj. Irnawaty Idrus Ompo, S.T., M.T., IPM. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya memperluas jejaring kerja sama internasional sekaligus memperkaya wawasan mahasiswa mengenai perkembangan ilmu arsitektur di tingkat global.
Menurut Irnawaty, kehadiran narasumber dari luar negeri memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk memahami dinamika perkembangan teknologi dan desain arsitektur di berbagai negara.
“Melalui kegiatan ini kami berharap mahasiswa memperoleh perspektif baru mengenai perkembangan teknologi, khususnya kecerdasan buatan, serta bagaimana teknologi tersebut dapat dimanfaatkan secara bijak dalam proses perancangan arsitektur,” ujarnya.
Sementara itu, Dekan Fakultas Teknik Unismuh Makassar, Ir. Syafaat S. Kuba, dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan akademik bertaraf internasional menjadi bagian dari strategi fakultas dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan penelitian.
Ia menyampaikan bahwa Fakultas Teknik Unismuh saat ini mengelola lima program studi, yakni Teknik Sipil, Teknik Elektro, Arsitektur, Informatika, dan Perencanaan Wilayah dan Kota. Berbagai program tersebut terus dikembangkan melalui kolaborasi akademik, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Syafaat juga menyoroti capaian prestasi mahasiswa Fakultas Teknik dalam berbagai kompetisi nasional. Salah satunya pada ajang Program Kreativitas Mahasiswa Muhammadiyah (PKMM) 2024 di Yogyakarta, di mana tim mahasiswa Unismuh berhasil meraih medali emas dan perak.
“Prestasi ini menunjukkan komitmen mahasiswa Fakultas Teknik untuk terus menghadirkan inovasi dan solusi yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa visi Fakultas Teknik Unismuh adalah menjadi fakultas teknik yang Islami, unggul dalam bidang teknik, terpercaya oleh masyarakat, serta mandiri dalam pengelolaan. Karena itu, seluruh sivitas akademika didorong untuk terus mengembangkan kualitas pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Syafaat juga menekankan pentingnya kolaborasi internasional dalam pengembangan akademik. Menurutnya, kerja sama lintas negara membuka peluang bagi penguatan riset, pertukaran mahasiswa, serta pengembangan kegiatan akademik bersama.
“Kegiatan seperti ini menjadi ruang berbagi ilmu antara akademisi dari berbagai negara. Kami berharap kolaborasi internasional dapat terus berkembang untuk meningkatkan mutu pendidikan dan penelitian di Fakultas Teknik Unismuh,” katanya.
Diskusi akademik tersebut dimoderatori oleh Irnawaty Idrus Ompo dan diikuti oleh mahasiswa serta dosen dari berbagai program studi di lingkungan Fakultas Teknik.
AI sebagai Mitra Desainer
Dalam pemaparannya, Prof. Liu Kai Chun menegaskan bahwa kecerdasan buatan tidak seharusnya dipandang sebagai pengganti manusia dalam proses desain arsitektur. Ia menilai AI lebih tepat diposisikan sebagai alat atau mitra kolaboratif yang dapat membantu arsitek mengembangkan gagasan desain.
Menurutnya, teknologi AI dapat mendukung proses eksplorasi konsep, pembuatan visualisasi, hingga pengembangan ide awal. Namun, keputusan desain tetap berada di tangan manusia sebagai perancang utama.
“AI adalah alat yang dapat mendukung proses kreatif, tetapi pikiran manusia tetap menjadi pusat dalam menentukan arah desain,” kata Liu.
Ia juga menekankan bahwa kemampuan menjelaskan ide dan permasalahan secara jelas menjadi keterampilan penting bagi arsitek di era kecerdasan buatan. Komunikasi yang baik dengan sistem AI, menurutnya, akan menentukan kualitas hasil yang diperoleh.
Arsitektur dan Pembentukan Karakter
Sementara itu, Ar. Hj. Citra Amalia Amal memaparkan hasil penelitiannya mengenai peran desain ruang dalam membentuk perilaku dan karakter peserta didik, khususnya di lingkungan sekolah berasrama.
Ia menjelaskan bahwa arsitektur tidak sekadar berfungsi sebagai wadah aktivitas, melainkan juga dapat menjadi media pendidikan yang secara tidak langsung membentuk perilaku penggunanya.
Dalam penelitiannya, Citra menyoroti nilai budaya Bugis-Makassar, khususnya konsep siri’, yang berkaitan dengan martabat, kepantasan, dan kontrol sosial. Nilai tersebut, menurutnya, dapat tercermin dalam pengaturan ruang, batas privasi, serta pola interaksi di lingkungan pendidikan.
Ia menambahkan, desain ruang yang memperhatikan gradasi privasi, pengaturan visibilitas, serta zonasi gender dapat membantu menciptakan lingkungan belajar yang mendukung disiplin, keamanan, dan pembentukan karakter.
Citra juga menekankan pentingnya keberadaan ruang ibadah dalam struktur ruang pendidikan. Masjid dan area ibadah, katanya, tidak hanya menjadi tempat ritual keagamaan, tetapi juga berfungsi sebagai pusat orientasi aktivitas sekaligus pembentukan kedisiplinan waktu.
“Arsitektur dapat menjadi pendidik yang diam (silent educator). Melalui pengalaman ruang yang berulang, siswa belajar disiplin, tanggung jawab, empati, dan kehidupan kolektif,” ujarnya.
Diskusi Interaktif
Setelah sesi pemaparan, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab yang berlangsung interaktif. Peserta mengangkat berbagai isu, mulai dari tantangan integrasi AI dalam pendidikan arsitektur, kriteria penilaian konsep desain yang dihasilkan AI, hingga keterampilan yang perlu dimiliki arsitek di masa depan.
Menutup kegiatan, moderator Irnawaty Idrus Ompo menyampaikan apresiasi kepada para narasumber atas kontribusi pemikiran yang dinilai mampu memperkaya perspektif akademik mahasiswa dan dosen.
Ia berharap forum akademik semacam ini dapat terus mendorong kolaborasi internasional serta membuka wawasan mahasiswa terhadap perkembangan ilmu arsitektur dan teknologi di tingkat global.
Kegiatan kemudian diakhiri dengan sesi foto bersama sebagai bentuk dokumentasi serta simbol kolaborasi akademik lintas negara antara Fakultas Teknik Unismuh Makassar dan Da Yeh University, Taiwan.

3 hours ago
2
















































